Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/03/2021, 17:13 WIB

Kemudian pada 1954 setelah menahbiskan dirinya sebagai presiden Mesir, Nasser menegosiasikan perjanjian baru agar Inggris angkat kaki dalam waktu 20 bulan.

Baca juga: Kisah Perang: Ketika Sekutu AS-Kanada Serang Pulau Kosong dan Saling Bunuh, 300 Tentara Tewas


Pada saat bersamaan jelang Krisis Suez, Perang Dingin sedang mencapai puncaknya.

Komunisme mengakar di seluruh Eropa Timur, Perancis sedang terpojok di Indo-China dan terlibat perang besar di Aljazair.

Sementara itu Israel yang negaranya baru berdiri pada 1948, melawan kekuatan gabungan enam negara Arab. Inggris pun sedang mati-matian menahan pemberontak di Siprus, Kenya, dan Malaya.

Situasi diperparah dengan karakter Anthony Eden, Menlu Inggris yang naik jadi perdana menteri untuk menggantikan Winston Churchill yang mundur pada 1955.

Kabarnya, Eden dikenal sebagai orang yang sombong dan bertemperamen tinggi.

Saat Nasser tiba-tiba mengumumkan nasionalisasi Perusahaan Terusan Suez dan tentara Inggris ditarik keluar dari zona kanal pada Juli 1956, Eden langsung naik pitam. Ia memerintahkan invasi besar-besaran.

Baca juga: Kisah Perang Saudara Amerika yang Ditonton Warga Sambil Piknik Makan Sandwich

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser disambut rakyat kota Alexandria saat mengumumkan mundurnya Inggris dari Mesir pada 1956.Bibliotecha Alexandrina Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser disambut rakyat kota Alexandria saat mengumumkan mundurnya Inggris dari Mesir pada 1956.
Kedok Nasser dan invasi Inggris-Perancis

Sejarah Terusan Suez mengungkap Nasser melakukan nasionalisasi dengan bermodus semacam kontrol internasional. Ia gencar melakukan aktivitas diplomatik, tetapi nyatanya bermotif militer.

Pada September 1956 Nasser membuat pidato yang menolak rencana pengawasan internasional atas aset nasional Mesir itu. Krisis Suez pun dimulai.

Tentara Inggris dan Perancis yang diawali pasukan udara lalu menginvasi Terusan Suez pada 31 Oktober 1956.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 10 Negara Termiskin di Eropa

Daftar 10 Negara Termiskin di Eropa

Internasional
Daftar 10 Negara Terluas di Asia

Daftar 10 Negara Terluas di Asia

Internasional
Daftar Negara dengan Vegan Terbanyak di Dunia

Daftar Negara dengan Vegan Terbanyak di Dunia

Internasional
Daftar 10 Negara Termiskin di Asia

Daftar 10 Negara Termiskin di Asia

Internasional
Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Internasional
Daftar Negara Anggota Liga Arab, Jumlahnya 22

Daftar Negara Anggota Liga Arab, Jumlahnya 22

Internasional
Daftar 8 Negara Terkuat di Dunia

Daftar 8 Negara Terkuat di Dunia

Internasional
7 Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia, Pecahkan Piring hingga Bergembira di Kuburan

7 Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia, Pecahkan Piring hingga Bergembira di Kuburan

Internasional
Daftar Negara Anggota CSTO, Persekutuan Pecahan Uni Soviet

Daftar Negara Anggota CSTO, Persekutuan Pecahan Uni Soviet

Internasional
Indonesia Impor Garam dari Mana Saja?

Indonesia Impor Garam dari Mana Saja?

Internasional
Daftar Negara Teratas Pemasok Pupuk ke Indonesia

Daftar Negara Teratas Pemasok Pupuk ke Indonesia

Internasional
Daftar Negara Teratas Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, China Terbesar

Daftar Negara Teratas Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, China Terbesar

Internasional
7 Negara Teratas Pemasok Beras Indonesia, India Paling Banyak

7 Negara Teratas Pemasok Beras Indonesia, India Paling Banyak

Internasional
20 Mei 2002, Timor Leste Merdeka dari Indonesia

20 Mei 2002, Timor Leste Merdeka dari Indonesia

Internasional
Profil Presiden Perancis Emmanuel Macron

Profil Presiden Perancis Emmanuel Macron

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.