Kompas.com - 16/05/2021, 16:41 WIB
Unit artileri Israel menembak ke arah target di Jalur Gaza, pada 12 Mei 2021. AP PHOTO/Yonatan SindelUnit artileri Israel menembak ke arah target di Jalur Gaza, pada 12 Mei 2021.

KOMPAS.com - Konflik Palestina dan Israel tengah memanas dalam beberapa pekan terakhir, dipicu dari Israel mengusir sejumlah keluarga Palestina di Yerusalem hingga menyerang jemaah Muslim yang beribadah di Masjid Al-Aqsa menjelang Idul Fitri.

Sejak saat itu, kedua negara tetangga ini terus saling kirim serangan balasan yang mematikan. Gedung-gedung hancur, masyarakat banyak yang tewas dan terluka.

Pecahnya konflik Palestina dan Israel memang bukan kali pertama. Konflik kedua negara ini telah berlangsung 100 tahun, yang disebut memiliki sejumlah mitos.

Apa sajakah itu? Melansir Huffpost.com berikut sejumlah mitos dari konflik Palestina dan Israel yang banyak menjadi pemahaman masyarakat luas:

Baca juga: Pertama Kali, Biden Telepon Presiden Palestina saat Konflik Berkecamuk

1. Konflik agama

Mayoritas penduduk Palestina adalah Muslim dan penduduk Israel adalah Yahudi, tetapi faktanya konflik kedua negara ini adalah tentang kepentingan bangsa.

Sejarah dunia mencatat, masalah konkretnya yaitu pencurian tanah, pengusiran, dan pembersihan etnis oleh pemukim asing yang datang di tanah adat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disebutkan bahwa di dalam masyarakat Palestina terdapat pula penduduk beragama Kristiani dan Yahudi. Sementara di Israel, ada pula penduduknya yang sekuler.

Baca juga: Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu dalam Konflik Israel-Palestina 2021

2. Masalah rumit

Di balik konflik menahun dan belum ada tanda konflik akan berhenti dalam waktu dekat, tetapi poin mendasar dari konflik Palestina dan Israel itu jelas.

Dasar masalahnya adalah penduduk asli yang diusir, dibunuh, dirampok, dipenjara, dan tanahnya diduduki selama puluhan tahun oleh pendatang.

Melansir Vox, ada 3 alasan utama mengapa konflik Palestina dan Israel bisa terasa jauh lebih rumit dari pada yang sebenarnya.

Pertama, ini telah berlangsung selama beberapa dekade, merupakan waktu yang lama. Itu berarti menguraikan satu detail sama saja harus membaca banyak sejarah. 

Kedua, masing-masing pihak memiliki narasi konflik yang sangat berbeda, apa yang terjadi, apa yang penting, dan siapa yang memikul tanggung jawab apa.

Ketiga, partisan pro-Israel/pro-Palestina sering mendorong gagasan bahwa konflik itu rumit di luar pemahaman orang luar.

Baca juga: Demo Mendukung Palestina Meluas ke Penjuru Eropa

3. Palestina terus menolak kesepakatan yang adil

Sejumlah upaya kesepakatan damai atas konflik Palestina dan Israel merujuk pada pembagian tanah kekuasaan, tapi sejauh ini tidak ada implementasi yang mencapai perdamaian abadi.

Terdapat argumen bahwa solusi itu pada dasarnya hanya membingkai mitos tentang pembagian yang adil atas tanah curian antara pihak penjajah dan bangsa pribumi.

Namun di luar dari pandangan tersebut, dalam perjanjian damai oleh PBB pada 1947 menunjukkan pembagian yang tidak proporsional, di mana 55 persen tanah dialokasikan kepada Israel.

Negosiasi pada 2008 antara Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Palestina tidak diberi kesempatan untuk memperjuangkan Yerusalem.

Palestina tidak pernah ditawari kesepakatan yang memungkinkan terciptanya negara yang benar-benar merdeka, subur, memadai, dan aman.

Baca juga: Konflik Memanas, Palestina dan Israel Saling Balas Serangan di Udara dan Laut

5. Palestina tidak menginginkan perdamaian

Pandangan ini muncul dalam narasi yang ingin menggambarkan orang Arab hanya sebagai pihak yang membawa kekerasan, irasional, pra-modern, dan tidak demokratis serta tidak sesuai dengan diplomasi Barat.

Hal itu menyudutkan warga Palestina karena menolak pendudukan dan penindasan brutal mereka dari Israel.

Faktanya, Palestina menginginkan perdamaian dengan mengupayakan sejumlah perjanjian damai, yang diharapkan prasyarat yang mendasar adalah keadilan.

6. Anti-semit

Anti-Semitisme adalah fenomena yang sangat nyata di seluruh dunia. Namun, klaim ini sering ditujukan kepada siapa pun yang mengkritik atau memprotes praktik Israel.

Klaim anti-semit pada praktinya sering disamakan antara Yudaisme, Zionisme, dan Israel sebagai negara. Seolah mengkritik Israel, berarti mengkritik Yudaisme.

Pendapat semacam itu juga mengabaikan fakta bahwa tradisi Yahudi adalah salah satu yang mendambakan keadilan, di mana prinsip murninya sangat bertentangan dengan tindakan pemerintah Israel.

Baca juga: Mesir Buka Perbatasan untuk Bantu Warga Palestina yang Luka Parah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Huff Post,Vox
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Evolusi Pakaian Golf di Seluruh Dunia

Internasional
Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Alasan Golf Disebut Olahraga Mahal dan Cara Menyiasatinya

Internasional
Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Apa Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia?

Internasional
4 Turnamen Utama Golf Dunia

4 Turnamen Utama Golf Dunia

Internasional
Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Sejarah Golf: Berawal di Skotlandia ke Seluruh Dunia

Internasional
Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Berakhirnya Perang Dingin, Ditandai Runtuhnya Uni Soviet pada 1991

Internasional
Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Biografi Richard Nixon, Presiden Ke-37 AS yang Mundur Sebelum Dimakzulkan karena Skandal

Internasional
Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Kapan FIFA Didirikan dan Siapa Pendirinya?

Internasional
Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Internasional
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.