Kompas.com - 27/09/2021, 14:43 WIB
Foto yang dirilis pada 27 April 2018 memperlihatkan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani buku tamu di sebelah adik sekaligus penasihatnya, Kim Yo Jong, di desa perbatasan terpercaya Panmunjeom, Korea Selatan. AP/Korea Summit Press PoolFoto yang dirilis pada 27 April 2018 memperlihatkan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani buku tamu di sebelah adik sekaligus penasihatnya, Kim Yo Jong, di desa perbatasan terpercaya Panmunjeom, Korea Selatan.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengaku bakal mempertimbangkan pertemuan dengan Korea Selatan, asalkan ada jaminan keduanya saling menghormati.

Seoul menyambut baik tawaran itu, dengan Kementerian Unifikasi menyatakan akan terus berdialog dengan Pyongyang sembari meminta saluran telepon keduanya tetap aktif.

Pekan lalu, Korea Utara meminta kepada AS dan "Negeri Ginseng" untuk menanggalkan kebijakan bermusuhan dan penuh dengan standar ganda.

Baca juga: Kim Yo Jong: Korut Terbuka untuk Akhiri Perang Korea dengan Korsel

Seruan itu terjadi di tengah upaya Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953.

Secara teknis, dua Korea masih berperang karena konflik tersebut baru berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

"Saya pikir hanya ketika ketidakberpihakan dan sikap menghormati satu sama lain dipertahankan, akan ada pemahaman antara Utara dan Selatan," kata Kim Yo Jong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adik sekaligus orang kepercayaan Kim Jong Un itu mengatakan, diskusi yang konstruktif secara kontinyu akan menghasilkan solusi penting.

Dikutip KCNA, Kim mencontohkan penguatan kantor perwakilan dua Korea, maupun pernyataan berakhirnya perang.

Berbicara di Sidang Umum PBB pekan lalu, Moon Jae-in berulang kali menekankan pentingnya mengumumkan berakhirnya Perang Korea.

Baca juga: Korea Utara Minta Perang Korea Harus Dilanjutkan Selama AS Masih Memusuhi

Presiden berusia 68 tahun tersebut mengakui, upayanya mencapai tujuan politiknya berkejaran dengan waktu, sebelum jabatannya habis tahun depan.

Dilansir CNN Senin (27/9/2021), Korea Utara usdah berusaha untuk mengakhiri konflik, tetapi AS tidak setuju sebelum senjata nuklirnya diserahkan.

Dalam pernyataannya, Kim adik menerangkan dia mengakui adanya kegairahan untuk melanjutkan lagi dialog dengan "Negeri Ginseng".

Baca juga: PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

"Saya merasa atmosfer publik Korea Selatan untuk memulihkan hubungan antar-Korea dari kebuntuan begitu kuat. Kami pun demikian," kata dia.

Menyikapi ucapan Kim adik, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengingatkan jalur komunikasi keduanya harus dipulihkan.

Jalur komunikasi tersebut tidak lagi aktif sejak Agustus, karena Pyongyang tidak merespons telepon tetangganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Diplomat Paling Berpengaruh dalam Peristiwa Diplomasi Bersejarah

10 Diplomat Paling Berpengaruh dalam Peristiwa Diplomasi Bersejarah

Internasional
8 Tipe Diplomasi dalam Hubungan Internasional

8 Tipe Diplomasi dalam Hubungan Internasional

Internasional
Akhir dari Perang Saudara China dan Sejarah Berdirinya Taiwan

Akhir dari Perang Saudara China dan Sejarah Berdirinya Taiwan

Internasional
Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Internasional
Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Internasional
Sejarah Negara Israel

Sejarah Negara Israel

Internasional
5 Kapal Induk Lawas yang Terbukti Ampuh dalam Pertempuran

5 Kapal Induk Lawas yang Terbukti Ampuh dalam Pertempuran

Internasional
5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

Internasional
6 Insiden Perang Dingin yang Nyaris Jadi Perang Dunia III

6 Insiden Perang Dingin yang Nyaris Jadi Perang Dunia III

Internasional
Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Internasional
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Daftar Negara yang Mengakui Taiwan

Daftar Negara yang Mengakui Taiwan

Internasional
Akar Konflik China-Taiwan

Akar Konflik China-Taiwan

Internasional
Sejarah Taiwan, dari Kedatangan Bangsa Asing hingga Era Modern

Sejarah Taiwan, dari Kedatangan Bangsa Asing hingga Era Modern

Internasional
Hubungan Amerika Serikat dengan Taiwan

Hubungan Amerika Serikat dengan Taiwan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.