Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Wilayah Jepang Terbagi Antara Kanto dan Kansai?

Kompas.com - 29/09/2021, 17:04 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

 

KOMPAS.com - Gambaran tentang Jepang seringkali hiruk-pikuk, modern, dan sangat futuristik.

Di sisi lain, gambaran ini bisa berubah seperti lanskap pedesaan, hijau, asri, gunung-gunung eksotis, dan nuansa yang sangat tenang.

Ternyata, dualisme wilayah seperti itu memang ada di sana. Dikenal dengan istilah wilayah Kanto dan wilayah Kansai.

Baca juga: Kandidat Kuat Perdana Menteri Baru Jepang, Taro Kono Vs Fumio Kishida

Dilansir Tsunagu Japan, secara umum, penduduk Jepang memang membagi negaranya dalam dua wilayah yang berbeda, Kanto dan Kansai.

Penamaan wilayah ini ternyata berdasarkan letak wilayahnya.

Kanto yang berada di Jepang bagian timur, berasal dari "-to" yang berarti timur.

Sedangkan Kansai berada di Jepang bagian barat, terlihat dari kata "-sai" yang berarti barat.

Pembagian wilayah Kansai dan Kanto ini berawal dari pemindahan ibu kota negara Jepang, dari Kyoto ke Tokyo pada 1868.

Baca juga: 10 Kisah Senjata Keramat dari Para Dewa Jepang Kuno

Hal ini kemudian membuat dua kota ini menjadi sangat terkenal, baik di Jepang maupun internasional.

Padahal, dua kota ini memiliki beberapa hal yang sangat berbeda.

Tokyo yang lebih modern dan ramai, mewakili wilayah Kanto yang saat ini menjadi pusat pemerintahan di Jepang.

Sedangkan Kyoto, yang masih kental dengan budaya Jepang, mewakili wilayah Kansai yang sering disebut sebagai "dapur Jepang".

Baca juga: Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Perbedaan pertama yang terlihat jelas dari wilayah Kansai dan Kanto adalah warna taksi yang beroperasi.

Warna pada taksi yang beroperasi di Kanto, kebanyakan adalah warna kuning, walaupun taksi dengan warna lain, seperti putih dan hitam, juga banyak terlihat.

Hal ini disebabkan karena ada banyak perusahaan taksi yang mengoperasikan taksinya di wilayah Kanto.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Junta Myanmar Dituding Pakai Warga Rohingya sebagai “Perisai Manusia”

Junta Myanmar Dituding Pakai Warga Rohingya sebagai “Perisai Manusia”

Internasional
Mengapa Banyak Sekali Tentara Rusia Tewas di Ukraina?

Mengapa Banyak Sekali Tentara Rusia Tewas di Ukraina?

Internasional
Kecerdikan dan Kegigihan Hamas dalam Memperoleh Senjata

Kecerdikan dan Kegigihan Hamas dalam Memperoleh Senjata

Internasional
Sosok Uskup Korban Penusukan Dalam Aksi Terorisme di Australia

Sosok Uskup Korban Penusukan Dalam Aksi Terorisme di Australia

Internasional
Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Internasional
Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Internasional
Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Internasional
Siapa Pemasok Terbesar Senjata untuk Israel?

Siapa Pemasok Terbesar Senjata untuk Israel?

Internasional
Apa Saja Jenis Persenjataan Militer Israel dan dari Mana Pasokannya?

Apa Saja Jenis Persenjataan Militer Israel dan dari Mana Pasokannya?

Internasional
Seberapa Kuat Militer Iran?

Seberapa Kuat Militer Iran?

Internasional
Serangan Iran ke Israel Tampaknya Direncanakan untuk Gagal

Serangan Iran ke Israel Tampaknya Direncanakan untuk Gagal

Internasional
Bagaimana Israel dan Sekutunya Cegat Lebih dari 300 Rudal dan Drone Iran?

Bagaimana Israel dan Sekutunya Cegat Lebih dari 300 Rudal dan Drone Iran?

Internasional
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Mengenal Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Mengenal Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Internasional
30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com