Kompas.com - 14/06/2021, 14:02 WIB
Dari tengah searah jarum jam, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat dalam salah satu agenda pertemuan G7 di Cornwall, Inggris, pada 12 Juni 2021. AP PHOTO/Leon NealDari tengah searah jarum jam, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat dalam salah satu agenda pertemuan G7 di Cornwall, Inggris, pada 12 Juni 2021.

KOMPAS.com – Pada Minggu (13/6/2021), G7 kembali berkomitmen untuk bekerja sama dalam mencegah perubahan iklim.

Kelompok yang berisi tujuh negara yang perekonomiannya maju tersebut bertujuan untuk mengurangi hampir separuh dari emisi gas rumah kaca mereka pada 2030.

Ketujuh negara anggota G7 adalah Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

Baca juga: Inspirasi Energi: Bagaimana Proses Pencarian dan Produksi Minyak Bumi?

Selain itu, mereka juga akan memenuhi janji dalam membantu negara-negara berkembang beralih ke energi yang lebih bersih sebagaimana dilansir Market Watch.

Kelompok itu mengatakan, akan menggelontorkan 100 miliar dolar AS yang sebelumnya dijanjikan untuk negara-negara berkembang dalam mempercepat transisi ke energi terbarukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di antara ketujuh negara tersebut, hanya ada dua negara yang bersumpah untuk meningkatkan bantuan mereka kepada negara-negara miskin.

Kedua negara tersebut adalah Kanada dan Jerman. Kanada akan menggandakan janji pendanaan pencegahan perubahan iklimnya menjadi 4,4 miliar dollar AS selama lima tahun ke depan.

Baca juga: Inspirasi Energi: Berapa Lama Minyak Bumi Terbentuk?

Sementara Jerman akan meningkatkannya pendanaan sebesar dari 2 miliar euro menjadi 6 miliar euro per tahun paling lambat pada 2025.

“Negara-negara G7 menyumbang 20 persen dari emisi karbon global, dan jelas bahwa tindakan harus dimulai dari kami,” kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Ketujuh pemimpin itu sepakat bahwa tahun 2021 harus menjadi titik balik bagi planet Bumi.

Mereka juga berjanji untuk mempercepat upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga ambang pemanasan global tidak melampaui 1,5 derajat Celcius sejak Revolusi Industri.

Baca juga: Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Para pemimpin G7 juga merencanakan langkah-langkah untuk menghentikan operasional mobil berbahan bakar minyak.

Namun, rincian dari rencana tersebut masih belum jelas.

Anggota G7 juga berjanji memangkas hampir separuh emisi gas rumah kaca mereka pada 2030 dibandingkan dengan emisi yang mereka produksi pada 2010.

Inggris berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 58 persen pada 2030 dibandingkan dengan tahun 2010.

AS berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kacanya sebesar 50 persen pada 2030 dibandingkan 2005.

Baca juga: Inspirasi Energi: Perbedaan Mobil Listrik, Mobil Hybrid, dan Mobil Plug-in Hybrid

Sedangkan Uni Eropa berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca setidaknya 55 persen dibandingkan dengan tahun 1990.

Sekitar 450 investor menulis bahwa negara-negara yang memimpin pencegahan perubahan iklim akan menjadi tujuan investasi yang semakin menarik.

Di sisi lain, para investor tersebut berpendapat, negara yang mengesampingkan pencegahan perubahan iklim akan mengalami kerugian.

Baca juga: Inspirasi Energi: Penjualan Mobil Diesel di Eropa Merosot, Kendaraan Hybrid Melejit

Batu bara

PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Malinau, Kalimantan Utara, dengan memanfaatkan teknologi Building Information Modelling (BIM).Waskita Karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Malinau, Kalimantan Utara, dengan memanfaatkan teknologi Building Information Modelling (BIM).

Selain itu, para pemimpin G7 juga berkomitmen untuk mengakhiri dukungan langsung untuk pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri pada akhir tahun ini.

Melalui sebuah komunike pasca-pertemuan puncak mereka di Inggris, mereka menegaskan janji untuk meningkatkan kontribusi keuangan guna mencegah perubahan iklim.

Komitmen tersebut mereka capai untuk mengurangi emisi yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan membantu bergerak menuju energi yang lebih bersih.

"Pembangkit listrik batu bara adalah kontributor terbesar emisi gas rumah kaca," kata G7 sebagaimana dilansir Reuters.

Kelompok itu juga prihatin bahwa investasi global yang berkelanjutan dalam pembangkit listrik tenaga batu bara masih belum berkurang.

Baca juga: Inspirasi Energi: Mengenal Nord Stream, Proyek Raksasa yang Mengirim Gas ke Eropa

"Kami menekankan bahwa investasi internasional dalam batu bara yang tidak berkurang harus dihentikan sekarang,” tulis G7.

“Sekarang kami berkomitmen untuk mengakhiri dukungan langsung pemerintah yang baru untuk pembangkit listrik batu bara internasional yang tidak berkurang pada akhir 2021," sambung G7.

Dalam pernyataannya, negara-negara tersebut juga berjanji untuk berfokus pada teknologi lain seperti teknologi penangkap karbon untuk membantu mempercepat transisi dari batu bara ke enegri bersih.

"Kami akan fokus pada percepatan kemajuan pada elektrifikasi dan baterai, hidrogen, penangkap karbon, penerbangan dan pelayaran nol emisi, serta bagi negara-negara yang memilih untuk menggunakannya, nuklir," ujar G7.

Baca juga: Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klub Bohemian, Tempat Perkumpulan Rahasia Kelas Elite Dunia

Klub Bohemian, Tempat Perkumpulan Rahasia Kelas Elite Dunia

Internasional
Kisah Marie Antoinette, Ikon Kecantikan Wanita Zaman Kerajaan Perancis yang Tewas Dipenggal

Kisah Marie Antoinette, Ikon Kecantikan Wanita Zaman Kerajaan Perancis yang Tewas Dipenggal

Internasional
10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

Internasional
Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Internasional
Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Internasional
6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

Internasional
Ini PLTS Terbesar di Dunia, Lebih Luas daripada Jakarta Pusat

Ini PLTS Terbesar di Dunia, Lebih Luas daripada Jakarta Pusat

Internasional
4 Tokoh Sejarah Dunia Penyebab Kerugian Ekonomi Terbesar, Salah Satunya Mansa Musa I

4 Tokoh Sejarah Dunia Penyebab Kerugian Ekonomi Terbesar, Salah Satunya Mansa Musa I

Internasional
Kisah Ella Harper, 'Gadis Unta' Penghibur di Panggung Sirkus

Kisah Ella Harper, "Gadis Unta" Penghibur di Panggung Sirkus

Internasional
5 Raja Terkaya di Dunia Tahun 2021

5 Raja Terkaya di Dunia Tahun 2021

Internasional
Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Internasional
Unit 731, Eksperimen Senjata Biologis Jepang Selama Perang Dunia II

Unit 731, Eksperimen Senjata Biologis Jepang Selama Perang Dunia II

Internasional
Sejarah Mansa Musa I dan Jatuhnya Harga Emas di Mesir Selama 10 Tahun

Sejarah Mansa Musa I dan Jatuhnya Harga Emas di Mesir Selama 10 Tahun

Internasional
Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Internasional
7 Tokoh Sejarah yang Tumbuh Sebagai Seorang Yatim Piatu

7 Tokoh Sejarah yang Tumbuh Sebagai Seorang Yatim Piatu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.