5 Fakta Senapan AK-47, Sempat Buat Si Penemu Merasa Berdosa

Kompas.com - 01/10/2021, 17:45 WIB
Mikhail Kalashnikov adalah jenderal Rusia yang menciptakan senapan serbu jenis AK-47. AP PHOTO/VLADIMIR VYATKINMikhail Kalashnikov adalah jenderal Rusia yang menciptakan senapan serbu jenis AK-47.

KOMPAS.com - Dalam dunia peperangan, konflik, maupun adu hidup mati pasukan di medan laga, siapa yang tak mengenal AK-47.

Senapan serbu ini pertama kali lahir dari tangan mantan komandan perang, yaitu Mikhail Timofeyevich Kalashnikov

Senapan ini dikenal punya desain yang simpel. Namun atas dasar itulah, AK-47 banyak digunakan sipil maupun militer di belahan dunia.

Apa saja fakta mencengangkan lain dari senapan pembunuh ini? Berikut beberapa di antaranya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mikhail Kalashnikov, Pencipta AK-47 Senjata Paling Mematikan di Dunia

Ditemukan prajurit yang terluka

Mikhail Kalashnikov lahir di sebuah keluarga petani di Rusia selatan pada 1919. Sebagai seorang anak laki-laki, ia ingin menjadi seorang penyair, tetapi seperti kebanyakan orang di Uni Soviet, ia malah menjadi tentara.

Kalashnikov naik pangkat untuk menjadi komandan tank sampai dia terluka saat melawan Nazi Jerman di Pertempuran Bryansk pada 1941.

Dia mengambil cuti enam bulan. Pada masa cuti itulah dia mendapatkan pemikiran soal versi pertama AK-47.

Atasan Kalashnikov yang melihat bakatnya mendorong karyanya. Pada 1945, rancangan Kalashnikov sudah dibuatkan prototipe untuk kompetisi.

Desain itu kemudian direkomendasikan untuk tentara Rusia merupakan rancangan versi 1947.

Setahun kemudian, Kalashnikov ditugaskan ke pabrik senjata Izmash di Izhevsk, pabrik yang sudah dikenal sejak masa kekaisaran. Dia ditugaskan di bagian produksi senjata.

Baca juga: Taliban Tukar AK-47 Rusia dengan Senapan Buatan AS yang Disita Saat Ambil Alih Afghanistan

Nama AK-47

Senjata ini dinamakan "AK-47" yang merupakan akronim dari "Avtomat Kalashnikova".

Nama ini merujuk pada Kalashnikov, yang merupakan desainer senjata api itu.

Sedangkan 47 merujuk tahun 1947, saat kantor teknis di Kovrov, sebuah kota di sebelah timur Moskow, menyelesaikan prototipe senjata ini.

Senapan ini mempunyai ukuran kecil dengan jangkauan yang pendek. Peluru yang digunakan adalah kaliber 7,62 x 39 mm.

Banyak anggapan bahwa senapan ini hampir mirip dengan senapan StG44 buatan Jerman. Namun, Kalashnikov menampiknya.

Baca juga: Keluar dari Kaca Mobil Membawa Senapan AK-47, Wanita Ini Viral

Banyak digunakan di seluruh dunia

Karena mudah diproduksi, banyak negara yang mengembangkan senjata AK-47 setelah mendapatkan lisensi pembuatan.

AK-48 menjadi dasar berbagai senjata derivatif seperti Finlandia Rk 62, Galil Israel, dan Cina Norinco Tipe 86S.

Pada periode 1970-an, keluarga senjata AK-47 tetap digunakan militer secara luas dengan negara-negara lain.

Karena senjata itu mudah dipelajari, dioperasikan, dan diperbaiki, AK-47 dianggap alat yang efektif untuk tentara non-profesional dan kelompok milisi.

Selain militer profesional, AK-47 telah dimanfaatkan oleh berbagai kelompok perlawanan dan revolusioner.

Termasuk Viet Cong, milisi Sandinista di Nikaragua, dan kelompok Taliban di Afghanistan. AK-47 juga telah dimanfaatkan oleh organisasi kejahatan dan teroris.

Baca juga: Baku Tembak Satgas Nemangkawi dan KKB di Ilaga, Satu Teroris Kabur Bawa AK-47, Dua Tewas

Mikhail Kalashnikov merasa berdosa

Mikhail Kalashnikov mengaku menanggung beban dosa selama hidupnya.

Menjelang akhir hayatnya, Kalashnikov yang menganut Kristen Ortodoks mengaku takut berdosa atas kematian semua orang yang diakibatkan senjata ciptaannya itu.

Sebelum meninggal, dia menulis surat yang berisi penyesalannya karena telah menciptakan senjata tersebut.

Ribuan nyawa melayang berkat penciptaan senjata serbu pertama tersebut.

Surat yang diketik di atas kertas surat pribadi Kalashnikov tersebut ditandangani langsung pria yang menyebut dirinya "budak" Tuhan itu.

Sekretaris Pers Patriakh Kirill, Alexander Volkov mengatakan, Gereja Ortodoks Rusia memang telah menerima surat dari Kalashnikov itu dan sudah membalasnya secara pribadi.

Kalashnikov, yang pemakamannya dihadiri Presiden Vladimir Putin, menciptakan sebuah senapan serbu yang sederhana dan terbukti tangguh saat digunakan Tentara Merah.

Kini, AK-47 merupakan senjata serbu yang paling banyak diproduksi di dunia secara legal maupun ilegal.

Baca juga: Putin Sebut Vaksin Sputnik V Bisa Diandalkan seperti Senapan AK-47, Kapan Dipakai di Indonesia?

Dijual relatif murah

Senjata Kalashnikov memang simpel. Beratnya pada awal sekitar 4,3 kilogram. Namun, kini dibuat versi dengan berat hanya 3,6 kilogram.

Itu sebabnya banyak anak-anak anggota kelompok bersenjata dengan enteng menyandang AK-47.

Harga AK-47 juga relatif murah, bisa diperoleh dengan 125 dollar AS atau Rp 1,25 juta di pasar gelap.

Izhmash, produsen AK-47 di Rusia, mengaku, senjata AK-47 yang dipalsu diproduksi di Bulgaria, China, Polandia, dan AS.

Aksi pemalsuan ini membuat Izhmash merugi hingga 360 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun per tahun.

Senapan AK-47 dikenal luas karena biaya produksinya yang rendah dan kemampuannya di kondisi ekstrem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.