Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Uji Coba Rudal Korea Utara Sepanjang 2021

Kompas.com - 20/10/2021, 13:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Sejak awal tahun 2021, Korea Utara cukup rutin menggelar uji coba rudal dari berbagai jenis.

Terbaru, Korea Utara mengonfirmasi telah berhasil menguji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM) pada Selasa (19/10/2021).

Kompas.com merangkum uji coba rudal yang telah dilakukan oleh Korea Utara sejak awal 2021. Berikut rangkumannya.

Baca juga: Korea Utara Konfirmasi Telah Berhasil Uji Coba Rudal Balistik di Laut Jepang

1. Rudal jarak pendek

Ilustrasi rudal.SHUTTERSTOCK Ilustrasi rudal.

Pada Maret, Korea Utara meluncurkan dua rudal jarak pendek, manuver pertama yang dilakukan Pyongyang sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada 20 Januari.

Uji coba tersebut sejalan dengan praktik Pyongyang di masa lalu yang biasa menggunakan uji coba rudalnya untuk memprovokasi AS dan Korea Selatan.

Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, dua rudal jarak pendek itu ditembakkan ke Laut Kuning dari Onchon pada 21 Maret.

Dua rudal tersebut tidak terlalu dirisaukan oleh komunitas internasional karena tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara menguji coba rudal balistik.

Insiden itu terjadi setelah Korea Utara mengritik langkah AS dan Seoul yang tetap menggelar latihan militer gabungan.

Baca juga: Baru Saja Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Korea Selatan Waspada

2. Rudal balistik

Foto yang dirilis pemerintah Korea Utara menunjukkan proyektil yang diduga merupakan rudal balistik ditembakkan oleh Akademi Sains Pertahanan di sebuah lokasi rahasia pada 25 Maret 2021.Korean Central News Agency/Korea News Service via AP Foto yang dirilis pemerintah Korea Utara menunjukkan proyektil yang diduga merupakan rudal balistik ditembakkan oleh Akademi Sains Pertahanan di sebuah lokasi rahasia pada 25 Maret 2021.

Selang beberapa hari setelah meluncurkan dua rudal jarak pendek, Korea Utara kembali menguji coba rudal. Kali ini, yang diluncurkan adalah rudal balistik.

Rudal tersebut merupakan rudal balistik pertama yang Pyongyang luncurkan pada 2021 dan merupakan yang perdana di era Biden.

Menurut resolusi Dewan Keamanan PBB, Korea Utara dilarang menembakkan rudal balistik. Karena itu, langkah Pyongyang dikecam AS, Jepang, hingga Korea Selatan.

Korea Utara mengeklaim, dua rudal itu terbang sejauh 600 kilometer di pesisir timur, mematahkan tinjauan Jepang bahwa benda itu melaju sejauh 400 kilometer.

Negara-negara Eropa di kursi Dewan Keamanan PBB bahkan langsung meminta pertemuan tertutup usai Korea Utara melakukan peluncuran rudal tersebut.

Baca juga: Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

3. Rudal Balistik

Foto ini disediakan oleh pemerintah Korea Utara Kamis, 16 September 2021, menunjukkan uji coba rudal yang diluncurkan dari kereta api pada 15 September 2021 di lokasi yang dirahasiakan Korea Utara. KCNA via KNS via AP Foto ini disediakan oleh pemerintah Korea Utara Kamis, 16 September 2021, menunjukkan uji coba rudal yang diluncurkan dari kereta api pada 15 September 2021 di lokasi yang dirahasiakan Korea Utara.

Korea Utara dilaporkan kembali menembakkan dua rudal balistik di lepas pantai timur negara tersebut pada pertengahan September.

Uniknya lagi, rudal tersebut berhasil diluncurkan dari gerbong kereta api, dengan lokasi peluncuran yang dirahasiakan.

Laporan uji coba tersebut muncul beberapa hari setelah Korea Utara menguji rudal jelajah jarak jauhnya.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pada 15 September mengumumkan uji coba rudal balistik yang dilakukan Korea Utara tersebut.

Korps Penjaga Pantai Jepang juga melaporkan sebuah objek, kemungkinan rudal balistik, yang diluncurkan Korea Utara dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusifnya.

