Kompas.com - 09/10/2021, 04:48 WIB
Jurnalis situs berita Rappler, Maria Ressa yang dikenal kerap mengkritik kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP/NOEL CELISJurnalis situs berita Rappler, Maria Ressa yang dikenal kerap mengkritik kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Maria Ressa adalah salah satu jurnalis yang mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2021 pada Jumat (8/10/2021).

Komite Nobel memuji Maria Ressa karena menggunakan kebebasan berekspresi untuk mengungkap penyalahgunaan kekuasaan, penggunaan kekerasan, dan otoritarianisme yang berkembang di negara asalnya, Filipina.

Jurnalis pemenang penghargaan ini pernah dihukum pada 2020 atas pencemaran nama baik dalam kasus yang dianggap sebagai ujian kebebasan pers Filipina, seperti dilansir BBC pada Jumat (8/10/2021).

Dalam siaran langsung oleh Rappler, Maria Ressa mengatakan, dia "terkejut" mendapatkan Nobel Perdamaian 2021.

"Ini menunjukkan bahwa komite Hadiah Nobel Perdamaian menyadari bahwa dunia tanpa fakta berarti dunia tanpa kebenaran dan kepercayaan," kata Maria Ressa.

Baca juga: Jurnalis Maria Ressa dan Dmitry Muratov Menang Nobel Perdamaian berkat Membela Kebebasan Berekspresi

Siapakah Maria Ressa itu?

Maria Ressa yang saat ini berusia 58 tahun ini adalah salah satu pendiri media Rappler pada 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rappler sekarang memiliki 4,5 juta pengikut di Facebook, dan telah dikenal karena analisisnya yang cerdas dan investigasinya yang dalam.

Media milik Maria Ressa adalah salah satu dari sedikit organisasi media Filipina yang secara terbuka mengkritik Presiden Rodrigo Duterte dan kebijakannya.

Rappler telah menerbitkan secara luas tentang perang mematikan presiden populis tersebut terhadap narkoba, serta mengambil pandangan kritis pada isu-isu misogini, pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.

Wanita kelahiran Filipina 2 Oktober 1963 ini secara pribadi telah melaporkan penyebaran propaganda pemerintah di media sosial.

Baca juga: [Biografi Tokoh Dunia] Abiy Ahmed, Pemenang Nobel Perdamaian yang Kini Pimpin Perang Saudara di Ethiopia

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

Internasional
6 Insiden Perang Dingin yang Nyaris Jadi Perang Dunia III

6 Insiden Perang Dingin yang Nyaris Jadi Perang Dunia III

Internasional
Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Internasional
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Daftar Negara yang Mengakui Taiwan

Daftar Negara yang Mengakui Taiwan

Internasional
Akar Konflik China-Taiwan

Akar Konflik China-Taiwan

Internasional
Sejarah Taiwan, dari Kedatangan Bangsa Asing hingga Era Modern

Sejarah Taiwan, dari Kedatangan Bangsa Asing hingga Era Modern

Internasional
Hubungan Amerika Serikat dengan Taiwan

Hubungan Amerika Serikat dengan Taiwan

Internasional
Standar Ganda Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Standar Ganda Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Internasional
Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Internasional
Rencana NATO soal Senjata Nuklir

Rencana NATO soal Senjata Nuklir

Internasional
Tujuan NATO Dulu dan Kini

Tujuan NATO Dulu dan Kini

Internasional
Daftar Negara Anggota NATO dan Cara Bergabung

Daftar Negara Anggota NATO dan Cara Bergabung

Internasional
Sejarah Berdirinya NATO, Prinsip, dan Tujuan

Sejarah Berdirinya NATO, Prinsip, dan Tujuan

Internasional
Perang Saudara China: Jalannya Pertempuran dan Berdirinya RRC

Perang Saudara China: Jalannya Pertempuran dan Berdirinya RRC

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.