Kompas.com - 11/09/2021, 20:17 WIB
Gambar yang diambil 14 September 2001 ini menunjukkan agen FBI, pemadam kebakaran, petugas penyelamat, dan insinyur bekerja di lokasi serangan 9/11 di Pentagon, Washington DC. Sebuah pesawat American Airlines markas Kementerian Pertahanan AS itu pada 11 September 2001. DOD/TECH SGT CEDRIC H RUDISILL via AFPGambar yang diambil 14 September 2001 ini menunjukkan agen FBI, pemadam kebakaran, petugas penyelamat, dan insinyur bekerja di lokasi serangan 9/11 di Pentagon, Washington DC. Sebuah pesawat American Airlines markas Kementerian Pertahanan AS itu pada 11 September 2001.

KOMPAS.com – Barbara Olson, seorang komentator di televisi sekaligus pengacara, tidak panik ketika pembajak mengambil alih penerbangannya pada 11 September 2001.

Pesawat Boeing 757 dari maskapai American Airlines yang ditumpanginya tersebut bertolak dari bandara Dulles di Washingon DC ke Los Angeles. Di kota tersebut, dia akan tampil di acara televisi.

Pesawat lepas landas pukul 8.20 pagi waktu setempat, dengan 53 penumpang dan enam kru kabin di dalamnya dan tak disangka ada lima pembajak di dalamnya.

Baca juga: Bush Bela Keputusan Invasi Afghanistan pasca Serangan 9/11: Lindungi Rakyat Amerika

Para pembajak menyerbu kokpit dan memaksa penumpang, kru kabin, dan pilot ke bagian belakang pesawat kurang dari 35 menit setelah penerbangan.

Setelah para pembajak mengambil alih pesawat, Barbara berhasil menelepon suaminya, Ted Olson, sebanyak dua kali meski saat itu para teroris bersenjatakan pisau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada suaminya, dia melaporkan pembajakan pesawat yang ditumpanginya tersebut dan bertanya apa yang bisa dia sampaikan kepada pilot.

Menurut laporan Komisi 9/11, Barbara adalah satu dari dua orang yang dapat melakukan panggilan telepon ke orang yang dicintai dari pesawat, selain pramugari Renee May.

Baca juga: Daftar Pertanyaan yang Sering Muncul Mengenai Serangan 9/11

20 tahun kemudian, suami Barbara masih mengagumi keberanian dan ketenangannya di saat-saat terakhir hidupnya.

"Sampai hari ini, saya tidak tahu bagaimana dia bisa melakukannya," kata Ted Olson sebagaimana dilansir Fox News, Sabtu (11/9/2021).

Kedua panggilan telepon itu sangat singkat setelah dua pesawat yang dibajak menabrak World Trade Center (WTC) dan membuat orang-orang kaget.

Setelah menerima telepon dari Barbara, Ted Olson langsung memperingatkan orang lain di FBI dan Kementerian Kehakiman AS bahwa pesawat ketiga sedang diserang.

Baca juga: Adobe Flash Tak Lagi Support, Sejumlah Liputan Ikonik 9/11 Hilang

“Barbara adalah orang yang luar biasa. Dia juga seorang pejuang. Dia tidak akan menerima ini dengan tenang,” ujar Ted Olson.

Namun, pada pukul 09.37 pagi waktu setempat pesawat itu menabrak sisi barat Pentagon dan semua orang di dalam pesawat tewas, termasuk Barbara.

29 orang yang berada di dalam Pentagon juga tewas akibat tragedi tersebut.

Sebagian bangunan runtuh dan petugas pemadam kebakaran harus menghabiskan waktu berhari-hari untuk memadamkan api sepenuhnya.

Baca juga: Detik-detik Serangan 9/11 di Markas Kementerian Pertahanan AS, Pentagon

“Saya merasakan beban yang sangat berat dari semua bencana itu. Itu sangat personal bagi saya sekaligus menghancurkan bagi bangsa kita,” kenang Olson.

“Dan saya juga merasa perlu membicarakan Barbara karena dia adalah orang yang luar biasa namun dibunuh secara tragis. Saya merasa bahwa saya bisa menjadi bagian dari suaranya,” lanjut Olson.

Sekarang, pada 2021, keputusan untuk hidup masih memandu Ted Olson sampai hari ini. Dia akan berusia 81 tahun sebentar lagi.

Ted Olson juga menolak pensiun, dia bekerja penuh waktu sebagai mitra pengacara di Gibson, Dunn & Crutcher LLP di Washington DC.

Baca juga: Teori Konspirasi Runtuhnya WTC 9/11, Benarkah Ada Bom dalam Bangunan?

Keberanian sampai akhir

Barbara Olson sebenarnya tidak seharusnya berada di pesawat yang bernasib buruk itu.

Awalnya, dia berencana terbang ke Los Angeles untuk tampil di acara "Politically Incorrect" pada 10 September.

Tapi dia mengubah jadwal perjalanannya agar bisa merayakan ulang tahunnya suaminya dengan makan malam pada 10 September 2001. Ted Olson berulang tahun pada 11 September.

Pagi hari 11 September 2001, Ted Olson bangun lebih awal seperti biasanya dan meninggalkan rumah mereka di pinggiran utara Virginia menuju Washington DC.

Barbara masih di rumah. Pasangan itu berbicara melalui telepon sebelum Barbara menaiki penerbangannya di bandara Dulles.

Baca juga: Kisah di Balik “The Falling Man”, Foto Tragis dari Serangan 9/11

Ted Olson adalah jaksa agung yang baru dikukuhkan di bawah Presiden AS kala itu, George W Bush.

Ketika dua pesawat yang dibajak menabrak WTC, dia sedang berada di kantor Kementerian Kehakiman AS.

Saat dia dan seluruh bangsa menyaksikan dengan ngeri, pikiran Ted Olson langsung mengkahwatirkan penerbangan Barbara.

Awalnya, Ted Olson merasa lega ketika asistennya memberi tahunya bahwa Barbara sedang menelepon.

Selama panggilan telepon pertama, antara pukul 09.16 hingga 09.26, Barbara memberi tahu suaminya pembajak mengambil alih pesawatnya.

Baca juga: Sejumlah Peristiwa Penting Pasca-Tragedi 9/11, dari 2001 hingga 2021

Dia berhasil menelepon kembali tak lama kemudian dan dia dan suaminya mencoba mencari tahu di mana pesawat itu berada di udara.

Ted Olson memberi tahu istrinya tentang serangan di WTC tetapi Barbara tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan.

“Dia tampak sepenuhnya mengendalikan dirinya karena dia ingin melakukan sesuatu untuk membantu,” kenang Olson.

Tetapi saluran telepon itu tiba-tiba terputus lagi. Rupanya, itu adalah percakapan terakhir mereka sebelum akhirnya pesawat yang ditumpangi Barbara menabrak Pentagon.

“Kami tidak tahu bahwa kami akan menyampaikan kata-kata terakhir karena tiba-tiba telepon mati,” kata Ted Olson.

Baca juga: 20 Tahun Serangan 9/11, Ini Kisah Para Anak yang Kehilangan Orang Tua

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Internasional
Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Internasional
Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Internasional
4 Turnamen Utama Golf Dunia

4 Turnamen Utama Golf Dunia

Internasional
Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Internasional
Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Internasional
Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Internasional
Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Internasional
Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Internasional
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.