Kompas.com - 21/10/2021, 17:42 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kanan, mengunjungi pameran sistem senjata di Pyongyang, Korea Utara, Senin, 11 Oktober 2021. KCNA via KNS/APDalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kanan, mengunjungi pameran sistem senjata di Pyongyang, Korea Utara, Senin, 11 Oktober 2021.

KOMPAS.com -Sanksi internasional dianggap sebagai tindakan yang diambil oleh suatu negara terhadap negara lainnya.

Tindakan ini bisa dilakukan atas alasan politik, baik secara unilateral atau multilateral.

Dikutip dari buku "Sanctions and Exports Deflection: Evidence from Iran" karya JI Haidar, ada sejumlah jenis sanksi internasional.

Baca juga: Langgar Sanksi, Korea Utara Disebut Masih Lakukan Ekspor Batu Bara

Sanksi Diplomatik

Sanksi ini diberlakukan lewat pengurangan atau penghapusan hubungan diplomatik, seperti kedubes.

Sanksi Ekonomi

Sanksi ini biasanya dilakukan dengan mencekal perdagangan. Biasanya terbatas pada sektor tertentu, seperti persenjataan.

Sanksi ini punya pengecualian tertentu, seperti makanan dan pengobatan.

Baca juga: Seoul: Pengurangan Sanksi Korea Utara dapat Terjadi Lebih Cepat

Sanksi Olahraga

Sanksi ini tidak memperbolehkan atlet atau tim dari suatu negara ikut ajang perlombaan dalam acara-acara internasional

Sanksi Lingkungan Hidup

sejak deklarasi Konferensi Perserikatan tentang Lingkungan Hidup Manusia, upaya perlindungan lingkungan hidup internasional makin ditingkatkan dan memunculkan sanksi ini.

Baca juga: Pejabatnya Kena Sanksi, Korea Utara Sebut Uni Eropa Gila

Contoh Penerapan Sanksi Internasional

Korea Utara jadi contoh negara yang telah dikenai berbagai sanksi oleh Dewan Keamanan (DK) PBB karena program senjata nuklirnya.

Pada 14 Oktober 2006, Dewan Keamanan (DK) PBB menginisiasi Resolusi 1718, yang mengharuskan Korea Utara tidak lagi melakukan uji coba nuklir, tidak meluncurkan rudal balistik.

Resolusi juga mengharuskan Korut menanggalkan semua senjata dan program nuklirnya.

Tapi, Korea Utara melakukan uji coba nuklir pada 9 Oktober 2006.

Ini membuat PBB memberlakukan larangan ekspor dan impor produk militer Korea Utara.

Negara anggota anggota PBB juga diharuskan membekukan aset individu dan perusahaan Korea Utara yang terlibat dalam program nuklir.

Baca juga: Korea Utara Sindir Reaksi AS Berlebihan Tanggapi Uji Coba Rudal Baru-Baru Ini

Pada 2009, PBB juga menjatuhkan sanksi ekonomi dan komersial lebih lanjut kepada Korut serta mendesak negara-negara anggota PBB agar menggeledah kargo Korea Utara.

Sanksi ini dijatuhkan setelah uji coba nuklir bawah tanah pada 25 Mei 2009. Sanksi diperpanjang sampai bertahun-tahun kemudian.

Pada 7 Maret 2013, DK PBB menghentikan transfer uang dan menutup Pyongyang dari sistem keuangan internasional.

Pemberian sanksi setelah uji coba ketiga nuklir Korea Utara.

Lalu pada 2 Maret 2016, 15 anggota Dewan Keamanan PBB secara bulat memberikan suara setuju atas sanksi terhadap Korea Utara.

Sanksi itu antara lain embargo senjata. Memberi wewenang kepada semua negara untuk melakukan pemeriksaan paksa te hadap kargo dari dan ke Korut yang dikirim baik lewat laut maupun udara.

Korut juga dilarang mengimpor semua produk yang mungkin dapat digunakan untuk tujuan militer, dan akan mendeportasi diplomat Korea Utara yang melakukan kegiatan ilegal.

Setelah sanksi itu, Korea Utara menembakkan beberapa proyektil ke arah Laut Jepang.

Baca juga: Pembelot Korea Utara Kabur dari Penjara, China Tawarkan Ratusan Juta untuk Menangkapnya

Pada 30 November 2016, DK PBB memberikan sanksi membatasi ekspor batu bara Korea Utara dan melarang ekspor tembaga, nikel, seng, dan perak.

Sanksi ini dijatuhkan setelah uji coba nuklir kelima yang dilakukan Pyongyang pada bulan September.

Terakhir pada 6 Agustus 2017, 15 anggota Dewan Keamanan PBB secara bulat memberikan suara setuju atas sanksi terhadap Korea Utara uji coba rudal balistik antarbenua atau rudal ICBM pada Juli lalu.

Resolusi DK PBB yang oleh AD itu melarang ekspor batu bara, besi, bijih besi, timah hitam, dan makanan laut dari Korea Utara.

Baca juga: Baru Saja Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Korea Selatan Waspada

Selain itu anggota PBB juga dilarang meningkatkan jumlah pekerja Korea Utara di negaranya, melarang usaha patungan baru dengan Korut, dan investasi baru dalam usaha patungan yang ada saat ini.

Sanksi ini diperkirakan akan memangkas sepertiga dari pendapatan ekspor tahunan Korea Utara, yakni 3 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

Internasional
5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Sejarah Gajah Perang: 'Tank' Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Sejarah Gajah Perang: "Tank" Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Internasional
6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

Internasional
Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Internasional
Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Internasional
Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Internasional
Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Internasional
10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

Internasional
5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

Internasional
10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

Internasional
Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Internasional
Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.