Kompas.com - 11/05/2021, 09:30 WIB
Pasukan lapis baja Israel beraksi dalam foto ini yang diambil pada bulan Juni 1967 di Gurun Sinai. AFP PHOTO/STFPasukan lapis baja Israel beraksi dalam foto ini yang diambil pada bulan Juni 1967 di Gurun Sinai.

Dia tidak ingin menunggu lebih lama untuk perang. Ia sangat prihatin dengan kemacetan ekonomi yang disebabkan oleh mobilisasi sebagian besar penduduk laki-laki di bawah usia 50 tahun.

AS telah memberikan sinyal yang jelas. Mereka diberitahu bahwa Israel akan berperang dan tidak berusaha menghentikannya.

Amit melakukan perjalanan kembali ke Israel dengan duta besar Washington, Abe Harman, dengan pesawat yang penuh masker gas. Mereka tiba di Tel Aviv pada Sabtu 3 Juni malam.

Sebuah mobil membawa mereka langsung ke apartemen Eshkol, di mana dia menunggu dengan para menteri utamanya. Amit menginginkan perang segera. Harman ingin menunggu sekitar satu minggu lagi.

Di Mesir, Nasser memperkirakan Israel akan menyerang pada 4 atau 5 Juni. Dia mendasarkan pengamatannya pada kemajuan divisi lapis baja Irak, yang menuju Lembah Yordania dan Israel. Dia tahu Israel tidak akan menoleransi perubahan keseimbangan kekuatan seperti itu.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Israel Itu Bukan Negara, tapi Sarang Teroris

Serangan kejutan

Pada 5 Juni pukul 07:40, Ezer Weizman hampir tidak tahan dengan ketegangan di pusat komando Angkatan Udara di kementerian pertahanan di Tel Aviv.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencana perang Israel bergantung pada serangan mendadak, yang disebut Operasi Fokus, yang akan menghancurkan angkatan udara Arab di darat, dimulai dengan Mesir.

Mereka telah melatihnya selama bertahun-tahun dan gelombang serangan pertama akan segera terjadi.

Tidak seperti orang Mesir dan tentara Arab lainnya, orang Israel telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka dengan baik, belajar dari kekalahan sebelumnya.

Mereka menerbangkan ratusan misi pengintaian selama bertahun-tahun untuk membangun gambaran akurat dari setiap pangkalan udara di Mesir, Yordania, dan Suriah.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
5 Senjata Paling Mematikan dalam Perang Dunia II

5 Senjata Paling Mematikan dalam Perang Dunia II

Internasional
3 Tokoh Utama Kapitalisme

3 Tokoh Utama Kapitalisme

Internasional
Dampak Buruk Kapitalisme: Tingginya Kesenjangan Sosial dan Individualisme

Dampak Buruk Kapitalisme: Tingginya Kesenjangan Sosial dan Individualisme

Internasional
Dampak Positif Kapitalisme: Kebebasan untuk Mencapai Kemajuan

Dampak Positif Kapitalisme: Kebebasan untuk Mencapai Kemajuan

Internasional
Perkembangan Kapitalisme: Dari Revolusi Industri Hingga Masa Kini

Perkembangan Kapitalisme: Dari Revolusi Industri Hingga Masa Kini

Internasional
Sejarah Kapitalisme: Awal Mula dan Faktor Pendorong

Sejarah Kapitalisme: Awal Mula dan Faktor Pendorong

Internasional
Ciri Sistem Kapitalisme: Tekankan Kebebasan dan Individualitas

Ciri Sistem Kapitalisme: Tekankan Kebebasan dan Individualitas

Internasional
Pengertian Kapitalisme, Ideologi Ekonomi Berbasis Pasar Bebas

Pengertian Kapitalisme, Ideologi Ekonomi Berbasis Pasar Bebas

Internasional
Kisah Skandal Doping Dramatik Samir Nasri

Kisah Skandal Doping Dramatik Samir Nasri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.