Akhir Hidup Cleopatra, Ratu Mesir Kekasih Julius Caesar

Kompas.com - 14/08/2021, 13:00 WIB
Kematian Cleopatra, lukisan oleh Reginald Arthur, 1892. Public DomainKematian Cleopatra, lukisan oleh Reginald Arthur, 1892.

Segera setelah itu, Ptolemy XIV meninggal, kemungkinan diracuni oleh Cleopatra. Sang Ratu Mesir lantas menjadikan Caesarion sebagai pemimpin Mesir bersamanya dengan diberi nama Ptolemy XV Caesar.

Baca juga: Buddha hingga Cleopatra, Salah Paham soal 6 Sosok Bersejarah...

Tiga Serangkai

Dengan dibunuhnya Caesar, Romawi kembali jatuh ke dalam perang saudara, yang untuk sementara diselesaikan pada 43 SM melalui pembentukan triumvirat alias tiga serangkai.

Tiga serangkai tersebut terdiri atas keponakan Caesar dan pewaris terpilih yakni Gaius Octavius, seorang jenderal yang kuay bernama Mark Antony, dan seorang negarawan Romawi yakni Lepidus

Antony mengambil kendali provinsi timur Kekaisaran Romawi, dan dia memanggil Cleopatra ke Tarsus, di Asia Kecil, untuk menjawab tuduhan bahwa dia telah membantu musuh-musuhnya.

Cleopatra berusaha merayu Antony dan pada 41 SM, dia tiba di Tarsus dengan tongkang yang megah dan berpakaian seperti Venus, dewa cinta Romawi.

Baca juga: Misteri Neferiti, Perempuan yang Kecantikannya Menandingi Cleopatra

Usaha Cleopatra tersebut berhasil. Antony mau pergi bersama Cleopatra ke Alexandria, di mana mereka menghabiskan musim dingin dalam pesta pora.

Pada 40 SM, Antonius kembali ke Roma dan menikahi saudara perempuan Octavius, Octavia, sebagai upaya untuk memperbaiki aliansi yang tegang dengan Octavius.

Kendati demikian, hubungan tiga serangkai terus memburuk. Pada 37 SM, Antony berpisah dari Octavia dan melakukan perjalanan ke timur, mengatur agar Cleopatra bergabung dengannya di Suriah.

Dalam waktu terpisah, Cleopatra melahirkan anak kembar, seorang putra dan seorang putri. Menurut propaganda yang diserukan Octavius, sepasang kekasih tersebut menikah. Hal itu melanggar hukum Romawi yang melarang orang Romawi menikahi orang asing.

Baca juga: Bentuk Tubuh Asli Cleopatra, Diet Ketogenik, dan Rahasia Tintin

Di sisi lain, gagalnya kampanye militer Antony melawan Parthia pada 36 SM menurunkan prestisenya. Tetapi pada 34 SM dia cukup berhasil melawan Armenia.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.