Kisah Perang Arab-Israel I, Awal Mula Israel Menyerang Palestina

Kompas.com - 18/05/2021, 15:44 WIB
Tentara Israel menduduki parit pertahanan pasukan Mesir di Huleiqat pada Oktober 1948. Perang Arab-Israel pertama pecah hanya sehari setelah David Ben Gurion memproklamirkan berdirinya negara Yahudi itu. WikipediaTentara Israel menduduki parit pertahanan pasukan Mesir di Huleiqat pada Oktober 1948. Perang Arab-Israel pertama pecah hanya sehari setelah David Ben Gurion memproklamirkan berdirinya negara Yahudi itu.

KOMPAS.com - Kapan awal mula Israel menyerang Palestina? Jawabannya berkaitan dengan Perang Arab-Israel I tahun 1948.

Perang Arab Israel I bermula setelah David Ben Gurion mendeklarasikan negara Israel pada 14 Mei 1948, dan sehari kemudian deklarasi perang datang dari Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Jordania, dan Arab Saudi.

Asal mula perang Israel dan Palestina ini turut dilatarbelakangi oleh sengketa perebutan wilayah Palestina yang dibagi oleh Komite Khusus untuk Palestina (UNSCOP).

Baca juga: Mengapa Israel Menyerang Palestina?

Badan bentukan PBB pada 15 Mei 1947 itu terdiri dari 11 negara, dan tanggal 31 Agustus 1947 di sidang umum PBB merekomendasikan pembagian wilayah Palestina dalam masa transisi, selama dua tahun dimulai pada 1 September 1947.

Saat itu Inggris mengumumkan niatnya menyerahkan Mandat Palestina ke tangan PBB, setelah aksi kekerasan terus terjadi di wilayah tersebut.

Kelompok Zionis melancarkan serangan terus menerus kepada orang Inggris di wilayah itu. Mereka menuntut dibukanya keran imigrasi untuk bangsa Yahudi, yang masih tertahan di kamp Holocaust Nazi Jerman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

UNSCOP lalu mengusulkan pembagian yang terdiri atas negara Arab merdeka (11.000 km persegi), negara Yahudi (15.000 km persegi), sedangkan kota Yerusalem dan Betlehem akan berada di bawah kendali PBB.

Warga Palestina meninggalkan kota Galilea pada Oktober-November 1948. Akibat Perang Arab-Israel I, ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi tak bisa kembali ke kampung halaman mereka.Wikipedia Warga Palestina meninggalkan kota Galilea pada Oktober-November 1948. Akibat Perang Arab-Israel I, ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi tak bisa kembali ke kampung halaman mereka.
Mengutip Kompas.com pada 14 Mei 2021, usulan ini tidak memuaskan kelompok Yahudi maupun Arab.

Bangsa Yahudi kecewa karena kehilangan Yerusalem. Namun, kelompok Yahudi moderat menerima tawaran ini dan hanya kelompok-kelompok Yahudi radikal yang menolak.

Sementara itu, kelompok Arab khawatir pembagian ini akan mengganggu hak-hak warga mayoritas Arab di Palestina.

Baca juga: Mengenal Nakba, Tragedi Pengusiran Warga Palestina Setelah Israel Berdiri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X