Kompas.com - 06/10/2021, 13:41 WIB

KOMPAS.com – Dalam kehidupan global, sebuah negara tidak bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan bantuan negara lain.

Sebuah negara perlu memiliki hubungan antar-negara yang disebut hubungan internasional. Hubungan internasional rupanya memiliki sejarah yang cukup panjang.

Agus Subagyo dalam Studi Hubungan Internasional di Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Prospek yang diterbitkan jurnal Dinamika Global menyebut, hubungan internasional pertama kali tercetus pada 1919 di Inggris.

Baca juga: Energi Terbarukan: Pengertian, Contoh, Manfaat, dan Kekurangannya

Pada mulanya, sejarah hubungan internasional bertujuan untuk mencegah peperangan dan menciptakan perdamaian.

Ketika itu, hubungan internasional dirancang dan didesain untuk menghilangkan prasangka negatif antar-negara agar Perang Dunia I tak terulang kembali.

Caranya adalah dengan mempererat kerja sama antara negara-negara melalui hubungan diplomatik dan hubungan konsuler.

Baca juga: Energi Tak Terbarukan: Pengertian dan Macamnya

Harapannya, perang dapat dicegah dan perdamaian dapat diciptakan apabila antar-negara tercipta komunikasi, koordinasi, kerja sama, sinergi, serta interaksi yang konstruktif.

Dari inggris, studi dan pembelajaran mengenai hubungan internasional menyebar dan berkembang ke daratan Eropa hingga menjalar Amerika Serikat (AS).

Di AS, ilmu yang mendalami hubungan internasional menjadi berkembang pesat hingga akhirnya mencapai daerah lain seperti Amerika Latin, Asia, hingga Afrika.

Baca juga: Kaisar Jepang: Sejarah dan Peranannya

Pengertian hubungan internasional

Sebagaimana dijlaskan sebelumnya, setaip negara pasti membutuhkan negara lain.

Oleh karenanya, negara-negara di dunia butuh menjalin hubungan atau melakukan kerja sama dengan negara lain.

Kerja sama atau kooperasi inilah yang disebut hubungan internasional.

Diberitakan Kompas.com teori hubungan internasional adalah mempelajari tentang penyebab dan kondisi yang menciptakan kerja sama.

Baca juga: Sejarah Jepang: Dari Negeri Matahari Terbit sampai Era Modern

Menurut Anak Agung Banyu Perwita dan Yanyan Mochamad Yani dalam Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, hubungan internasional merupakan suatu keharusan sebagai akibat adanya saling ketergantungan.

Hubungan internasional juga merupakan sebuah akibat dari bertambah kompleksnya kehidupan manusia dalam masyarakat internasional.

Sehingga, adanya ketergantungan tersebut tidak memungkinkan adanya suatu negara yang menutup diri terhadap dunia luar.

Baca juga: Sejarah Kapal Udara: Mengangkasa dengan Hidrogen, Berakhir Pasca-Hindenburg

Manfaat hubungan internasional

Melansir Kompas.com, hubungan internasional sangat bermanfaat untuk keberlangsungan sebuah negara di komunitas internasional.

Beberapa manfaat hubungan internasional itu adalah:

- Menjaga perdamaian dunia

Konflik bersenjata atau bahkan perang bisa dicegah melalui terjalinnya hubungan internasional yang baik.

Dalam mencegah konflik, para kepala negara yang bersangkutan juga bisa membuat perjanjian yang legal.

Jika pun ada masalah, para pemimpin negara bersangkutan bakal membicarakan masalah tersebut dengan cara yang baik.

Baca juga: Sejarah Piring, Awalnya Terbuat dari Kayu?

- Memenuhi kebutuhan ekonomi

Selain menjaga agar tidak terjadi perang, hubungan internasional juga bisa mengangkat pereknomian antar-negara.

Pemenuhan ekonomi tersebut bisa dilakukan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah ekspor dan impor.

Selain itu, ada pula kesepakatan penentuan syarat yang lebih luas untuk mengembangkan pereknomian.

Contohnya adalah batasan perdagangan lintas batas, pajak, rute transportasi, sanksi perdagangan, ketentuan bahan yang bisa diperdagangkan ataupun tidak, serta berbagai ketentuan lainnya.

Baca juga: Sejarah Guling, Benarkah Hanya Ada di Indonesia?

Asas hubungan internasional

Hubungan internasional diatur dalam hukum internasional dan juga dilandasi oleh asas-asas internasional.

Melansir Kompas.com, berikut asas-asas dalam hubungan internasional:

  • Asas teritorial

Seperti namanya, asas teritorial mewajibkan suatu negara yang terlibat dalam hubungan internasional tetap berkuasa di wilayahnya.

Asas teritorial menyatakan bahwa suatu negara dapat mengatur masalah perdata dan pidana dalam batas kedaulatannya.

Baca juga: Sejarah Bahasa Isyarat, Siapa yang Memakainya Pertama Kali?

  • Asas kebangsaan

Bila ada seorang warga negara, maka dia akan selalu terikat dengan bangsanya meski dia berada di mancanegara. Inilah yang dimaksud dengan asas kebangsaan.

Adanya asas kebangsaan juga memungkinkan warga negara yang tinggal di luar negeri untuk turut serta dalam pemilu meski tak berada di negaranya.

  • Asas kepentingan umum

Asas kepentingan umum menyatakan bahwa negara-negara dalam hubungan internasional dapat mengatur kehidupan bermasyarakat dengan mengutamakan kepentingan umum.

Dengan demikian, jika ada pelanggaran atau ancama terhadap kepentingan umum, dapat disesuaikan hukumnya tanpa terikat batas wilayah suatu negara.

Baca juga: Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Internasional
Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Internasional
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Internasional
Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Internasional
Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Internasional
Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Internasional
Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Internasional
Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Internasional
4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

Internasional
40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Internasional
Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Internasional
Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Internasional
Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Internasional
Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.