Kompas.com - 08/05/2021, 09:12 WIB

Pada 1947, PBB membuat rencana partisi. Tujuannya untuk memisahkan sejarah Palestina, yang kemudian di bawah kendali Inggris, menjadi dua negara.

Satu untuk orang Yahudi, terutama dari Eropa, dan satu untuk Palestina. Negara Yahudi diberi 55 persen tanah, dan 45 persen sisanya untuk negara Palestina.

Yerusalem, yang menampung kompleks Al-Aqsa, merupakan milik komunitas internasional di bawah administrasi PBB. Situs itu diberikan status khusus karena nilai pentingnya bagi tiga agama.

Baca juga: Yahudi Sayap Kanan dan Arab Bentrok di Yerusalem, Ratusan Luka-luka

Perang Arab-Israel pertama pecah pada 1948 setelah Israel mendeklarasikan kenegaraan, menguasai sekitar 78 persen tanah. Sementara sisanya wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza berada di bawah kendali Mesir dan Yordania.

Perambahan Israel di atas tanah tersebut semakin intensif pada 1967. Setelah perang Arab-Israel kedua, Israel menduduki Yerusalem Timur, dan akhirnya secara ilegal mencaplok Yerusalem, termasuk Kota Tua dan Al-Aqsa.

Kontrol ilegal Israel atas Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, melanggar beberapa prinsip hukum internasional. Pasalnya ditentukan bahwa kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan di wilayah yang didudukinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama bertahun-tahun, pemerintah Israel mengambil langkah lebih lanjut untuk mengendalikan Kota Tua dan Yerusalem Timur secara keseluruhan.

Pada 1980, Israel mengeluarkan undang-undang yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang "lengkap dan bersatu." Hal ini semula dinilai melanggar hukum internasional. 

Tidak ada negara di dunia yang mengakui kepemilikan Israel atas Yerusalem atau upayanya untuk mengubah susunan geografi dan demografis kota, sampai perubahan dilakukan oleh Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump pada 2018.

Warga Palestina di Yerusalem, yang berjumlah sekitar 400.000, hanya memiliki status kependudukan permanen. Meski lahir di sana, mereka tidak memiliki status kewarganegaraan di sana, berbeda dengan orang Yahudi yang lahir di kota tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Bagaimana Sejarah Sepak Bola Jadi Olahraga Mendunia?

Internasional
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
5 Senjata Paling Mematikan dalam Perang Dunia II

5 Senjata Paling Mematikan dalam Perang Dunia II

Internasional
3 Tokoh Utama Kapitalisme

3 Tokoh Utama Kapitalisme

Internasional
Dampak Buruk Kapitalisme: Tingginya Kesenjangan Sosial dan Individualisme

Dampak Buruk Kapitalisme: Tingginya Kesenjangan Sosial dan Individualisme

Internasional
Dampak Positif Kapitalisme: Kebebasan untuk Mencapai Kemajuan

Dampak Positif Kapitalisme: Kebebasan untuk Mencapai Kemajuan

Internasional
Perkembangan Kapitalisme: Dari Revolusi Industri Hingga Masa Kini

Perkembangan Kapitalisme: Dari Revolusi Industri Hingga Masa Kini

Internasional
Sejarah Kapitalisme: Awal Mula dan Faktor Pendorong

Sejarah Kapitalisme: Awal Mula dan Faktor Pendorong

Internasional
Ciri Sistem Kapitalisme: Tekankan Kebebasan dan Individualitas

Ciri Sistem Kapitalisme: Tekankan Kebebasan dan Individualitas

Internasional
Pengertian Kapitalisme, Ideologi Ekonomi Berbasis Pasar Bebas

Pengertian Kapitalisme, Ideologi Ekonomi Berbasis Pasar Bebas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.