Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta Unik Kaisar Akihito, Pemimpin Membumi yang Dicintai

Kompas.com - 14/10/2021, 12:44 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber BBC

KOMPAS.com - Akihito adalah putra Hirohito, kaisar Jepang yang punya peran besar dalam jalannya Perang Dunia II.

Di akhir monarki Jepang pasca-menyerah di Perang Dunia II, Akihito jadi saksi transformasi rumah tangga kekaisaran menjadi simbol "persatuan rakyat".

Kekaisaran jadi lebih ramah dan terlibat langsung dengan rakyat, sebagaimana peran yang didefinisikan dalam konstitusi.

Bagaimana jalannya kekaisaran Akihito dan mengapa dia jadi salah satu kaisar kesayangan Jepang? Dilansir BBC, inilah sejumlah fakta unik Akihito.

Baca juga: Kaisar Emiritus Jepang Akihito Muncul Pertama Kali sejak Turun Takhta

Garis Keturunan Panjang Akihito

Lahir 23 Desember 1933, Akihito adalah kaisar ke-125 dari garis keturunan yang kalau ditelusuri kembali, berusia lebih dari 2.600 tahun menurut silsilah resmi.

Hal ini menjadikan Kekaisaran Jepang sebagai monarki turun-temurun tertua di dunia.

Sesuai dengan tradisi kerajaan, ia dibesarkan terpisah dari orang tuanya di kamar bayi kekaisaran sejak usia dua tahun.

Baca juga: Ini Kesan Trump Terhadap Kaisar Akihito yang Turun Takhta

Pernikahan Akihito Melanggar Tradisi

Akihito, yang saat itu jadi putra mahkota, menikah dengan orang biasa pada tahun 1959.

Dia mengakhiri tradisi berusia 1.500 tahun di mana tak ada keluarga kerajaan yang menikahi orang biasa.

Kisah cinta Akihito dijuluki "romansa lapangan tenis" karena kedua pasangan bertemu di atas jaring.

Bersama Permaisuri Michiko, dia memiliki tiga anak dan empat cucu.

Baca juga: Setelah Turun Takhta, Akihito Bakal Bergelar Kaisar Emiritus

Akihito dan Tahta Krisan

Keluarga Jepang berpangkat tinggi secara tradisional memiliki lambang keluarga, yang dalam kasus leluhur kaisar adalah krisan.

Akihito mengambil alih Tahta Krisan pada tahun 1989 setelah ayahnya, Hirohito, meninggal.

Upacara penobatan resmi tidak selesai sampai hampir dua tahun kemudian, dan melibatkan ritual di Kuil Ise.

Baca juga: Setelah Turun Takhta, di Mana Akihito Akan Tinggal?

Akihito dan Sifat Membumi

Dalam memimpin, Akihito telah mengadopsi gaya yang lebih informal dan modern.

Halaman:
Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com