Tradisi Jumat Agung di Filipina, Penyaliban Realistis sebagai Ekspresi Iman

Kompas.com - 02/04/2021, 09:41 WIB
Gereja Katolik di Filipina telah menyarankan agar tidak memeragakan kembali penyaliban Yesus Kristus. Namun demikian, tradisi ini tetap dijalankan. Dok Tim CeritalahGereja Katolik di Filipina telah menyarankan agar tidak memeragakan kembali penyaliban Yesus Kristus. Namun demikian, tradisi ini tetap dijalankan.

Menurut Alkitab, Yesus berusia 33 tahun pada saat penyalibannya.

Baca juga: Di Tengah Lockdown Virus Corona, Paus Fransiskus Pimpin Misa Jumat Agung

Tradisi yang dilarang

Tradisi Jumat Agung yang kontroversial ini berawal dari sebuah drama tentang Yesus yang ditulis oleh seorang penulis drama lokal pada 1950-an, yang mendorong penyaliban realistis pertama pada 1962.

Sejak itu, penyaliban berkembang menjadi salah satu festival keagamaan yang paling mencolok secara visual di negara itu dan menarik ribuan orang, baik lokal maupun turis untuk menyaksikan pertunjukan berdarah di negara Katolik yang taat itu.

Penyaliban sebagian besar terjadi di provinsi Pampanga.

Namun, para pemimpin Katolik di Filipina telah mengutuk praktik tersebut, dan penyaliban juga dilarang oleh pejabat kesehatan masyarakat.

Untuk menjaga keselamatan partisipan yang disalib, petugas pertolongan pertama disiagakan dalam acara tersebut.

Baca juga: Penemuan Paku Berinisial IR di Ceko Diyakini Bekas Penyaliban Yesus Kristus

Mereka bertugas membantu orang yang pingsan karena panas dan dehidrasi, atau yang membutuhkan perawatan luka karena disalib.

Para pemuja mengatakan luka mereka bisa memakan waktu hingga 2 pekan untuk sembuh, tetapi hal tersebut diungkapkan sebagai harga yang harus dibayar untuk dapat mengekspresikan iman mereka melalui tindakan ekstrem.

Selain penyaliban, dalam tradisi Jumat Agung, juga ada orang menyeret salib yang berat atau merangkak dengan tangan dan lutut berlumuran darah di kota-kota di seluruh negeri.

Sementara yang lainnya, berpakaian seperti perwira Romawi, membantu penyaliban secara sukarela.

Setelah Enaje memeragakan penyaliban di depan umum, 2 pria dan seorang wanita kemudian menyusul disalibkan di kayu salib.

Sebanyak sembilan orang di tiga lokasi terpisah mengambil bagian dalam tradisi penyaliban JUmat Agung, saat itu.

Baca juga: Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Yitzhak Rabin, Sosok Pendamai Israel dan Palestina yang Berakhir Tragis

Biografi Tokoh Dunia: Yitzhak Rabin, Sosok Pendamai Israel dan Palestina yang Berakhir Tragis

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah 13 Mei: Paus Yohanes Paulus II Hendak Dibunuh di Vatikan

Hari Ini dalam Sejarah 13 Mei: Paus Yohanes Paulus II Hendak Dibunuh di Vatikan

Internasional
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia dari Pakistan hingga Selandia Baru

Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia dari Pakistan hingga Selandia Baru

Internasional
Adolf Eichmann: Perancang Holocaust Nazi yang Tak Pernah Menyesal hingga Akhir Hidupnya

Adolf Eichmann: Perancang Holocaust Nazi yang Tak Pernah Menyesal hingga Akhir Hidupnya

Internasional
Kisah Perang Khandaq: Parit Madinah Membuat 10.000 Tentara Sekutu Tak Berkutik

Kisah Perang Khandaq: Parit Madinah Membuat 10.000 Tentara Sekutu Tak Berkutik

Internasional
5 Teknik Melukis

5 Teknik Melukis

Internasional
Perang 6 Hari 1967 yang Mengubah Timur Tengah

Perang 6 Hari 1967 yang Mengubah Timur Tengah

Internasional
Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Internasional
Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Internasional
Rembrandt, Pelukis Beraliran Baroque Menggunakan Teknik Impasto

Rembrandt, Pelukis Beraliran Baroque Menggunakan Teknik Impasto

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X