Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Kompas.com - 05/08/2021, 10:39 WIB
Penggambaran api Yunani yang digunakan di laut melawan Thomas the Slav, seorang jenderal Bizantium yang memimpin pemberontak pada abad ke-9. [Wikimedia Commons Via All Thats Interesting] Wikimedia Commons Via All Thats InterestingPenggambaran api Yunani yang digunakan di laut melawan Thomas the Slav, seorang jenderal Bizantium yang memimpin pemberontak pada abad ke-9. [Wikimedia Commons Via All Thats Interesting]

KOMPAS.com - Pada zaman kuno, Kekaisaran Bizantium disebut memiliki "Api Yunani" sebagai senjata pembakar andalan, formulanya dijaga ketat dan tidak tertandingi hingga hari ini.

Api Yunani adalah senjata pembakar dahsyat dari abad ke-7 yang digunakan oleh Kekaisaran Bizantium untuk bertahan melawan musuh-musuh mereka, seperti mengusir invasi Arab selama bertahun-tahun, terutama di laut.

Api Yunani bukanlah senjata pembakar pertama, tetapi bisa dibilang memiliki keunggulan paling signifikan secara historis.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: 6 April, Olimpiade Modern Pertama Digelar di Yunani

Api Yunani merupakan senjata cair yang dirancang oleh Kekaisaran Bizantium, bagian timur Kekaisaran Romawi yang berbahasa Yunani.

Api Yunani disebut juga sebagai "api laut" dan "api cair" oleh orang-orang Bizantium.

Api Yunani menjadi andalan untuk membakar kapal musuh dari jarak yang aman. Senjata itu dikirim dengan tabung yang disebut siphon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senjata ini unik dan kuat karena mampu terus menyala di dalam air, yang mencegah musuh memadamkan api selama perang. Ada kemungkinan bahwa api akan membakar lebih kuat jika terkena air.

Mengerikannya lagi, Api Yunani adalah ramuan cair yang menempel pada apa pun yang disentuhnya, baik itu kapal atau daging manusia.

Melansir All Thats Insteresting, senjata api itu bisa padam hanya dengan satu campuran aneh, yaitu cuka dicampur pasir dan urin tua.

Baca juga: [Cerita Dunia] Bangkai Kapal Utuh Tertua di Dunia dari Yunani Kuno Karam di Laut Hitam

Penemuan "Api Yunani"

Api Yunani diciptakan pada abad ke-7. Kallinikos dari Heliopolis sering dianggap sebagai penemunya.

Kallinikos adalah seorang Yahudi yang melarikan diri dari Suriah ke Konstantinopel karena kekhawatirannya tentang orang-orang Arab yang merebut kotanya.

Diceritakan dalam sejarah, Kallinikos bereksperimen dengan berbagai bahan sampai ia menemukan perpaduan yang sempurna untuk senjata pembakar. Ia kemudian mengirimkan formula tersebut kepada kaisar Bizantium.

Begitu pihak berwenang bisa mendapatkan semua bahan, mereka mengembangkan siphon yang beroperasi seperti jarum suntik untuk menyemburkan persenjataan mematikan itu ke kapal musuh.

Baca juga: Ribuan Orang Yunani Lari dari Rumah di Tengah Kebakaran dan Gelombang Panas 42 Celsius

Api Yunani tidak hanya sangat efektif, tetapi juga menakutkan. Dilaporkan menghasilkan suara gemuruh keras dan asap dalam jumlah besar, seperti napas naga.

Karena kekuatannya yang menghancurkan, formula "Api Yunani" menjadi rahasia yang dijaga ketat, hanya diketahui oleh keluarga Kallinikos dan kaisar Bizantium, yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Praktek ini jelas efektif, bahkan ketika musuh berhasil mendapatkan api Yunani, mereka tidak tahu bagaimana membuat ulang teknologi untuk diri mereka sendiri.

Itu juga alasan mengapa rahasia membuat api Yunani akhirnya hilang dari sejarah.

Baca juga: Yunani Dilanda Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Picu Kebakaran Hutan Luas

Api penyelamat

Disebutkan oleh All Thats Insteresting, alasan penemuan api Yunani Kallinikoss sederhana, yaitu untuk mencegah tanah baru pijakannya jatuh ke orang Arab.

Senjata itu, pertama kali digunakan untuk mempertahankan Konstantinopel dari serangan angkatan laut Arab.

Senjata itu memukul mundur armada musuh secara telak, sehingga memainkan peran utama dalam mengakhiri Pengepungan Konstantinopel oleh Bangsa Arab pada 678 M.

Api Yunani juga digunakan Kekaisaran Bizantium untuk selamat dari Pengepungan Konstantinopel kedua selama 717-718 M, yang menyebabkan kerusakan besar pada angkatan laut Arab.

Senjata itu terus digunakan oleh Kekaisaran Bizantium selama ratusan tahun, tidak hanya dalam konflik dengan pihak luar, tetapi juga dalam perang saudara.

Seiring berjalannya waktu, api Yunani memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup Kekaisaran Bizantium melawan musuh yang tak terhitung jumlahnya.

Beberapa sejarawan bahkan berpendapat bahwa api Yunani berperan penting dalam menyelamatkan Kekaisaran Bizantium dan seluruh peradaban Barat dari invasi besar-besaran.

Baca juga: Kebakaran 2 Hutan Besar di Yunani, Suhu Capai 45 Derajat Celsius



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Demokrasi?

Apa yang Dimaksud dengan Demokrasi?

Internasional
7 Tokoh yang Mati Dipenggal Selama Revolusi Perancis

7 Tokoh yang Mati Dipenggal Selama Revolusi Perancis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Internasional
Apa yang Dimaksud dengan Oligarki?

Apa yang Dimaksud dengan Oligarki?

Internasional
Apa yang Dimaksud dengan Aristokrasi?

Apa yang Dimaksud dengan Aristokrasi?

Internasional
6 Kisah Cinta Tragis Warisan Sejarah, Mana Menurutmu yang Paling Menyayat Hati?

6 Kisah Cinta Tragis Warisan Sejarah, Mana Menurutmu yang Paling Menyayat Hati?

Internasional
Klub Bohemian, Tempat Perkumpulan Rahasia Kelas Elite Dunia

Klub Bohemian, Tempat Perkumpulan Rahasia Kelas Elite Dunia

Internasional
Kisah Marie Antoinette, Ikon Kecantikan Wanita Zaman Kerajaan Perancis yang Tewas Dipenggal

Kisah Marie Antoinette, Ikon Kecantikan Wanita Zaman Kerajaan Perancis yang Tewas Dipenggal

Internasional
10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

Internasional
Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Internasional
Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Internasional
6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

Internasional
Ini PLTS Terbesar di Dunia, Lebih Luas daripada Jakarta Pusat

Ini PLTS Terbesar di Dunia, Lebih Luas daripada Jakarta Pusat

Internasional
4 Tokoh Sejarah Dunia Penyebab Kerugian Ekonomi Terbesar, Salah Satunya Mansa Musa I

4 Tokoh Sejarah Dunia Penyebab Kerugian Ekonomi Terbesar, Salah Satunya Mansa Musa I

Internasional
Kisah Ella Harper, 'Gadis Unta' Penghibur di Panggung Sirkus

Kisah Ella Harper, "Gadis Unta" Penghibur di Panggung Sirkus

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.