Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Kompas.com - 09/05/2021, 15:35 WIB
Robert Hutchings Goddard, pencipta roket pertama Amerika. [Via Wikimedia Commons] Via Wikimedia CommonsRobert Hutchings Goddard, pencipta roket pertama Amerika. [Via Wikimedia Commons]

KOMPAS.com - Robert Hutchings Goddard adalah seorang ilmuwan roket pertama Amerika, yang penemuannya telah membentuk sejarah perkembangan teknologi luar angkasa.

Namun, penemuannya pernah tidak dianggap penting oleh pemerintah atau pihak milter, dalam separuh perjalanan hidupnya berkarya.

Goddard tidak menyerah dengan stigma yang saat itu ia terima. Ia bertahan untuk terus mengembangkan penemuannya, yang ia yakini sangat bernilai, sehingga manusia modern kini mensyukuri karya intelektualnya.

Baca juga: Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Masa muda Goddard

Robert Goddard lahir di Worcester, Massachusetts, pada 5 Oktober 1882, dari petani Nahum Goddard dan Fannie Louise Hoyt.

Menurut catatan biografinya yang dilansir dari Thought Co, Goddard kecil dikenal sakit-sakitan. Namun, ia sangat semangat pergi untuk mempelajari langit dengan teleskopnya, hingga akhirnya ia tertarik untuk belajar sains, khususnya soal mekanika penerbangan.

Majalah Smithsonian dan artikel dari pakar penerbangan Samuel Pierpont Langley, yang ia temukan semakin memicu minatnya untuk mempelajari aerodinamika seumur hidupnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai seorang sarjana, Goddard menghadiri Worcester Polytechnic Institute, di mana dia belajar fisika.

Ia mendapat gelar doktor di Universitas Clark pada 1911, kemudian mengambil beasiswa penelitian di Universitas Princeton pada tahun berikutnya.

Akhirnya, ia bergabung di Universitas Clark sebagai profesor teknik kedirgantaraan dan fisika, jabatan yang ia geluti hampir sepanjang sisa hidupnya.

Baca juga: Kronologi Roket China Long March 5B Jatuh di Samudra Hindia, Dunia Sempat Tegang

Riset roket 

Robert Goddard mulai menulis tentang roket saat dia masih sarjana. Setelah mendapatkan gelar doktor, dia fokus mempelajari atmosfer menggunakan roket untuk menaikan instrumen yang cukup tinggi, untuk mengukur suhu dan tekanan.

Semangatnya untuk mempelajari lapisan atmosfer Bumi lebih tinggi, mendorongnya untuk bereksperimen dengan roket sebagai teknologi yang memungkinkan untuk mengirimkan sesuatu.

Goddard mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk melanjutkan pekerjaannya, tapi akhirnya ia bisa membujuk Smithsonian Institution untuk mendukung penelitiannya.

Pada 1919, ia menulis karya besar pertamanya yang diterbitkan oleh Smithsonian, berjudul "A Method of Reaching Extreme Altitudes".

Dalam tulisannya, ia menguraikan cara memecahkan tantangan untuk mengangkat massa ke atmosfer tinggi dan mengeksplorasi bagaimana roket dapat memecahkan masalah studi tentang ketinggian.

Goddard bereksperimen dengan sejumlah konfigurasi roket dan beban bahan bakar yang berbeda. Dimulai dengan campuran bahan bakar propelan roket padat pada 1915.

Akhirnya, ia beralih ke bahan bakar cair, yang membutuhkan desain ulang roket yang ia gunakan. Sehingga, ia harus merekayasa tangki bahan bakar, turbin, dan ruang pembakaran yang tidak dirancang untuk pekerjaan semacam ini.

Pada 16 Maret 1926, roket pertama Goddard meluncur dari bukit dekat Worcester, Massachusetts, dengan ketinggian lebih dari 12 meter selama 2,5 detik.

Roket bertenaga bensin itu membuat perkembangan lebih lanjut dalam penerbangan roket. Goddard mulai mengerjakan desain yang lebih baru dan lebih kuat menggunakan roket yang lebih besar.

Dia lalu berusaha memecahkan masalah dalam mengendalikan sudut dan posisi penerbangan roket, dan juga harus merekayasa nosel roket yang akan membantu menciptakan daya dorong yang lebih besar untuk kendaraan.

Goddard juga mengerjakan sistem giroskop untuk mengontrol stabilitas roket dan merancang kompartemen muatan untuk membawa instrumen ilmiah.

Kemudian, dia menciptakan sistem pembaruan parasut untuk mengembalikan roket dan muatan dengan aman ke permukaan tanah.

Dia lalu mematenkan roket multi-tahap yang umum digunakan saat ini. Makalahnya pada 1919, ditambah penyelidikan lainnya dalam desain roket, dianggap klasik di lapangan.

Baca juga: Roket China Jatuh di Samudra Hindia, NASA: Beijing Gagal Terapkan Standar

Kritikan terhadap Goddard

Meskipun karya inovatifnya menarik minat ilmiah, eksperimen roket pertamanya tersebut dikritik oleh pers karena dianggap terlalu khayalan.

Namun, banyak dari liputan pers saat itu mengandung ketidakakuratan ilmiah.

Contoh paling terkenal muncul pada 20 Januari 1920, di The New York Times. Artikel tersebut menolok-olok prediksi Goddard, yang menyebutkan bahwa roket suatu hari nanti mungkin dapat mengelilingi Bulan dan mengangkut manusia serta instrumen ke dunia lain.

