10 Sikap Toleransi Genghis Khan di Balik Kekejaman Perang Pasukan Mongol

Kompas.com - 11/09/2021, 22:51 WIB
Ilustrasi Genghis Khan, pendiri Kerajaan Mongol. [Via Wikimedia Commons] Via Wikimedia CommonsIlustrasi Genghis Khan, pendiri Kerajaan Mongol. [Via Wikimedia Commons]

KOMPAS.com - Genghis Khan, seorang panglima perang dari pasukan Mongol yang biasa menerapkan taktik perang kejam.

Ia dan pasukannya tak segan membunuh semua manusia hingga binatang di wilayah yang mereka jajah, anak-anak, wanita, hingga kucing dan anjing, tetapi membiarkan segelintir orang melarikan diri, untuk menyebarkan teror.

Pasukan Genghis Khan juga tega saja memutilasi mayat musuh dan membawa bagian tubuh, seperti hidung, bibir, dan telinga sebagai suvenir kebanggaan, seperti yang disebutkan di beberapa literasi.

Namun di lain sisi, ada sikap toleransi yang ditanamkan pria bernama asli Temujin ini dalam membangun Kekaisaran Mongol (1206-1227 M). Berikut 10 daftar sikap toleransi pemimpin Mongol tersebut, seperti yang dilansir dari Mentalfloss.com:

Baca juga: Rahasia Kekuatan Perang Pasukan Kekaisaran Mongol dalam Menaklukkan Asia

1. Kebebasan beragama

Genghis Khan mengesahkan aturan yang mengizinkan kebabasan beragama, dan bahkan memberikan pembebasan pajak untuk tempat-tempat ibadah.

Kebijakan itu ia ambil dengan mempertimbangkan bahwa rakyat kecil dapat terdorong untuk memberontak, jika itu tidak dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, mengingat bahwa bangsa Mongol menganut banyak agama berbeda, dan tidak mungkin untuk menyatukan mereka dalam satu agama. 

2. Melarang penyiksaan

Meski suka menahan musuh, disebutkan bahwa Genghis Khan melarang pasukannya untuk menyiksa orang-orang yang ditahan. Sebaliknya, ia suka merekrut mereka sebagai pasukannya.

Diceritakan dalam suatu perang, pemimpin Kekaisaran Mongol hampir terbunuh setelah kudanya ditembak dari bawah oleh tahanan musuh yang menembakkan panah.

Seorang pria dengan berani melangkah maju untuk mengaku, dan mengatakan dia akan menerima hukuman mati atau bersumpah setia abadi jika diampuni.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Demokrasi?

Apa yang Dimaksud dengan Demokrasi?

Internasional
7 Tokoh yang Mati Dipenggal Selama Revolusi Perancis

7 Tokoh yang Mati Dipenggal Selama Revolusi Perancis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Internasional
Apa yang Dimaksud dengan Oligarki?

Apa yang Dimaksud dengan Oligarki?

Internasional
Apa yang Dimaksud dengan Aristokrasi?

Apa yang Dimaksud dengan Aristokrasi?

Internasional
6 Kisah Cinta Tragis Warisan Sejarah, Mana Menurutmu yang Paling Menyayat Hati?

6 Kisah Cinta Tragis Warisan Sejarah, Mana Menurutmu yang Paling Menyayat Hati?

Internasional
Klub Bohemian, Tempat Perkumpulan Rahasia Kelas Elite Dunia

Klub Bohemian, Tempat Perkumpulan Rahasia Kelas Elite Dunia

Internasional
Kisah Marie Antoinette, Ikon Kecantikan Wanita Zaman Kerajaan Perancis yang Tewas Dipenggal

Kisah Marie Antoinette, Ikon Kecantikan Wanita Zaman Kerajaan Perancis yang Tewas Dipenggal

Internasional
10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

Internasional
Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Internasional
Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Internasional
6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

Internasional
Ini PLTS Terbesar di Dunia, Lebih Luas daripada Jakarta Pusat

Ini PLTS Terbesar di Dunia, Lebih Luas daripada Jakarta Pusat

Internasional
4 Tokoh Sejarah Dunia Penyebab Kerugian Ekonomi Terbesar, Salah Satunya Mansa Musa I

4 Tokoh Sejarah Dunia Penyebab Kerugian Ekonomi Terbesar, Salah Satunya Mansa Musa I

Internasional
Kisah Ella Harper, 'Gadis Unta' Penghibur di Panggung Sirkus

Kisah Ella Harper, "Gadis Unta" Penghibur di Panggung Sirkus

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.