Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/04/2021, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Kekaisaran Turki Utsmani atau Ottoman dalam bahasa Inggris, berhasil mencatatkan sejarah besar dengan menaklukkan Konstantinopel pada 1453.

Penaklukan Konstantinopel dilakukan Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II, dengan mengalahkan Kekaisaran Romawi Timur.

Konstantinopel dulu merupakan kota paling penting di dunia pada abad pertengahan, karena letak strategisnya dalam perekonomian maupun politik dunia.

Baca juga: Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem Selama 200 Tahun

Konstantinopel yang terletak di antara benua Asia dan Eropa serta dibelah Selat Bosportus, juga menjadi ibu kota Byzantium Romawi Timur sejak 324 M sampai awal abad ke-15 Masehi.

Awal mula sejarah penaklukan Konstantinopel

Dr Yoyo, Ketua Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, bercerita bahwa Konstantinopel sudah diprediksi takluk oleh Nabi Muhammad SAW saat dikepung orang-orang Quraisy di Perang Khandaq.

"Konon ketika Nabi membelah batu kemudian ada percikan lalu menyampaikan, suatu saat nanti Romawi akan kalah," imbuhnya.

Kemudian sejak zaman khulafaur rasyidin, para penerus Nabi seperti Daulah Umayyah, Daulah Abasiyah, dinasti Mamalik, dan termasuk Mehmed II semua berambisi menaklukkan Romawi.

"Tetapi itu baru tercapai pada masa kekuasaan Turki Utsmani, yaitu pada masa pemerintahan Muhammad Al Fatih, atau Mehmed Isani kalau dalam bahasa Turki."

Baca juga: Kisah Perang: Kematian Napoleon Bonaparte dalam Sunyi di St Helena

Peta Kekaisaran Bizantiumbritannica.com Peta Kekaisaran Bizantium
Dr Yoyo melanjutkan, Turki Utsmani adalah salah satu dinasti Islam terakhir dan berdiri hampir 500 tahun, sama lamanya dengan Kekaisaran Romawi Timur yang ditaklukkan.

"Bentuk kekuasaan Islam terakhir dalam bentuk kerajaan atau monarki ataupun daulah itu adalah daulah Utsmaniyah, atau Ottoman Empire sering disebutnya dalam bahasa Inggris," terang Yoyo saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (18/4/2021).

Sultan Mehmed II, sosok di balik penaklukan Konstantinopel

Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al Fatih merupakan sultan ketujuh dari Turki Utsmani dan usianya sangat muda.

Ia lahir pada 30 Maret 1432 dan wafat 3 Mei 1481. Mehmed II mulai berkuasa pada 1451 ketika umurnya baru akan beranjak 20 tahun.

"Kemudian di tahun 1453 dua tahun setelah berkuasa mampu menaklukkan Konstantinopel."

"Itu luar biasa. Satu achievement yang luar biasa bagaimana seorang panglima muda mampu mengalahkan satu kekaisaran yang hampir 500 tahun lamanya berjalan," cerita Yoyo.

Baca juga: Kisah Perang: Misteri Pasukan yang Bersantai di Medan Tempur, Tiba-tiba Orangnya Tambah Saat Pulang

Mehmed II Sang Penakluk, Sultan Ottoman Turkivia Daily Sabah Mehmed II Sang Penakluk, Sultan Ottoman Turki
Mehmed II kemudian diberi gelar Al Fatih karena popularitasnya sebagai penakluk.

Mengutip artikel Kompas.com pada 24 November 2020, ada tiga latar belakang penaklukan Konstantinopel.

  1. Dinasti Utsmani ingin menguasai kegiatan perdagangan internasional di kawasan Konstantinopel.
  2. Muhammad Al Fatih ingin meruntuhkan dominasi Byzantium Romawi Timur di kawasan Timur Tengah.
  3. Menegaskan kekuatan pengaruh Islam di dunia Internasional.

Baca juga: Kisah Perang: Garis Maginot, Benteng Keropos yang Dibanggakan Perancis

Kenapa Romawi sulit ditaklukkan di Konstantinopel?

Dr Yoyo menerangkan, Konstantinopel memiliki benteng pertahanan yang sangat kuat sampai tiga lapis, sehingga saat itu hampir tidak mungkin ditembus.

Namun Mehmed II tidak kehilangan akal. Ia menyusun strategi untuk bisa membongkar pertahanan Konstantinopel. Berikut adalah empat caranya.

1. Mempersiapkan persenjataan yang sangat lengkap, utamanya meriam yang diperkirakan bisa merobek dinding-dinding pertahanan Konstantinopel

"Konon dia mengundang beberapa ahli beberapa pakar persenjataan, yang kemudian mampu menciptakan meriam, yang untuk waktu itu adalah meriam dengan ukuran terbesar yang ada pada zamannya," urai Yoyo.