The New York Times mencabut pernyataan olokan dalam artikel itu 49 tahun kemudian, dengan memberikan klarifikasi yang diterbitkan pada 16 Juli 1969, sehari setelah 3 astronot mendarat di Bulan.

"Penyelidikan dan eksperimen lebih lanjut telah mengkonfirmasi temuan Isaac Newton di abad ke-17 dan sekarang secara pasti ditetapkan bahwa roket dapat berfungsi dalam ruang hampa serta dalam atmosfer. The Times menyesali kesalahannya," demikian klarifikasinya.

Akhir kariernya

Goddard melanjutkan karya roketnya sepanjang 1920-an dan 1930-an. Ia masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan terhadap potensi karyanya oleh pemerintah AS.

Akhirnya, dia memindahkan operasinya ke Roswell, New Mexico, dan dengan dukungan finansial dari keluarga Guggenheim, dia dapat melakukan lebih banyak penelitian roket.

Pada 1942, Goddard dan timnya pindah ke Annapolis, Maryland, untuk mengerjakan teknologi jet-assisted take-off (JATO).

Dia terus menyempurnakan desainnya selama Perang Dunia II, meskipun tidak membagikan karyanya dengan ilmuwan lain.

Goddard lebih memilih kerahasiaan karena kekhawatirannya tentang pelanggaran paten dan pencurian kekayaan intelektual.

Bersamaan dengan itu, ia telah berulang kali menawarkan layanan dan teknologinya, tetapi hanya mendapatkan penolakan dari militer dan pemerintah.

Menjelang akhir Perang Dunia II dan tidak lama sebelum kematiannya, Goddard memiliki kesempatan untuk menangkap roket V-2 Jerman, menyadari betapa Jerman telah menyalin karyanya, terlepas dari paten yang Jerman peroleh.

Baca juga: Roket Long March 5B Dinyatakan Jatuh ke Samudra Hindia, Pakar: Nampaknya China Menang Taruhan

Kematian dan warisan

Sepanjang hidupnya, Robert H. Goddard tetap mengajar di fakultas penelitian di Universitas Clark. Setelah Perang Dunia II, ia bergabung dengan American Rocket Society sebagai dewan direksi.

Di usia 63 tahun, kesehatannya memburuk dan pria pejuang keras ini akhirnya meninggal pada 10 Agustus 1945. Dia dimakamkan di Worcester, Massachusetts di tanah kelahirannya.

Setelah kematiannya, istri Goddard, Esther Christine Kisk, mengumpulkan dokumen-dokumen penemuan roketnya. Kisk berusaha menggantikan perjuangan suaminya untuk mendapatkan paten dari karya roket pertama Amerika.

Banyak dari makalah asli Goddard yang berisi karya penting tentang roket dapat dilihat dari Arsip Institusi Smithsonian.

Pengaruh karya dan perjuangan keras Goddard terus terasa sepanjang upaya eksplorasi ruang angkasa manusia modern kini hingga di masa yang akan datang.

Kehormatan

Hampir sepanjang hidup Goddard mungkin karya dan perjuangannya tidak dihormati secara layak, tetapi warisannya sangat berarti bagi sejarah perkembangan teknologi luar angkasa dunia.

Jauh setelah kematiannya, ia mendapatkan penghormatan dengan didirikannya Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA (GSFC), seperti juga beberapa sekolah di seluruh AS yang mengadobsi namanya.

Goddard mengumpulkan 214 paten untuk karyanya selama masa hidupnya, dengan 131 diberikan setelah dia meninggal.

Baca juga: Berkaca dari Roket China, ke Mana Benda Luar Angkasa yang Jatuh di Bumi Dibuang?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Thought Co
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Sosok Porfirio Rubirosa, Playboy Terbesar Abad ke-20

Mengenal Sosok Porfirio Rubirosa, Playboy Terbesar Abad ke-20

Internasional
Apa Itu Black Friday dan Dampaknya

Apa Itu Black Friday dan Dampaknya

Internasional
Globalisasi: Pengertian dan Sejarah Awal

Globalisasi: Pengertian dan Sejarah Awal

Internasional
Qin Shi Huang, Kaisar Pertama China dan Obsesi Keabadian

Qin Shi Huang, Kaisar Pertama China dan Obsesi Keabadian

Internasional
Kisah Pencurian Mayat Charlie Chaplin

Kisah Pencurian Mayat Charlie Chaplin

Internasional
5 Lagu Penting John Mayer, Membius dengan Blues Jenius

5 Lagu Penting John Mayer, Membius dengan Blues Jenius

Internasional
Berulang Tahun 16 Oktober, Ini Kisah Hidup John Mayer

Berulang Tahun 16 Oktober, Ini Kisah Hidup John Mayer

Internasional
Apa Film Animasi Panjang Pertama di Dunia?

Apa Film Animasi Panjang Pertama di Dunia?

Internasional
5 Film Klasik Disney Paling Awal

5 Film Klasik Disney Paling Awal

Internasional
Kenapa di Malaysia Banyak Orang China dan Pakai Nama Asli? Ini Sejarahnya...

Kenapa di Malaysia Banyak Orang China dan Pakai Nama Asli? Ini Sejarahnya...

Internasional
4 Fakta Unik Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

4 Fakta Unik Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

Internasional
16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

Internasional
Profil Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kazakhstan

Profil Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kazakhstan

Internasional
Mengenal Pitch Drop, Eksperimen Laboratorium Terlama di Dunia

Mengenal Pitch Drop, Eksperimen Laboratorium Terlama di Dunia

Internasional
Mengenal Tamahagane, Logam Khusus Pembuat Samurai Jepang

Mengenal Tamahagane, Logam Khusus Pembuat Samurai Jepang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.