Kompas.com - 11/06/2021, 16:29 WIB

KOMPAS.com - Lahir di Periode Heian, tepatnya di wilayah Tohoku, samurai berawal dari perlawanan pada pemilik tanah rakus di kawasan itu.

Pemerintah Jepang dianggap hanya membuat pasukan untuk melindungi diri mereka sendiri, dan tak pernah mempedulikan nasib warga pinggiran.

Akhirnya, dua sosok paling kuat dari klan, yakni Minamoto dan Taira, menantang pemerintah pusat. Mereka berjuang untuk supremasi atas seluruh negara.

Jalan pedang pun dimulai.

Baca juga: Sejarah 3 Samurai yang Dikenal sebagai Pemersatu Jepang

Minamoto Yoritomo pun muncul sebagai pemenang dan mendirikan pemerintah militer baru pada tahun 1192.

Pemimpinnya disebut Shogun atau Komandan Militer Tertinggi.

Samurai, dengan jalan pedangnya, lantas memerintah Jepang selama kurang lebih 700 tahun.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Onna-Bugeisha, Samurai Wanita dari Zaman Kuno Jepang

Samurai pun dikenal sebagai prajurit pra-modern Jepang. Mereka kemudian membuat kelas militer yang berkuasa, hingga akhirnya menjadi kasta sosial tertinggi di Periode Edo (1603-1867).

Yang paling khas dari samurai adalah pedang panjangnya, di samping tetap memakai panah dan tombak.

Selama berkuasa, samurai juga dikenal punya kode etik yang bernama Bushido, atau dimaknai sebagai "jalan prajurit".

Baca juga: Perempuan Berdaya: Nakano Takeko, Samurai Wanita Tangguh yang Dipenggal Kepalanya oleh Saudara Sendiri

Tak hanya bergerak di militer, samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan atau daimyo disebut ronin.

Sementara samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

Pada akhir era Tokugawa, samurai adalah kaki tangan umum bagi daimyo. Pedang, yang menjadi ciri khas utama mereka, hanya dipakai hanya untuk tujuan istiadat.

Saat Reformasi Meiji terjadi di akhir abad ke-19, samurai dihapuskan, digantikan dengan tentara nasional yang menyerupai negara Barat.

-Baca juga: Begini Cara Panasonic Memperkenalkan Evolusi Pembuatan Samurai

Meski begitu, semangat Bushido hingga saat masih tetap ada dalam masyarakat Jepang, terjaga nyala apinya--meskipun tak lagi bergerak di jalan pedang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber wikipedia
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.