Kompas.com - 09/09/2021, 18:21 WIB
Potret Zahra Khanom Taj Al-Saltanah, Putri Persia dari Dinasti Qajar pada abad ke-19. [Via History of Yesterday] Via History of YesterdayPotret Zahra Khanom Taj Al-Saltanah, Putri Persia dari Dinasti Qajar pada abad ke-19. [Via History of Yesterday]

Dia menyoroti banyak masalah Iran saat itu, mulai dari kemiskinan, kurangnya pendidikan bagi perempuan, hingga mengkritik raja yang tidak kompeten.

Dia pernah terlibat dalam pawai hak-hak perempuan di parlemen dan merupakan pendukung setia revolusi konstitusi Iran.

Pada zaman itu, tidak dapat diterima untuk menjadi pembela hak-hak perempuan. Itu sebabnya, acap kali dia berdalih kepada anak-anak dan cucu-cucunya bahwa dia sedang menghadiri “sesi keagamaan”.

Kritiknya untuk pemerintahan ayahnya, dan saudara lelakinya, Mozafer El-Din Shah, ia tulis dalam memoar yang diterbitkan dengan judul "Crowning Anguish: Memoirs of a Persia Princess from the Harem of Modernity 1884-1914".

Kata pengantarnya ditulis oleh Abbas Amanat dan diterjemahkan oleh Anna Vanzan dan Amin Neshati.

Melansir People Pill, Time Literary Supplement menggambarkan memoar tersebut, "Dalam gaya yang agak tidak biasa dan rumit, memoar Taj, yang ditulis pada 1914, mencakup rentang waktu 30 tahun dari era yang berubah dengan cepat [...] Perpaduan yang aneh antara rekonstruktif dan reflektif, memoar Taj Al-Saltaneh membawa konflik intens dari kehidupan yang mengangkangi harem dan modernisme." (4 Maret 1994).

Memoar tulisan tangan Putri Persia ini ada di arsip Perpustakaan Nasional Iran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 10 Standar Kecantikan dan Kejantanan yang Berkelas dari Zaman Kuno

Akhir hayat 

Buku hariannya menceritakan kehidupan yang sangat tertekan sampai 1914. Pada 1921, ia mengidentifikasi dirinya sebagai seorang wanita lajang. Dia meninggal di Teheran pada 1936.

Di tahun-tahun terakhirnya, dia mendedikasikan hidupnya untuk menulis, membaca, dan membesarkan cucu perempuan tercintanya, Taj Iran.

Dia tinggal bersama putrinya Touran Douleh sampai dia meninggal.

Dia dimakamkan di Pemakaman Zahir od-Dowleh di Tajrish. Kehidupan dan tulisannya serta perannya sebagai seorang feminis adalah subjek studi Timur Tengah di universitas-universitas dari Universitas Teheran hingga Harvard.

Pada 2015, Harvard memperoleh dari keturunannya sejumlah foto keluarga, tulisan, anekdot, dan cerita tentang kehidupan Taj Saltaneh untuk arsipnya.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Xin Zhui, Mumi Cantik Terawat Berusia Ribuan Tahun dari Zaman China Kuno

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Internasional
Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Internasional
Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Internasional
4 Turnamen Utama Golf Dunia

4 Turnamen Utama Golf Dunia

Internasional
Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Internasional
Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Internasional
Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Internasional
Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Internasional
Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Internasional
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.