Baca juga: Setelah Rudal Hipersonik, Korea Utara Tes Rudal Anti-pesawat

4. Rudal hipersonik

Korea Utara mengeklaim sukses menguji coba rudal hipersonik pada 28 September.

Laporan tersebut disampaikan media resmi pemerintah Korea Utara, KCNA. KCNA mengatakan, rudal tersebut diberi nama Hwasong-8.

Rudal hipersonik dirancang untuk terbang di lintasan terbang rendah, tapi bisa melesat hingga lima kali kecepatan suara.

Keberadaan senjata hipersonik selama ini menjadi isu yang begitu panas antara AS, China, dan Rusia.

Kini, Korea Utara berkoar berhasil mengembangkannya. Bahkan, senjata tersebut didesain mampu membawa hulu ledak nuklir.

Sebelumnya, Korea Selatan dan Jepang mendeteksi Pyongyang menembakkan rudal balistik ke laut.

Baca juga: Uji Coba Terbaru, Korea Utara Luncurkan Rudal Anti-pesawat

5. Rudal anti-pesawat

Ilustrasi rudal jatuh.UNSPLASH/NOELLE Ilustrasi rudal jatuh.

Korea Utara mengumumkan telah menguji coba rudal anti-pesawat pada 30 September, selang beberapa hari setelah mereka meluncurkan rudal hipersonik.

Uji coba rudal anti-pesawat itu menjadi tanda baru dari Korea Utara, yang sejak awal tidak mengendurkan pengembangan militernya.

KCNA memberitakan, senjata baru itu mempunyai kemampuan tempur dahsyat, yang dilengkapi teknologi terbaru.

Baca juga: Korea Utara Klaim Luncurkan Rudal Hipersonik, Teknologi Militer Mereka Makin Maju

6. SLBM

Rudal balistik yang ditembakkan dari kapal selam (SLBM).  38North.org Rudal balistik yang ditembakkan dari kapal selam (SLBM).

Korea Utara mengonfirmasi telah berhasil menguji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM), membenarkan laporan dari Korea Selatan pada 19 Oktober.

Peluncuran tersebut diarahkan ke lepas pantai timur Korea Utara dan terpantau oleh Korea Selatan dan Jepang.

KCNA melaporkan rudal balistik itu memiliki banyak teknologi termutakhir dan ditembakkan dari kapal selam, seperti dalam uji coba pada 2016.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas peluncuran rudal balistik Korea Utara tersebut.

Di Jepang, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan negaranya mendeteksi adanya peluncuran rudal balistik.

Baca juga: AS Uji Rudal Hipersonik, Melesat 5 Kali Kecepatan Suara


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Internasional
Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Internasional
Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Internasional
Siapa Pemasok Terbesar Senjata untuk Israel?

Siapa Pemasok Terbesar Senjata untuk Israel?

Internasional
Apa Saja Jenis Persenjataan Militer Israel dan dari Mana Pasokannya?

Apa Saja Jenis Persenjataan Militer Israel dan dari Mana Pasokannya?

Internasional
Seberapa Kuat Militer Iran?

Seberapa Kuat Militer Iran?

Internasional
Serangan Iran ke Israel Tampaknya Direncanakan untuk Gagal

Serangan Iran ke Israel Tampaknya Direncanakan untuk Gagal

Internasional
Bagaimana Israel dan Sekutunya Cegat Lebih dari 300 Rudal dan Drone Iran?

Bagaimana Israel dan Sekutunya Cegat Lebih dari 300 Rudal dan Drone Iran?

Internasional
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Mengenal Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Mengenal Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Internasional
30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

Internasional
Seberapa Berpengaruh Greta Thunberg?

Seberapa Berpengaruh Greta Thunberg?

Internasional
Trump Dituduh Menjual Alkitab untuk Kebutuhan Kampanye

Trump Dituduh Menjual Alkitab untuk Kebutuhan Kampanye

Internasional
Belajar dari Cara Taiwan Menghadapi Gempa Bumi

Belajar dari Cara Taiwan Menghadapi Gempa Bumi

Internasional
Korupsi dan Kecurangan Pemilu, Alasan AS Jatuhkan Sanksi pada Zimbabwe

Korupsi dan Kecurangan Pemilu, Alasan AS Jatuhkan Sanksi pada Zimbabwe

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com