Kompas.com - 04/09/2021, 09:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Musuh Amerika tidak lagi berwujud negara, akan tetapi berubah bentuk, berwujud kelompok-kelompok “radikal bebas” yang terpencar di mana-mana.

Tidak hanya terpencar ke mana-mana, akan tetapi kelompok tersebut dalam menggalang kekuatan dan dana menggunakan bendera agama Islam.

Mereka menebar terror di mana-mana. Kekuatan Amerika Serikat menghadapi kesulitan besar menghadapinya, karena tidak bisa lagi menghancurkan musuh dengan senjata pemusnah masal seperti di Hiroshima dan Nagasaki.

Kesulitan ini mencapai puncaknya pada peristiwa tragedi 9/11 di tahun 2001. Setelah dipermalukan di Pearl Harbor yang jelas jelas musuh datang dari luar negaranya, maka 9/11 mempermalukan martabat Amerika oleh musuh yang justru muncul dari dalam negerinya sendiri.

Kesulitan membalas dendam membuat Amerika menyerang Irak dan Afghanistan, lokasi yang diperkirakan telah menjadi sarang markas besar para teroris.

Sejak tahun 1941, pasca Pearl Harbor sampai dengan tahun 2000 Amerika membangun kekuatan super besar, keluar rumah untuk menaklukkan siapa saja yang berani mengganggu, dan tahun 2001 datang gangguan yang sangat mencemarkan dengan realita memalukan karena musuh muncul di rumah sendiri.

Amerika disadarkan dengan sebuah kenyataan pahit, bahwa ternyata tidak cukup membangun dan memiliki kekuatan yang Global Reach, Global Power untuk mengejar Global Peace dan Global Security.

Peristiwa 9/11 menyadarkan Amerika Serikat bahwa keamanan dalam negeri justru harus mendapatkan perhatian sama besar terhadap upaya meraih global reach dan global power.

Untuk pertama kali dalam sejarah Amerika, negara besar itu dipaksa untuk membangun institusi baru yang bernama Department of Homeland Security.

Sebuah refleksi dari kesadaran yang terlambat terhadap perhatian kepada faktor keamanan dalam negeri, dalam menghadapi ancaman yang datang dari negeri sendiri.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Negara-negara Nordik

Daftar Negara-negara Nordik

Internasional
Daftar Negara-negara Persemakmuran

Daftar Negara-negara Persemakmuran

Internasional
13 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Bulan Agustus

13 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Bulan Agustus

Internasional
Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Internasional
Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Internasional
Negara Maju di Amerika

Negara Maju di Amerika

Internasional
Negara Maju di Australia

Negara Maju di Australia

Internasional
Daftar Negara di Afrika Tengah

Daftar Negara di Afrika Tengah

Internasional
Daftar Negara Anggota OKI

Daftar Negara Anggota OKI

Internasional
Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur secara Geografis

Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur secara Geografis

Internasional
Batas Negara Vietnam

Batas Negara Vietnam

Internasional
Batas Negara Myanmar

Batas Negara Myanmar

Internasional
Batas Negara Laos

Batas Negara Laos

Internasional
Batas Wilayah Negara Thailand

Batas Wilayah Negara Thailand

Internasional
Daftar Negara di Afrika Timur

Daftar Negara di Afrika Timur

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.