Indonesian Insight Kompas
Kelindan arsip, data, analisis, dan peristiwa

Arsip Kompas berkelindan dengan olah data, analisis, dan atau peristiwa kenyataan hari ini membangun sebuah cerita. Masa lalu dan masa kini tak pernah benar-benar terputus. Ikhtiar Kompas.com menyongsong masa depan berbekal catatan hingga hari ini, termasuk dari kekayaan Arsip Kompas.

Watchdoc, Pembuat Film Dokumenter Sexy Killers, Raih Penghargaan "Nobel Asia" Ramon Magsaysay 2021

Kompas.com - 01/09/2021, 13:34 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

WATCHDOC dari Indonesia menjadi satu dari lima peraih Penghargaan Ramon Magsaysay 2021, Selasa (31/8/2021). Watcdoc menerima penghargaan untuk kategori Emergent Leadership.

Penghargaan Ramon Magsaysay sering disebut pula sebagai Nobel versi Asia. Ada 27 orang dan lembaga dari Indonesia pernah menerima penghargaan ini.

Daftar 27 orang dan lembaga dari Indonesia yang pernah menerima Ramon Magsaysay Awards, ada di akhir artikel ini. Pegiat sastra, tokoh kultural, organisasi sosial, hingga pendidik tercakup di dalamnya.

Penghargaan diberikan kepada Watchdoc untuk upayanya yang teguh berprinsip sebagai media independen, investigasi jurnalistik penuh energi, pembuat film dokumenter, pegiat digital yang mengupayakan transformasi media di Indonesia, serta komitmen bervisi mereka sebagai pelaku media sekaligus pembentuk generasi.

Selain Watchdoc, Ramon Magsaysay 2021 dianugerahkan pula kepada Roberto Ballon dari Filipina, Steven Muncy sebagai wakil kawasan Asia Selatan, Firdausi Qadri dari Bangladesh, dan Muhammad Amjad Saqib dari Pakistan.

Penghargaan Ramon Magsaysay 2021 merupakan gelaran ke-63 sejak kali pertama digelar pada 1958. Nama penghargaan merujuk kepada Presiden FIlipina Ramon Magsaysay, yang berkuasa pada 1953-1957

Para peraih penghargaan dinilai sebagai sosok dan atau organisasi yang punya keberanian moral membangun solusi terhadap persoalan di lingkungannya, sekaligus mampu menginspirasi dan menyentuh banyak kalangan untuk turut serta melakukan hal serupa. 

Kontrak sosial

Produser senior Watcdoc, Ari Trismana, saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (1/9/2021), menyebut penghargaan ini adalah kontrak politik dan moral bagi lembaganya untuk tetap konsisten mengadvokasi publik soal isu lingkungan, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Baca juga: Raih Penghargaan Ramon Magsaysay, Watchdoc: Jadi Kontrak Politik-Moral agar Konsisten

Adapun salah satu pendiri Watchdoc, Dhandy Dwi Laksono, menyebut penghargaan ini sebagai kontrak sosial. Seperti dikutip dari Kompas.id, Dhandy melihat penghargaan ini mendorong mereka untuk bekerja lebih keras, membuat lebih banyak film dokumenter untuk advokasi publik, dan menjangkau lebih banyak audiens. 

Baca juga: Penghargaan sebagai Kontrak Sosial bagi Watchdoc Documentary

”Sebanyak 60 persen (dari penghargaan ini) membuat shock dan jadi beban moral, sementara 40 persen lainnya suntikan energi bagi kami. Kami rasa penghargaan ini diberikan bukan karena kami sudah melakukan sesuatu, tapi justru untuk melakukan sesuatu,” ucap Dandhy, Selasa, seperti dikutip dari Kompas.id

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.