Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

Kompas.com - 27/09/2021, 16:04 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber Newsweek

BEIJING, KOMPAS.com - China melalui media resminya mengeklaim, kekuatan mereka jadi faktor pembebasan anak pendiri Huawei Meng Wanzhou.

Meng dibebaskan oleh pengadilan Kanada pada Jumat (24/9/2021), setelah Kementerian Kehakiman AS (DOJ_ menangguhkan dakwaannya.

Dia sebelumnya ditangkap di Vancouver pada Desember 2018, dan hendak diekstradisi ke AS atas tuduhan penipuan.

Baca juga: Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Tak lama setelah Meng dibebaskan, China juga melepaskan dua warga Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor.

Duo Michael ditahan otoritas "Negeri Panda" tak lama setelah penangkapan Meng Wanzhou. Banyak kalangan menyebut dua negara melakukan pertukaran tahanan.

Pada Sabtu (25/9/2021), Global Times dalam editorialnya menyatakan Meng Wanzhou bisa bebas karena kekuatan nasional mereka.

"Saat kita semakin kuat, maka masalah akan semakin banyak. Hanya negara kuat yang bisa menyelesaikanya secara bermartabat," ulas Global Times.

Tak jauh berbeda dengan media pemerintah, Meng juga mengucapkan terima kasih kepada Beijing lewat akun WeChat.

Dipublikasikan South China Morning Post, anak pendiri Huawei Ren Zhengfei itu berterima kasih atas pembebasannya.

Baca juga: China Bebaskan 2 Warga Kanada Setelah Anak Pendiri Huawei Dilepaskan

"Di bawah kepemimpinan Partai Komunis China, tanah air kita mencapai kemakmuran. Tanpa mereka, saya tak mungkin merasakan kebebasan," klaimnya.

Dilansir Newsweek, perempuan berusia 49 tahun tersebut berterima kasih kepada Kedutaan Besar China dan pengacaranya.

Kemudian warga dan media Kanada yang dia anggap "adil" dalam menyikapi kasusnya, serta pemerintah "Negeri Mapple" karena tetap menegakan hukum secara adil.

Meng menjadi incaran AS setelah dianggap berbohong buntut bisnis Huawei dengan perusahaan milik Iran, Skycom.

Baca juga: Ini Kata-kata Pertama Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou Usai Dibebaskan Kanada

DOJ menjelaskan, Meng memalsukan pernyataan dengan menyebut Skycom merupakan mitra satu-satunya Huawei, padahal merupakan anak perusahaan.

Mengingat Washington yang menjatuhkan sanksi kepada Iran, Meng memberikan kesaksian palsu sehingga raksasa telekomunikasi tersebut bisa terus berbisnis dengan Teheran.

Dalam pernyataanya, DOJ menerangkan sebagai ganti pembebasannya, Meng Wanzhou mengakui tuduhan yang dialamtkan kepadanya.

"Bahwa Meng dan karyawan Huawei lainnya terlibat dalam upaya untuk menipu lembaga keuangan global, pmerintah AS, dan publik terkait aktivitas mereka di Iran," ulas DOJ.

Baca juga: Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou Dapat Ancaman Mati, Termasuk Dikirimi Peluru

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Newsweek
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Internasional
Siapa Kelompok-kelompok Pro-Israel di AS?

Siapa Kelompok-kelompok Pro-Israel di AS?

Internasional
Mengenal Kelompok-kelompok Pro-Palestina di AS

Mengenal Kelompok-kelompok Pro-Palestina di AS

Internasional
Secara Ekonomi, Cukup Kuatkah Iran Menghadapi Perang dengan Israel?

Secara Ekonomi, Cukup Kuatkah Iran Menghadapi Perang dengan Israel?

Internasional
Mengapa Israel Menyerang Kota Isfahan di Iran?

Mengapa Israel Menyerang Kota Isfahan di Iran?

Internasional
Apa Status Palestina di PBB?

Apa Status Palestina di PBB?

Internasional
Alasan Mogok Kerja Para Dokter di Kenya

Alasan Mogok Kerja Para Dokter di Kenya

Internasional
Posisi Yordania Terjepit Setelah Ikut Tembak Jatuh Rudal Iran

Posisi Yordania Terjepit Setelah Ikut Tembak Jatuh Rudal Iran

Internasional
Asia Tenggara Jadi Tujuan Utama Perdagangan Sampah Impor Ilegal

Asia Tenggara Jadi Tujuan Utama Perdagangan Sampah Impor Ilegal

Internasional
Junta Myanmar Dituding Pakai Warga Rohingya sebagai “Perisai Manusia”

Junta Myanmar Dituding Pakai Warga Rohingya sebagai “Perisai Manusia”

Internasional
Mengapa Banyak Sekali Tentara Rusia Tewas di Ukraina?

Mengapa Banyak Sekali Tentara Rusia Tewas di Ukraina?

Internasional
Kecerdikan dan Kegigihan Hamas dalam Memperoleh Senjata

Kecerdikan dan Kegigihan Hamas dalam Memperoleh Senjata

Internasional
Sosok Uskup Korban Penusukan Dalam Aksi Terorisme di Australia

Sosok Uskup Korban Penusukan Dalam Aksi Terorisme di Australia

Internasional
Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Internasional
Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com