Kompas.com - 06/04/2021, 17:08 WIB
Dalam foto dokumentasi dari tahun 2013 ini, seorang yang diduga sebagai militan Al Qaeda di Yaman, tengah, membentangkan bendera kelompok ISIS di tengah berlangsungnya sebuah persidangan di Sana'a, Yaman. Dalam persaingannya dengan kelompok Negara Islam (ISIS) di Timur Tengah, Al Qaeda menggunakan pendekatan yang dianggap sebagian kalangan sebagai pragmatis. APDalam foto dokumentasi dari tahun 2013 ini, seorang yang diduga sebagai militan Al Qaeda di Yaman, tengah, membentangkan bendera kelompok ISIS di tengah berlangsungnya sebuah persidangan di Sana'a, Yaman. Dalam persaingannya dengan kelompok Negara Islam (ISIS) di Timur Tengah, Al Qaeda menggunakan pendekatan yang dianggap sebagian kalangan sebagai pragmatis.

KOMPAS.com - Mayoritas sejarawan Islam berpendapat bahwa asal-usul ISIS berakar dari Al-Qaeda di Irak sebagai respons terhadap invasi AS pada 2003.

Mereka juga yakin bahwa ISIS dibentuk oleh ekstremis Yordania dan kepala Al-Qaeda di Irak, Abu Musab Zarqawi.

Melansir The Atlantic pada 2019, disebutkan bahwa orang Yordania memiliki visi yang kelam, yaitu ingin memicu Perang Saudara antara Sunni dan Syiah serta berambisi untuk mendirikan kekhalifahan versinya.

Pada 2006, dilaporkan Zarqawi terbunuh dalam suatu serangan udara oleh Amerika Serikat di Baquba pada 7 Juni 2006.

Baca juga: Anggota ISIS Shamima Begum Tepergok Mengantre di Bank yang Membayar Uang Ilegal

Meski pendirinya telah tewas, visi ISIS ini tetap dijalankan dan diwujudkan pada 2014, ketika kelompok teroris ini menguasai Irak utara dan Suriah timur.

Narasi tentang asal-usul ideologi ISIS sering kali berfokus pada fakta bahwa Zarqawi dan Osama bin Laden, keduanya sama-sama ekstremis Sunni yang berbeda pendapat tentang takfir atau ekskomunikasi dan memerangi Syiah.

Perbedaan seperti itu, menurut ceritanya, diperkuat di Irak dan akhirnya menyebabkan perpecahan antara ISIS dan Al-Qaeda.

Berdasarkan asumsi ini, banyak yang menyimpulkan bahwa Zarqawi pasti memberikan kerangka intelektual untuk ISIS.

Namun, disebutkan oleh The Atlantic bahwa modus operandi ISIS didasari jauh sebelum dari invasi AS berlangsung dan dilakukan oleh seseorang bernama Abdulrahman al-Qaduli yang lebih dikenal dengan julukan Abu Ali al-Anbari.

Anbari berasal dari Niniwe, Irak, yang memberikan pendekatan radikal untuk kelompok teroris ini lebih kuat serta pengaruhnya lebih sistematis, tahan lama, lebih dari Zarqawi.

Kelompok ISIS yang menguasai Suriah kini sedang berada di bawah tekanan kuat dari militer Turki, Rusia, dan Amerika Serikat (AS)AFP Kelompok ISIS yang menguasai Suriah kini sedang berada di bawah tekanan kuat dari militer Turki, Rusia, dan Amerika Serikat (AS)

Baca juga: Seperti Ini Kengerian Serangan ISIS di Kota Mozambik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Hubungan Iran-Israel: dari Bersekutu hingga Jadi Lawan Mematikan

Sejarah Hubungan Iran-Israel: dari Bersekutu hingga Jadi Lawan Mematikan

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

Internasional
6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Internasional
Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem Selama 200 Tahun

Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem Selama 200 Tahun

Internasional
Lingkungan Miskin di Brasil Terancam Krisis Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Lingkungan Miskin di Brasil Terancam Krisis Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Internasional
Jelang Ramadhan, Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Jelang Ramadhan, Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Internasional
5 Fakta Menarik Penerbangan Manusia Pertama di Luar Angkasa oleh Yuri Gagarin

5 Fakta Menarik Penerbangan Manusia Pertama di Luar Angkasa oleh Yuri Gagarin

Internasional
Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021

Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021

Internasional
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X