Kompas.com - 12/09/2021, 20:53 WIB
Foto tua dalam perayaan Ulang Tahun ke-90 arsitektur Belanda, Pierre Cuypers. [Via Wikimedia Commons] Via Wikimedia CommonsFoto tua dalam perayaan Ulang Tahun ke-90 arsitektur Belanda, Pierre Cuypers. [Via Wikimedia Commons]

KOMPAS.com - Pada awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20, hampir semua orang tidak pernah senyum saat foto, tidak seperti saat ini.

Fenomena tersebut ternyata sudah lumrah pada zaman dulu. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi orang dulu tidak penah senyum saat foto, berikut Kompas.com merankum dari beberapa sumber:

Baca juga: Kisah di Balik “The Falling Man”, Foto Tragis dari Serangan 9/11

1. Teknologi kamera lambat

Teknologi kamera yang berkembang saat itu masih lambat, sehingga sepertinya tidak memungkinkan orang menahan senyum bermenit-menit.

Seperti diketahui, bahwa untuk menahan senyum selama beberapa detik saja terkadang itu sulit. Jadi, orang-orang memilih untuk mempertahankan wajah mereka dalam pose yang bisa mereka tahan untuk beberapa waktu, dan wajah-wajah itu biasanya lurus dan tanpa emosi.

2. Terbiasa dilukis

Orang zaman dahulu biasa dilukis untuk mendapatkan potret diri mereka, Sehingga, pada massa perkembangan fotografi awal orang-orang saat berfoto masih melakukan kebiasaan mereka untuk dilukis, yaitu tidak tersenyum, kecuali Mona Lisa yang masih menjadi pertanyaan besar.

Baca juga: Foto Putin Telanjang Dada Menunggang Beruang, Asli atau Hasil Editan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Pemahaman tidak boleh pamer emosi

Pada zaman dahulu, secara luas orang-orang tertaanam pemahaman bahwa apa yang ditunjukkan di ruang publik lebih baik sisi diri yang tenang, dan menampilkan sesuatu yang bermartabat untuk orang-orang di sekitar Anda.

Pada waktu itu, para orangtua mendiktekan bahwa orang-orang tidak berperilaku terlalu pamer emosi mereka di depan umum.

Pada kenyataannya, jika seseorang tersenyum berlebihan, orang sering menduga bahwa mereka sedikit ada gangguan jiwa.

4. Gigi jelek

Ada anggapan juga bahwa kebersihan gigi telah menjadi norma bagi semua orang pada abad ke-19.

Dan karena foto dimaksudkan untuk menggambarkan orang-orang yang terbaik, mereka hanya akan tutup mulut untuk menyembunyikan gigi jelek mereka.

Baca juga: Postingan Viral Wartawan Foto Afghanistan Ungkap Hal Memilukan

5. Senyum seperti orang gila

Selama era Victoria, senyum lebar sering dikaitkan dengan kegilaan.

Penilaian ini berangkat dari norma sosial saat itu, yang mengamanatkan bahwa orang harus memiliki kendali atas emosinya di depan umum.

Jika tersenyum lebar saat itu, seseorang akan dinggap sedang mabuk atau gila, keduanya kualitas yang sangat tidak diinginkan pada zaman itu.

6. Tradisi fotografi postmortem

Dalam tradisi fotografi postmortem, seseorang, anak, atau hewan peliharaan yang baru saja meninggal akan difoto seolah-olah mereka masih hidup.

Dimulai pada hari-hari awal fotografi pada 1900, tradisi postmortem itu sebagian besar hilang.

Namun, potret tetap digunakan sebagai cara melestarikan kehidupan untuk generasi mendatang. Itu sebabanya, berfoto cenderung serius.

7. Mahal

Pada hari-hari awal kemunculan kamera, hanya sedikit orang yang mengambil foto mereka, dan bahkan lebih sedikit lagi yang mengambil foto mereka sendiri, karena mahal.

Kebanyakan orang hanya difoto sekali seumur hidup, yang berarti mereka tidak menganggap enteng acara foto tersebut.

Baca juga: Postingan Viral Wartawan Foto Afghanistan Ungkap Hal Memilukan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Internasional
Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Internasional
Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Internasional
4 Turnamen Utama Golf Dunia

4 Turnamen Utama Golf Dunia

Internasional
Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Internasional
Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Internasional
Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Internasional
Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Internasional
Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Internasional
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.