Kompas.com - 05/10/2021, 09:58 WIB
Foto yang dirilis kantor berita Korea utara (KCNA) menunjukkan proyektil yang diklaim sebagai rudal hipersonik diluncurkan dari Toyang-ri, Ryongrim County, Provinsi Jagang, Korea Utara, pada Selasa 28 September 2021. Pada Rabu 29 September 2021, Korea Utara mengumumkan berhasil menembakkan rudal balistik terbaru yang bisa dirancang membawa kepala nuklir. AP PHOTO/KCNA via KNSFoto yang dirilis kantor berita Korea utara (KCNA) menunjukkan proyektil yang diklaim sebagai rudal hipersonik diluncurkan dari Toyang-ri, Ryongrim County, Provinsi Jagang, Korea Utara, pada Selasa 28 September 2021. Pada Rabu 29 September 2021, Korea Utara mengumumkan berhasil menembakkan rudal balistik terbaru yang bisa dirancang membawa kepala nuklir.

KOMPAS.com - Uji coba rudal hipersonik Korea Utara pekan lalu memicu kekhawatiran baru, tentang perlombaan senjata mutakhir yang dapat mengganggu keseimbangan nuklir global.

Rusia, yang pada Senin (4/10/2021) mengatakan pihaknya melakukan uji coba rudal hipersonik dari kapal selam untuk pertama kalinya, memimpin perlombaan ini.

Di bawahnya ada China dan Amerika Serikat, serta setidaknya lima negara lain sedang menyiapkan senjata hipersonik.

Baca juga: Rusia Uji Coba Zircon, Rudal Hipersonik Baru dari Kapal Selam

Kenapa banyak negara ingin rudal hipersonik?

Gambar yang diunggah oleh Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan rudal hipersonik Zircon ditembakkan dari kapal perang Admiral Gorshkov.The Sun Gambar yang diunggah oleh Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan rudal hipersonik Zircon ditembakkan dari kapal perang Admiral Gorshkov.
Rudal hipersonik, seperti rudal balistik tradisional yang dapat membawa senjata nuklir, dapat terbang lebih dari lima kali kecepatan suara.

Bedanya, rudal balistik terbang tinggi ke angkasa dalam jalur berbentuk busur untuk mencapai target, sedangkan rudal hipersonik terbang pada lintasan rendah di atmosfer, berpotensi mencapai target lebih cepat.

Lalu yang terpenting, rudal hipersonik dapat bermanuver (seperti rudal jelajah yang lebih lambat, biasanya subsonik), membuatnya lebih sulit untuk dilacak dan dicegat.

Meski negara-negara seperti Amerika Serikat telah mengembangkan sistem yang dirancang untuk bertahan melawan rudal jelajah dan balistik, kemampuan untuk melacak dan menjatuhkan rudal hipersonik tetap menjadi pertanyaan.

Rudal hipersonik dapat digunakan untuk membawa hulu ledak konvensional, lebih cepat dan tepat daripada rudal lainnya.

Akan tetapi kapasitas mereka untuk membawa senjata nuklir dapat menambah ancaman suatu negara, dan meningkatkan bahaya konflik nuklir.

Baca juga: Korea Utara Klaim Luncurkan Rudal Hipersonik, Teknologi Militer Mereka Makin Maju

Apakah rudal hipersonik sudah jadi ancaman sekarang?

Rusia, China, Amerika Serikat, dan sekarang Korea Utara semuanya melakukan uji coba rudal hipersonik.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

Internasional
5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Sejarah Gajah Perang: 'Tank' Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Sejarah Gajah Perang: "Tank" Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Internasional
6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

Internasional
Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Internasional
Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Internasional
Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Internasional
Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Internasional
10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

Internasional
5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

Internasional
10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

Internasional
Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Internasional
Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.