Kompas.com - 08/09/2021, 04:38 WIB
Ilustrasi Genghis Khan, pendiri Kerajaan Mongol. [Via Wikimedia Commons] Via Wikimedia CommonsIlustrasi Genghis Khan, pendiri Kerajaan Mongol. [Via Wikimedia Commons]

Pada awal kehidupan bangsa Mongolia diperintah oleh klan dan kelompok suku yang berbeda.

Ayah Temujin bernama Yesukai. Mendiang Syed Anwarul Haque Haqqi dalam bukunya “Chingiz Khan: The Life and Legacy of an Empire Builder”, menuliskan bahwa Yesukai adalah penguasa dan pemimpin dari 40.000 tenda atau keluarga.

Bahkan saudara-saudaranya, termasuk orang-orang senior Yesukai, mengakui dia sebagai pemimpin dan kepala klan Borjigin.

Ia juga keturunan Khabul Khan, yang secara singkat menyatukan bangsa Mongol melawan Dinasti Jin (Chin) di Tiongkok utara pada awal 1100-an.

Ibu Temujin, Hoelun, telah ditangkap oleh klan ayahnya dan dipaksa menjadi istri Yesukai. Itu sesuatu yang umum di Mongolia pada saat itu.

Kemudian, anak laki-laki mereka yang lahir sekitar 1160 M diberi nama Temuji, untuk merayakan kemenangan ayahnya atas musuh, yang juga bernama Temujin.

Dalam catatan Haqqi bahwa memberi nama anak yang baru lahir setelah peristiwa keberuntungan adalah praktik umum dilakukan bangsa Mongolia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekitar usia 9 tahun, Temujin dijodohkan dengan Borte, putri Dai Sechen yang berusia 10 tahun. Dai Sechen adalah pemimpin suku Jungirat.

Setelah Yesukei mengantar Temujin untuk tinggal bersama keluarga calon pengantin, ia bertemu dengan anggota suku Tatar yang merupakan rival, tetapi mengundang untuk jamuan makan sebagai tanda damai.

Namun, di sana ia diracun hingga tewas. Mendengar kematian ayahnya, Temujin kembali ke rumah untuk mengklaim posisinya sebagai kepala klan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
INTERNASIONAL
Sejarah Negara Israel
Sejarah Negara Israel
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir dari Perang Saudara China dan Sejarah Berdirinya Taiwan

Akhir dari Perang Saudara China dan Sejarah Berdirinya Taiwan

Internasional
Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Internasional
Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Internasional
Sejarah Negara Israel

Sejarah Negara Israel

Internasional
5 Kapal Induk Lawas yang Terbukti Ampuh dalam Pertempuran

5 Kapal Induk Lawas yang Terbukti Ampuh dalam Pertempuran

Internasional
5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

Internasional
6 Insiden Perang Dingin yang Nyaris Jadi Perang Dunia III

6 Insiden Perang Dingin yang Nyaris Jadi Perang Dunia III

Internasional
Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Internasional
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Daftar Negara yang Mengakui Taiwan

Daftar Negara yang Mengakui Taiwan

Internasional
Akar Konflik China-Taiwan

Akar Konflik China-Taiwan

Internasional
Sejarah Taiwan, dari Kedatangan Bangsa Asing hingga Era Modern

Sejarah Taiwan, dari Kedatangan Bangsa Asing hingga Era Modern

Internasional
Hubungan Amerika Serikat dengan Taiwan

Hubungan Amerika Serikat dengan Taiwan

Internasional
Standar Ganda Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Standar Ganda Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Internasional
Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Politik Luar Negeri Amerika Serikat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.