Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/04/2021, 14:29 WIB

Sistem kesehatan yang dihancurkan genosida

Dr Sabin mengatakan kepercayaan masyarakat pada saran dari pihak berwenang dan ilmuwan telah menjadi faktor penting dalam mengekang virus corona.

"Kepercayaan sangatlah penting, dan Anda tidak dapat membangun kepercayaan di tengah pandemi Covid-19."

Namun, Rwanda pernah menjadi negara yang kepercayaan benar-benar hancur.

Pada 1994, genosida Rwanda menyebabkan ketegangan yang meningkat antara suku mayoritas Hutu dan populasi minoritas Tutsi. Hutu menghadapi Tutsi dengan parang.

Menurut PBB, ada 1 juta orang dibantai hanya dalam 100 hari.

Banyak korban selamat yang masih memiliki bekas luka parang di leher mereka.

Mantan pemimpin Front Patriotik Rwanda, Paul Kagame, telah menjadi Presiden Rwanda sejak 2000. Ia menjabat sebagai wakil presiden setelah genosida.

Paul juga dipuji karena membawa stabilitas ke negara itu dan untuk sejumlah catatan pembangunan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Namun, beberapa pihak menggambarkan Paul sebagai "diktator yang baik hati" dan prihatin pada penindasan serius terhadap perbedaan pandangan dan pendapat.

Pendekatan Rwanda terhadap strategi pandemi Covid-19 juga menuai kritik yang signifikan dari kelompok-kelompok, seperti Human Rights Watch, yang mengutuk "taktik otoriter pemerintah untuk menegakkan langkah-langkah kesehatan masyarakat".

Baca juga: Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Sumber ABC
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Kenapa Lato-lato Viral: Dipatenkan di Jerman hingga Akhirnya Dilarang

Sejarah Kenapa Lato-lato Viral: Dipatenkan di Jerman hingga Akhirnya Dilarang

Internasional
5 Faktor Kenapa di Singapura Banyak Orang China Kaya

5 Faktor Kenapa di Singapura Banyak Orang China Kaya

Internasional
Daftar Negara Paling Korup di Dunia

Daftar Negara Paling Korup di Dunia

Internasional
Daftar Negara di Dunia Tanpa Pasukan Militer

Daftar Negara di Dunia Tanpa Pasukan Militer

Internasional
Sejarah Pertempuran Stalingrad: Latar Belakang dan Berakhirnya

Sejarah Pertempuran Stalingrad: Latar Belakang dan Berakhirnya

Internasional
Daftar 10 Negara Termiskin di Eropa

Daftar 10 Negara Termiskin di Eropa

Internasional
Daftar 10 Negara Terluas di Asia

Daftar 10 Negara Terluas di Asia

Internasional
Daftar Negara dengan Vegan Terbanyak di Dunia

Daftar Negara dengan Vegan Terbanyak di Dunia

Internasional
Daftar 10 Negara Termiskin di Asia

Daftar 10 Negara Termiskin di Asia

Internasional
Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Internasional
Daftar Negara Anggota Liga Arab, Jumlahnya 22

Daftar Negara Anggota Liga Arab, Jumlahnya 22

Internasional
Daftar 8 Negara Terkuat di Dunia

Daftar 8 Negara Terkuat di Dunia

Internasional
7 Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia, Pecahkan Piring hingga Bergembira di Kuburan

7 Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia, Pecahkan Piring hingga Bergembira di Kuburan

Internasional
Daftar Negara Anggota CSTO, Persekutuan Pecahan Uni Soviet

Daftar Negara Anggota CSTO, Persekutuan Pecahan Uni Soviet

Internasional
Indonesia Impor Garam dari Mana Saja?

Indonesia Impor Garam dari Mana Saja?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.