Baca juga: Kisah Perang: Schwerer Gustav, Meriam Terbesar Sejagat Raya Milik Nazi

Sisa-sisa benteng Konstantinopel yang masih berdiri sampai sekarang.SHUTTERSTOCK/ALP AKSOY Sisa-sisa benteng Konstantinopel yang masih berdiri sampai sekarang.
2. Persiapkan hampir 400-an armada laut

Untuk menyiapkan armada di jalur laut yang dikuasai Romawi, Mehmed II menyelundupkannya lewat darat. Caranya dengan pembalakan hutan lalu perahu-perahu itu dibawanya lewat darat sampai tembus ke laut.

3. Tentara yang direkrut Muhammad Al Fatih dilatih sejak kecil

Yoyo bercerita, pasukan yang dia rekrut adalah tentara-tentara terlatih sejak kecil.

"Jadi ada kontrak dengan orangtua. Anak-anak itu dikumpulkan dari berbagai daerah, direkrut, kemudian orangtuanya diberi hak-hak sebagai imbalan karena anaknya menjadi tentara."

Baca juga: Kisah Perang Saudara Amerika yang Ditonton Warga Sambil Piknik Makan Sandwich

4. Diplomasi atau pendekatan dulu dengan negara-negara di sekitarnya

"Dia minta saat penyerangan itu kita berdamai, agar dia fokus hanya menyerang Konstantinopel, menyerang Romawi Timur, tidak yang lainnya. Jadi dia tidak terpecah konsentrasinya."

Penaklukan Konstantinopel dimulai 6 April 1453 dengan pasukan Utsmani yang berjumlah 150.000 tentara.

Setelah dikepung hampir 50 hari, Konstantinopel akhirnya takluk pada 29 Mei 1453.

Ilustrasi Kekaisaran Turki Utsmani di Konstantinopel.SHUTTERSTOCK/METEHAN BAHADIR Ilustrasi Kekaisaran Turki Utsmani di Konstantinopel.
Dampak penaklukan Konstantinopel

Dampat terbesar dari penaklukan Konstantinopel adalah jalur internasional yang dimiliki Turki Utsmani semakin luas.

"Ketika dikuasainya jalur armada itu, maka secara internasional semakin memperluas jalur yang dimiliki daulah Turki Utsmani."

Capaian itu pun dikatakan sebagai The Great Achievement dalam sejarah Pemerintahan Islam.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penaklukan Kontantinopel juga berarti akhir dari kekuasaan Romawi Timur dan akhir abad pertengahan Eropa, untuk kemudian masuk ke era modern.

Baca juga: Kisah Perang: Ketika Sekutu AS-Kanada Serang Pulau Kosong dan Saling Bunuh, 300 Tentara Tewas

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Gama Prabowo | Editor: Serafica Gischa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 10 Negara Termiskin di Eropa

Daftar 10 Negara Termiskin di Eropa

Internasional
Daftar 10 Negara Terluas di Asia

Daftar 10 Negara Terluas di Asia

Internasional
Daftar Negara dengan Vegan Terbanyak di Dunia

Daftar Negara dengan Vegan Terbanyak di Dunia

Internasional
Daftar 10 Negara Termiskin di Asia

Daftar 10 Negara Termiskin di Asia

Internasional
Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Internasional
Daftar Negara Anggota Liga Arab, Jumlahnya 22

Daftar Negara Anggota Liga Arab, Jumlahnya 22

Internasional
Daftar 8 Negara Terkuat di Dunia

Daftar 8 Negara Terkuat di Dunia

Internasional
7 Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia, Pecahkan Piring hingga Bergembira di Kuburan

7 Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia, Pecahkan Piring hingga Bergembira di Kuburan

Internasional
Daftar Negara Anggota CSTO, Persekutuan Pecahan Uni Soviet

Daftar Negara Anggota CSTO, Persekutuan Pecahan Uni Soviet

Internasional
Indonesia Impor Garam dari Mana Saja?

Indonesia Impor Garam dari Mana Saja?

Internasional
Daftar Negara Teratas Pemasok Pupuk ke Indonesia

Daftar Negara Teratas Pemasok Pupuk ke Indonesia

Internasional
Daftar Negara Teratas Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, China Terbesar

Daftar Negara Teratas Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, China Terbesar

Internasional
7 Negara Teratas Pemasok Beras Indonesia, India Paling Banyak

7 Negara Teratas Pemasok Beras Indonesia, India Paling Banyak

Internasional
20 Mei 2002, Timor Leste Merdeka dari Indonesia

20 Mei 2002, Timor Leste Merdeka dari Indonesia

Internasional
Profil Presiden Perancis Emmanuel Macron

Profil Presiden Perancis Emmanuel Macron

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.