Kompas.com - 12/10/2021, 11:02 WIB

Awal 1990-an, Abbas kembali mengupayakan jalan dialog dengan membentuk strategi negosiasi Palestina di konferensi perdamaian di Madrid, Spanyol, pada 1991, serta saat pertemuan rahasia dengan Israel di Norwegia, yang melahirkan Oslo Accord pada 1993.

Melalui kesepakatan itu, Israel dan Palestina telah saling memperluas pengakuan satu sama lain, dengan Israel menyerahkan pemerintahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina.

Baca juga: Bicara di Telepon, Trump Undang Mahmoud Abbas ke Gedung Putih

Mahmoud Abbas Menjadi Presiden Palestina

Pada 2003, Pemimpin Otoritas Palestina, Yasser Arafat membentuk lembaga perdana menteri dan menunjuk Abbas sebagai perdana menteri pertama. Namun dia mundur setelah hanya empat bulan.

Pada 2004, Yasser Arafat meninggal dan membuka posisi puncak pemerintahan Palestina untuk Abbas. Dia pun terpilih secara aklamasi sebagai ketua PLO pada 11 November 2004.

Abbas kemudian dicalonkan oleh Fatah untuk menjadi kandidat dalam pemilihan presiden Palestina yang digelar pada 9 Januari 2005. Dia pun terpilih setelah meraih 62,3 persen suara.

Meski dia terpilih untuk masa jabatan selama empat tahun, namun pada kenyataannya dia menjabat lebih lama, karena pemilihan untuk penggantinya berulang kali ditunda.

Baca juga: Mahmoud Abbas: Israel Menjajah Palestina dari Semua Sisi

Dia pun menghadapi kritik sepanjang masa jabatannya sebagai presiden karena masalah manajemen urusan dalam negeri serta dipandang tidak mampu memajukan proses perdamaian dengan Israel.

Abbas masih menjabat sebagai presiden Palestina hingga kini.

Proses perdamaian dengan Israel yang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan tercapai, tetap diperjuangkannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.