Kompas.com - 22/10/2021, 21:30 WIB
Ilustrasi obat steroid anabolik. Obat peningkat kinerja atau performa atlet seringkali digunakan atlet sebagai doping saat bertanding di kompetisi olahraga. SHUTTERSTOCK/PCPartStudioIlustrasi obat steroid anabolik. Obat peningkat kinerja atau performa atlet seringkali digunakan atlet sebagai doping saat bertanding di kompetisi olahraga.

Tetapi banyak zat alami, seperti Erythropoietin (EPO), dan teknik yang tidak melibatkan zat sintetis, seperti doping darah, juga dilarang.

Mungkin masalah sebenarnya terletak pada efek koersif doping, yakni apa yang disebut "perlombaan senjata".

Jika beberapa atlet diuntungkan karena mereka doping, itu memberi tekanan pada atlet lain untuk melakukan doping juga.

Baca juga: Alasan Doping seperti Testosterone Booster Dilarang dalam Olahraga

Jawaban yang paling jelas tentang mengapa doping dilarang adalah bahwa doping memberikan keuntungan yang tidak adil.

Dengan melanggar aturan, atlet doping mendapatkan keuntungan yang tidak didapatkan oleh pesaingnya yang lebih patuh aturan.

Ada banyak cara di mana atlet berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari saingan mereka.
Biss dengan menggunakan pelatih terbaik,
teknik pelatihan, pola makan, dan sebagainya.

Metode ini dianggap adil karena berada dalam aturan.

Ketidakadilan dari keuntungan yang diperoleh dengan doping tampaknya diberikan hanya oleh fakta bahwa itu melanggar aturan, dan karena itu curang.

Baca juga: WADA Badan Antidoping Dunia Beri Sanksi Indonesia, Apa Itu Doping?

Heather Dyke juga menyebut hal paling bijak adalah hilangkan pandangan bahwa doping secara intrinsik salah secara moral.

Larangan doping dibenarkan dengan cara yang sama, seperti aturan olahraga tertentu yang dibenarkan.

Aturan olahraga apa pun dirancang secara sewenang-wenang dengan berbagai tujuan.

Bisa untuk memfasilitasi pertandingan yang seimbang di antara para pesaing, untuk menghargai keterampilan tertentu, untuk menghasilkan tontonan yang menghibur, dan seterusnya.

Intinya, aturan melawan doping dalam olahraga tertentu tidak lebih berbobot secara moral daripada aturan lain dalam olahraga itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

Internasional
5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Sejarah Gajah Perang: 'Tank' Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Sejarah Gajah Perang: "Tank" Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Internasional
6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

Internasional
Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Internasional
Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Internasional
Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Internasional
Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Internasional
10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

Internasional
5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

Internasional
10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

Internasional
Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Internasional
Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.