Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Perang: Erwin Rommel Sang Rubah Gurun dan Plot Membunuh Hitler

Kompas.com - 20/07/2021, 14:52 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Kompas.com pada 15 Oktober 2018 menuliskan, selama menjadi komandan pengawal pribadi Hitler, Rommel meluangkan waktunya mempelajari mesin dan mekanika, sistem pembakaran mesin hingga senjata berat.

Plot membunuh Hitler

Erwin Rommel terluka parah akibat serangan pesawat Inggris pada 17 Juli 1944, atau 11 hari setelah Sekutu melancarkan D-Day.

Rommel diserang dalam perjalanan kembali ke markasnya dari inspeksi ke markas Korps Panser SS ke-1.

Di dekat Sainte Foy de Montgommery, mobilnya ditembaki pesawat Inggris sampai terguling dan dia terlempar keluar.

Erwin Rommel akhirnya selamat, tetapi tiga hari kemudian saat dia dirawat terjadi insiden yang dikenal sebagai Operasi Valkyrie untuk membunuh Hitler.

Rencana pembunuhan yang dikenal sebagai Plot 20 Juli itu dipimpin Claus von Stauffenberg dengan meledakkan bom.

Operasi Valkyrie dilakukan ketika Hitler dan para perwiranya berkumpul di markas rahasia Wolfsschanze atau Sarang Serigala di Rastenburg, Prusia Timur.

Saat itu Hitler sedang rapat tentang perkembangan pasukannya di front barat dan timur.

Baca juga: 5 Negara dengan Tank Terbanyak di Dunia

Erwin Rommel, jenderal Nazi Jerman yang dijuluki Rubah Gurun karena kepiawaiannya memimpin pasukan langsung ke garis depan, dan terkenal sebagai komandan tank terbaik saat memimpin pasukan Jerman dan Italia di Perang Dunia II.WIKIMEDIA COMMONS Erwin Rommel, jenderal Nazi Jerman yang dijuluki Rubah Gurun karena kepiawaiannya memimpin pasukan langsung ke garis depan, dan terkenal sebagai komandan tank terbaik saat memimpin pasukan Jerman dan Italia di Perang Dunia II.
Namun upaya pembunuhan itu gagal. Hitler hanya luka ringan dan selamat. von Stauffenberg serta para perwira militer yang terlibat lalu diburu dan dijatuhi hukuman mati.

Rommel dituduh tersangkut kasus itu, sehingga Hitler menangkapnya dan memberi dua pilihan: Bunuh diri atau diseret ke pengadilan dan namanya tercemar.

Hitler tak mau mengeksekusi Rommel di depan publik, karena menurutnya bakal menurunkan semangat juang para prajurit yang sedang mati-matian melawan Sekutu di barat dan Uni Soviet di timur.

Rommel akhirnya memilih opsi pertama. Dia bunuh diri dengan menenggak kapsul berisi sianida pada 14 Oktober 1944 di Herrlingen dalam usia 52 tahun.

Pemerhati sejarah Nazi Jerman, Alif Rafik Khan, berkata kepada Historia bahwa sebenarnya Rommel tidak terlibat.

"Dia (Rommel) tahu tentang plot itu dari stafnya, Caesar von Hofacker dan Hans Speidel, tapi tidak terlibat."

"Dia juga sempat diajak bergabung tapi menolak. Dia menolak karena masih menghormati sumpah prajuritnya meskipun berlawanan dengan nuraninya."

"Doa memilih bersikap netral sekaligus tidak memberitahukan rencana plot tersebut kepada pihak yang berwenang," beber Alif.

Jenazah Erwin Rommel kemudian dimakamkan di Herrlingen.

Baca juga: Kisah Perang: Tank Fury dan Cerita-cerita yang Tak Diungkap di Film

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ardi Priyatno Utomo | Editor: Ardi Priyatno Utomo)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com