Kompas.com - 18/06/2021, 18:36 WIB
Demonstran mengibarkan bendera Spanyol dan mendukung polisi dalam aksi demonstrasi mendukung Spanyol bersatu di hari referendum kemerdekaan yang dilarang di Catalonia, Madrid, Spanyol, Minggu (1/10/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/RAFAEL MARCHANTEDemonstran mengibarkan bendera Spanyol dan mendukung polisi dalam aksi demonstrasi mendukung Spanyol bersatu di hari referendum kemerdekaan yang dilarang di Catalonia, Madrid, Spanyol, Minggu (1/10/2017).

KOMPAS.com Lagu kebangsaan Spanyol yang berjudul "Marcha Real" ("Royal March") dikenal tak mempunyai lirik. Tak heran di acara-acara tertentu, seperti di ajang olahraga internasional di mana Spanyol ikut bermain, lagu kebangsaan mereka hanya berupa istrumen atau mars.

Saat penciptaan, lagi ini memang tidak memiliki lirik, sampai akhirnya ditetapkan sebagai mars kerajaan dan lagu kebangsaan.

Sampai sekarang, mars ini dikumandangkan ketika Raja atau keluarga Kerajaan Spanyol hadir di acara-acara resmi, juga dalam pertandingan olahraga

Baca juga: Lagu Kebangsaan Spanyol Dilecehkan di Copa del Rey

"Marcha Real" memang pernah memiliki lirik, tak dianggap sebagai lirik tidak resmi. Ini terjadi pada era pemerintahan Raja Alfonso XIII, Miguel Primo de Rivera, dan Jenderal Francisco Franco.

Di bawah Franco, lirik lagu ini sempat diubah. Tapi pesannya sangat mencerminkan ideologi Fasisme Franco.

Pada 1978, setelah Franco meninggal, akhirnya "Marcha Real" kembali dikumandangkan tanpa lirik. Lirik yang dikumandangkan pada era Franco pun dihapus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perang Dunia II: Munculnya Negara Fasis

Bagian kontroversial di lirik Franco, salah satunya adalah "Viva Espana! Alzad los brazos, hijos!" yang artinya "Jayalah Spanyol! Angkat lenganmu, anak-anak!"

Lirik ini dianggap punya semangat fasis--ideologi "nasionalisme buta" yang kemudian tak dipakai lagi di banyak negara di dunia.

Spanyol di bawah kepemimpinan Franco, dikenal juga sebagai Spanyol Fasis. Terjadi antara tahun 1936 sampai 1975.

Baca juga: Iniesta: Hormatilah Lagu Kebangsaan Spanyol

Masa ini dimulai saat kediktatoran otoriter Franco, mengambil alih Spanyol dari pemerintah konstitusional liberal demokratis Republik Spanyol Kedua di Perang Saudara Spanyol.

Pemerintahan fasis Spanyol dimulai dengan jatuhnya Republik Spanyol Kedua pada perang Sipil Spanyol tahun 1939 dan berakhir dengan kematian Francisco Franco pada tahun 1975.

Setelah kematian Franco, negara Spanyol pun mulai melakukan sistem demokrasi. Lagu nasional dengan lirik ala Franco pun dihapuskan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Benito Mussolini Dirikan Partai Fasis

Memang, sebelumnya pernah sayembara cipta lirik lagu "Marcha Real". Namun hal ini dihentikan karena malah menimbulkan kontroversi.

Hingga kini, pemerintah Spanyol memutuskan untuk memakai lagu kebangsaan tanpa lirik. Hanya berupa lantunan musik saja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Bisa Tersendat jika Litium Defisit

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Bisa Tersendat jika Litium Defisit

Internasional
5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

Internasional
Misteri Hilangnya Jimmy Hoffa, Pemimpin Kaum Buruh AS yang Berpengaruh

Misteri Hilangnya Jimmy Hoffa, Pemimpin Kaum Buruh AS yang Berpengaruh

Internasional
Selain Jakarta, Ini Daftar Kota yang Diprediksi Bakal Tenggelam

Selain Jakarta, Ini Daftar Kota yang Diprediksi Bakal Tenggelam

Internasional
Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Internasional
Perempuan Berdaya: Julie D'Aubigny, Ikon Feminis Perancis dari Abad Ke-17

Perempuan Berdaya: Julie D'Aubigny, Ikon Feminis Perancis dari Abad Ke-17

Internasional
Kisah Perang Sepak Bola: Honduras vs El Salvador Bertempur Usai Kualifikasi Piala Dunia 1970

Kisah Perang Sepak Bola: Honduras vs El Salvador Bertempur Usai Kualifikasi Piala Dunia 1970

Internasional
Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Berapa Lama Litium akan Habis?

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Berapa Lama Litium akan Habis?

Internasional
15 Karakter Samurai dari Berbagai Negara dalam Perayaan Olimpiade Tokyo 2020

15 Karakter Samurai dari Berbagai Negara dalam Perayaan Olimpiade Tokyo 2020

Internasional
5 Jet Tempur Generasi Kelima yang Sudah Hadir di Dunia

5 Jet Tempur Generasi Kelima yang Sudah Hadir di Dunia

Internasional
Skandal Marguerite: PSK Simpanan Pangeran Inggris, Pemeras Pria Kaya, dan Pembunuh Suaminya

Skandal Marguerite: PSK Simpanan Pangeran Inggris, Pemeras Pria Kaya, dan Pembunuh Suaminya

Internasional
Kisah Perang: Erwin Rommel Sang Rubah Gurun dan Plot Membunuh Hitler

Kisah Perang: Erwin Rommel Sang Rubah Gurun dan Plot Membunuh Hitler

Internasional
Inspirasi Energi: Cadangan Migas di Kutub Utara dan Dampak Pengeboran terhadap Lingkungan

Inspirasi Energi: Cadangan Migas di Kutub Utara dan Dampak Pengeboran terhadap Lingkungan

Internasional
14 Penyakit yang Berhasil Dilawan oleh Vaksin

14 Penyakit yang Berhasil Dilawan oleh Vaksin

Internasional
Mengingat Kembali Bagaimana Wabah SARS Menghilang

Mengingat Kembali Bagaimana Wabah SARS Menghilang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X