Dampak Perang Dunia I di Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial

Kompas.com - 15/11/2021, 10:00 WIB

Inovasi di medan perang berkontribusi pada perkembangan teknologi persenjataan baru. Perang Dunia I mengantarkan era baru teknologi militer mematikan, termasuk ranjau darat, penyembur api, kapal selam, tank, dan pesawat tempur.

Fotografi udara memungkinkan kedua belah pihak untuk membuat peta canggih dari posisi lawan mereka. Artileri jarak jauh memberi tentara kemampuan untuk menembak musuh yang tidak bisa mereka lihat.

Dan pengenalan senjata pemusnah massal, termasuk gas kimia, merupakan upaya untuk menerobos kebuntuan perang parit. Skala dan tingkat keparahan pertempuran tersebut menyebabkan puluhan ribu veteran mengalami trauma psikologis yang kemudian dikenal sebagai shellshock dan sekarang lebih sering disebut sebagai gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Baca juga: Pasangan Perancis Temukan Surat Berusia 100 Tahun di Era Perang Dunia I

Selain itu, meskipun perang sebelumnya sebagian besar hanya terjadi di medan perang, Perang Dunia I adalah “perang total”, yang mengikis perbedaan antara sasaran sipil dan militer.

Jerman, misalnya, menggunakan kapal selam untuk menyerang kapal sipil dan menggunakan kapal udara yang dikenal sebagai zeppelin untuk mengebom kota-kota di Inggris.

Perang tersebut juga menampilkan pembunuhan massal dan pengusiran kelompok etnis tertentu seperti orang Armenia dari Kekaisaran Ottoman, sebuah praktik yang kemudian oleh banyak sarjana disebut genosida.

Sementara inovasi Di Luar Medan Perang, terlihat dari banyak praktik medis dan perkembangan barang-barang rumah tangga biasa yang berasal dari perkembangan kemajuan teknologi perang.

Selama Perang Dunia I, dokter mulai menggunakan natrium sitrat untuk menghentikan pembekuan darah dan melakukan beberapa pencangkokan kulit pertama yang berhasil, yang membuka jalan bagi operasi plastik modern.

Selain itu, penemuan bidai sangat mengurangi kematian dari cedera tertentu: sebelum perang, empat dari setiap lima tentara dengan tulang paha yang patah meninggal; setelah pengenalan belat, empat dari setiap lima selamat.

Baca juga: [KISAH MISTERI] Menguak Teka-teki Terowongan Kematian Perang Dunia I

Perang Dunia I menyebabkan pengembangan Kotex, salah satu produk saniter bermerek pertama, yang digunakan sebagai alternatif masa perang yang lebih murah dan lebih menyerap daripada perban kapas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber CFR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Internasional
Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Internasional
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Internasional
Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Internasional
Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Internasional
Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Internasional
Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Internasional
Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Internasional
4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

Internasional
40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Internasional
Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Internasional
Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Internasional
Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Internasional
Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.