Pembantaian Tiananmen 4 Juni 1989: Latar Belakang Peristiwa dan Detik-detik Tragedi

Kompas.com - 04/06/2021, 11:47 WIB
Dalam file foto tanggal 5 Juni 1989 ini, seorang pria yang kemudian dijuluki Tank Man, berdiri sendirian di depan barisan tank yang menuju ke timur di Changan Blvd Beijing, di Lapangan Tiananmen, Beijing. AP PHOTO/JEFF WIDENERDalam file foto tanggal 5 Juni 1989 ini, seorang pria yang kemudian dijuluki Tank Man, berdiri sendirian di depan barisan tank yang menuju ke timur di Changan Blvd Beijing, di Lapangan Tiananmen, Beijing.

BEIJING, KOMPAS.com - Pembantaian Tiananmen pada 4 Juni 1989 adalah salah satu tragedi berdarah terbesar di China.

Dalam pembantaian Tiananmen 4 Juni, sekitar 100.000 orang berkumpul di utara Kota Terlarang, istana yang menjadi simbol besarnya Kekaisaran China sejak ribuan tahun silam.

Mereka terdiri dari mahasiswa, buruh, dan masyarakat biasa yang memprotes Pemerintah China karena dianggap membungkam demokrasi.

Baca juga: Miao Deshun, Tahanan Tiananmen Terakhir

Unjuk rasa berlangsung selama tujuh pekan sejak 27 April 1989. Deng Xiaoping yang kala itu memimpin Partai Komunis China kemudian mengerahkan puluhan tank untuk membantu tentara "mensterilkan" Lapangan Tiananmen.

Sejumlah laporan tak resmi menyebut korban tewas lebih dari 300 orang termasuk demonstran dan tentara, tetapi angka sebenarnya diprediksi mencapai 1.000 orang.

Kemudian sekitar 10.000 orang ditangkap dalam pembantaian Tiananmen 1989.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Latar belakang peristiwa Tiananmen

Foto ini diambil pada 6 Juni 1989 memperlihatkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) didukung puluhan tank mengamankan jalan raya Chang'an yang menuju Lapangan Tiananmen, Beijing.MANUEL CENETA / AFP Foto ini diambil pada 6 Juni 1989 memperlihatkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) didukung puluhan tank mengamankan jalan raya Chang'an yang menuju Lapangan Tiananmen, Beijing.
Melansir laman History, pada Mei 1989 hampir satu juta orang China yang kebanyakan pelajar muda, memadati pusat kota Beijing untuk menuntut demokrasi yang lebih besar.

Mereka juga meminta pengunduran diri para pemimpin Partai Komunis China yang dianggap terlalu represif.

Kemudian mengutip artikel Kompas.com pada 3 Juni 2019, pemicu lainnya demo ini adalah meninggalnya Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Hu Yaobang, pada 15 April 1989.

Hu dikenal sebagai tokoh reformis yang membuka diri terhadap demokrasi. Massa pun curiga dengan kematian Hu.

Halaman:
Baca tentang


Sumber History
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Internasional
Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Internasional
Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Internasional
Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada 'Dari Sabang sampai Merauke'

Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada "Dari Sabang sampai Merauke"

Internasional
Fakta Unik Di Balik Lagu Nasional Spanyol yang Dinyanyikan Tanpa Lirik

Fakta Unik Di Balik Lagu Nasional Spanyol yang Dinyanyikan Tanpa Lirik

Internasional
Operasi SSG Pakistan Penuh Penyamaran, jadi Warga sampai Penggembala

Operasi SSG Pakistan Penuh Penyamaran, jadi Warga sampai Penggembala

Internasional
Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Internasional
10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Perkasa

10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Perkasa

Internasional
Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Internasional
Siapa Presiden Pertama di Dunia?

Siapa Presiden Pertama di Dunia?

Internasional
Operation Black Tornado Marcos India: Tak Gentar Walau Peluru di Badan

Operation Black Tornado Marcos India: Tak Gentar Walau Peluru di Badan

Internasional
Profil Vladimir Putin, Penyuka Novel Intelijen yang jadi Presiden Rusia

Profil Vladimir Putin, Penyuka Novel Intelijen yang jadi Presiden Rusia

Internasional
Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Internasional
Bagaimana Cara Menambang Bitcoin?

Bagaimana Cara Menambang Bitcoin?

Internasional
Lawan Taliban dengan Palu: Kisah Pasukan SAS Inggris di Afghanistan

Lawan Taliban dengan Palu: Kisah Pasukan SAS Inggris di Afghanistan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X