7 Kelas Prajurit Jepang Masa Feodal: Perbedaan Samurai, Ronin, hingga Ninja

Kompas.com - 15/11/2021, 09:00 WIB

Sohei adalah biksu prajurit Buddha. Beberapa biara mempertahankan tentara mereka. Mereka memberikan perlindungan selama masa perselisihan dan digunakan selama perselisihan dengan kuil lain atau penguasa samurai.

Kontingen yang paling terkenal dan ditakuti bermarkas di Enryaku-Ji, kuil utama di Gunung Hiei.

Tidak seperti samurai, pasukan sohei biasanya kurang dipersenjatai. Mereka mengenakan baju besi infanteri biasa di atas jubah biara mereka, seringkali dengan jubah luar di atasnya.

Mereka kerap menggunakan rajutan handuk atau aksesoris kepala yang menutupi kepala mereka yang dicukur. Senjata tradisional mereka adalah naginata, sebuah tongkat berbilah.

Sohei bisa menjadi sekutu yang berharga bagi samurai, tetapi mereka juga bisa merepotkan. Pasalnya, mereka menggunakan kekuatan militernya untuk menegaskan independensi biara-biara mereka di hadapan otoritas sekuler.

Baca juga: Sejarah Jepang (II): Nobunaga, Zaman Edo, hingga Zaman Modern

Ikko-Ikki

Abad ke-15 menyaksikan kebangkitan kelompok pejuang agama yang tak kalah menakutkan yang disebut “Ikko-Ikki”.

Ikko-Ikki adalah penganut Buddha Jodo-Shinshu, mengikuti cabang dari Buddhisme Tanah Murni. Mereka percaya pada keselamatan bagi seluruh umat manusia, bukan hanya mereka yang memiliki waktu dan kecenderungan untuk mempelajari detail agama.

Oleh karena itu, mereka lebih egaliter daripada sohei, dan lebih berbentuk gerakan sosial massa bersenjata daripada kader pejuang elit.

Beberapa Ikko-Ikki mencukur rambut mereka sebagai tanda iman mereka. Namun, mereka terlihat dan bertempur seperti tentara samurai yang mereka lawan.

Mereka memperoleh kekuatan yang cukup untuk menguasai provinsi Kaga pada 1488, sebelum didorong kembali ketika Jepang yang retak bersatu kembali pada abad berikutnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.