Sejarah Bahasa Isyarat, Siapa yang Memakainya Pertama Kali?

Kompas.com - 01/10/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

 

KOMPAS.com - Bahasa isyarat diperlukan bagi para tuna rungu untuk berkomunikasi.

Kondisi terganggunya fungsi pendengaran yang bisa berlangsung sementara atau bahkan permanen ini, memang menghambat komunikasi.

Tapi bahasa isyarat mempermudah itu semua. Sosok pertama yang mempeloporinya pun dianggap amat berjasa.

Baca juga: Reaksi Penerjemah Bahasa Isyarat Melihat Penampilan BTS Permission to Dance di Markas Besar PBB Jadi Sorotan

Dilansir berbagai sumber, bahasa isyarat pertama kali diajarkan seorang dokter bernama Geronimo Cardano dari Padua, Italia, pada abad ke-16.

Dokter Cardano menyadari penderita tuna rungu dapat diajarkan memahami simbol.

Caranya dengan mencocokkan simbol pada hal-hal yang mereka lihat.

Pemahaman dokter Cardano ini bermula saat dirinya mengajarkan bahasa tulisan ke putranya, yang memang seorang tuna rungu.

Dia menyadari bahwa pemahaman yang dimiliki putranya sama dengan anak-anak lain yang tidak memiliki masalah pendengaran.

Baca juga: Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Tunarungu

Lalu pada tahun 1775, seorang kepala biara bernama Charles Michel de L'Eppe dari Paris mendirikan sekolah gratis pertama bagi penderita tuna rungu.

Di sekolah ini, L'Eppe mengajarkan penderita tuna rungu berkomunikasi menggunakan gerakan, tanda jari, dan tangan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.