Biografi Tokoh Dunia: Recep Tayyip Erdogan, Pemimpin Muslim Terpopuler Dunia yang Lolos dari Kudeta

Kompas.com - 09/08/2021, 23:55 WIB

Erdogan diarahkan untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Imam Hatip Istanbul yang religius. Di sana, dia terlibat dengan Asosiasi Pelajar Nasional Turki, dan lulus ujian untuk mendapatkan diploma dari Eyup High School juga.

Baca juga: Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Awal Politik

Ajaran pemimpin Partai Keselamatan Nasional Turki, Necmettin Erbakan, selanjutnya banyak memengaruhi pemikirannya.

Di masa kuliah Erdogan mulai aktif terjun ke politik. Dia terpilih sebagai ketua Partai Cabang Pemuda Beyoglu dan Cabang Pemuda Istanbul, pada 1976. Namun partai tersebut dibubarkan setelah kudeta militer 1980.

Setelah menyelesaikan pendidikannya dengan gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Administrasi Universitas Marmara (1981), dia bekerja sebagai akuntan dan manajer di sektor swasta.

Namun pada 1983, Erdogan kembali ke politik melalui Partai Kesejahteraan, dan menjadi Bupati Beyoglu pada 1984.

Tahun berikutnya, ia terpilih sebagai kepala Provinsi Istanbul dan diangkat ke Dewan Eksekutif Pusat. Ditugaskan untuk meningkatkan jumlah pemilih, Erdogan mendapat apresiasi atas keberhasilan partai dalam pemilihan kota 1989.

Baca juga: Hari Ke-7 Kebakaran Hutan Turki, Pembangkit Listrik Terancam Kobaran Api Tak Terkendali

Wali Kota dan Penjara Istanbul

Pada 1994, Erdogan terpilih sebagai Wali Kota Istanbul. Sebagai muslim pertama yang menjabat dalam peran ini, ia menunjukkan komitmen keagamaannya dengan melarang alkohol dari kafe-kafe milik kota.

Dia juga berhasil mengatasi masalah kekurangan air di kota, mengurangi polusi dan meningkatkan infrastruktur, hingga membantu memodernisasi ibu kota negara.

Akan tetapi pada Desember 1997, Erdogan mendapat kecaman serius. Dia diketahui secara terbuka membacakan puisi yang berisi: "Masjid adalah barak kami, kubah helm kami, menara bayonet kami dan tentara kami yang setia."

Akibat insiden itu, dia didakwa karena melanggar hukum sekuler Turki dan dituduh menghasut kebencian agama. Erdogan pun dipaksa mundur sebagai walikota dan dilarang dari jabatan publik, serta akhirnya menjalani hukuman empat bulan penjara pada 1999.

Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.