Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seppuku, Ritual Bunuh Diri Para Samurai Jepang dari Abad Ke-12

Kompas.com - 13/08/2021, 13:15 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Pada abad ke-12, samurai Jepang yang ingin menghindari kekalahan perang yang memalukan, membayar kesalahannya, dan untuk mengembalikam kehormatannya, mereka melakukan ritual bunuh diri atau dikenal sebagai seppuku.

Dalam budaya Jepang, seppuku dikenal sebagai ritual bunuh diri atau jalan kematian yang terhormat bagi samurai.

Seppuku juga disebut Harakiri. Keduanya memiliki arti yang persis sama dalam bahasa Jepang.

Harakiri berarti memotong perut dalam bahasa Jepang, di mana "hara" mengacu pada perut dan "kiri" mengacu pada pemotongan.

Namun, orang Jepang hampir tidak pernah menggunakan kata harakiri dan lebih menyebutnya dengan istilah seppuku, seperti yang dilansir dari mai-ko.com.

Baca juga: 10 Fakta Sejarah Samurai Jepang yang Melegenda

Pembeda seppuku dan harakiri

Istilah Harakiri biasa dipakai oleh Barat dan pertama kali disebutkan dalam literatur Barat pada 1846 yang menggarisbawahi tindakan pengorbanan diri.

Sementara itu, istilah seppuku pertama kali masuk dalam literatur Barat pada 1882 dalam sebuah teks yang mengacu pada hukuman bagi penjahat.

Harakiri terkadang mengacu pada pengorbanan diri tanpa kehadiran orang lain, dianggap hanya mengacu pada tindakan memotong perut, tidak memiliki aturan jelas.

Sementara, seppuku menggambarkan adanya ritual atau prosedur tradisional dalam tindakan bunuh diri memotong perut dengan melibatkan kehadiran orang lain.

Seppuku sering dikaitkan dengan hukuman mati bagi samurai pada periode setelah 1600-an, tetapi tidak dengan harakiri.

Baca juga: Sejarah 3 Samurai yang Dikenal sebagai Pemersatu Jepang

Ritual seppuku

Tradisi seppuku berasal dari abad ke-12, sebagai sarana bagi kelas atas dan kelas samurai menebus kejahatan, mendapatkan kembali kehormatan yang hilang, atau menghindari penangkapan memalukan oleh musuh dalam perang.

Ketika ritualnya dilakukan dengan benar, seppuku dianggap sebagai cara paling mulia bagi seorang samurai untuk mati, dan menurut laporan saksi sejarah bahwa ritual bunuh diri ini mungkin yang paling menyakitkan.

Hanya samurai atau kelas atas yang bisa melakukan ritual bunuh diri kuno ini, rakyat jelata mungkin bisa saja melakukannya, tetapi tindakannya dianggap tidak memiliki nilai.

Melansir History Hit, disebutkan ada dua bentuk seppuku, yaitu versi medan perang dan versi formal.

Dalam medan perang, samurai menusuk perut dengan pisau pendek hingga perutnya terbelah. Setelah itu, biasanya pelayan atau teman dari samurai ditugaskan untuk memenggal kepalanya, orang tersebut dijuluki "kaishakunin".

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com