Digigit Kelelawar Saat Tidur, Pria Ini Meninggal Terinfeksi Rabies

Kompas.com - 01/10/2021, 19:29 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pria di AS dilaporkan meninggal karena terinfeksi rabies, setelah digigit kelelawar saat tidur.

Si lelaki, yang berusia sekitar 80-an, terbangun dan menemukan kelelawar di lehernya pada pertengahan Agustus di Illinois.

Dia kemudian dinasihatkan untuk secepatnya memeriksakan diri dengan dugaan rabies. Tetapi nasihat ini diabaikan.

Baca juga: Waspada dan Kenali Tanda-tanda Hewan Terpapar Rabies

Sekitar satu bulan kemudian, kakek itu mengalami gejala seperti nyeri leher, sakit kepala, kesulitan mengendalikan lengan, hingga kesulitan berbicara.

Kelelawar yang menggigit pria itu ditangkap dan dinyatakan positif rabies. Adapun pria itu meninggal tak lama kemudian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pekan ini mengonfirmasi diagnosis lelaki itu berdasarkan uji laboratorium.

Dilansir Daily Mirror Kamis (30/9/2021), publik yang berkontak dengan laki-laki tersebut mendapatkan perawatan pencegahan.

Badan Kesehatan Publik Illinois (IPDH) menyatakan, pakar alam liar menemukan adanya koloni kelelawar di rumah korban.

Direktur IPDH Dr Ngozi Ezike menuturkan, rabies mempunyai tingkat kematian yang tinggi dibandingkan penyakit lainnya.

"Meski begitu, terdapat pengobatan yang bisa menyelamatkan jiwa jika terduga penderita segera berobat," papar Dr Ezike.

Karena itu, dia menyerukan jika ada yang merasa terpapar rabies, dia harus segera mencari pertolongan di rumah sakit terdekat.

Berdasarkan laporan CDC, kebanyakan kelelawar tidak mempunyai penyakit itu. Tapi, banyak orang di AS yang terpapar setelah digigii mamalia terbang tersebut.

Virus itu dilaporkan menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan penyakit otak yang berdampak pada kematian jika tak segera diobati.

Adapun diagnosis virus itu pada korban merupakan laporan pertama yang diterima Illinois sejak 1954 silam.

Baca juga: Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemprov DKI Vaksinasi dan Periksa Kesehatan 618 Hewan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.