Kompas.com - 24/08/2021, 12:18 WIB

Beberapa berpendapat Tromp sudah diberi wewenang sebelum berangkat, sementara yang lainnya menyebut penutupan Kepulauan Scilly adalah upaya menanti persetujuan Pemerintah "Negeri Kincir Angin".

Akhir perang terlama sepanjang sejarah

Tiga bulan setelah deklarasi perang Tromp di Kepulauan Scilly, pasukan Parlementarian menang.

Royalis di Kepulauan Scilly terpaksa menyerah, lalu kapal-kapal Belanda mencabut blokade dan berlayar pulang.

Belanda yang sudah merasa tidak terancam meninggalkan Scilly tanpa melepaskan satu pun tembakan. Kepulauan itu akhirnya diserahkan kembali ke Parlementarian.

Masalahnya, kepulangan Belanda dilakukan tanpa menandatangani perjanjian damai dengan Kepulauan Scilly, sehingga secara teknis perang masih berlangsung.

Baca juga: Kisah Perang: Benarkah Rusia Menang Pertempuran Kursk, Adu Tank Terbesar di Dunia?

Konflik ini kemudian terlupakan selama beratus-ratus tahun dan baru teringat lagi pada 1985.

Kala itu, sejarawan lokal Scilly bernama Roy Duncan menulis surat untuk Kedutaan Besar Belanda di London.

Setelah menggali temuan-temuan tentang perang di Kepulauan Scilly, ditemukan bahwa Belanda secara teknis masih berperang di sana.

Setelah melakukan penelitian, Pemerintah Belanda membenarkan pernyataan Duncan itu. Akhirnya, Duta Besar Belanda di London, Rein Huydecoper, berkunjung ke Kepulauan Scilly pada 17 April 1986.

Hari itu juga Dubes Huydecoper langsung menandatangani perjanjian damai, menyudahi 335 tahun perang terlama sepanjang sejarah antara Belanda dan Kepulauan Scilly.

"Pasti mengerikan mengetahui kita bisa diserang kapan saja," ujar Huydecoper saat menandatangani perjanjian damai yang mengakhiri 335 tahun perang terlama di dunia.

Baca juga: Skandal Marguerite: PSK Simpanan Pangeran Inggris, Pemeras Pria Kaya, dan Pembunuh Suaminya

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ervan Hardoko | Editor: Ervan Hardoko)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Internasional
Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Internasional
Negara Maju di Amerika

Negara Maju di Amerika

Internasional
Negara Maju di Australia

Negara Maju di Australia

Internasional
Daftar Negara di Afrika Tengah

Daftar Negara di Afrika Tengah

Internasional
Daftar Negara Anggota OKI

Daftar Negara Anggota OKI

Internasional
Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur secara Geografis

Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur secara Geografis

Internasional
Batas Negara Vietnam

Batas Negara Vietnam

Internasional
Batas Negara Myanmar

Batas Negara Myanmar

Internasional
Batas Negara Laos

Batas Negara Laos

Internasional
Batas Wilayah Negara Thailand

Batas Wilayah Negara Thailand

Internasional
Daftar Negara di Afrika Timur

Daftar Negara di Afrika Timur

Internasional
Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Internasional
Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Internasional
Batas-batas Negara ASEAN

Batas-batas Negara ASEAN

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.