Kompas.com - 29/03/2021, 13:16 WIB
Tangkap layar lalu lintas pelayaran di Terusan Suez yang macet, dipantau melalui situ MarineTraffic.com pada Minggu (28/3/2021) pukul 13.30 WIB. TERUSAN SUEZ via MARINE TRAFFICTangkap layar lalu lintas pelayaran di Terusan Suez yang macet, dipantau melalui situ MarineTraffic.com pada Minggu (28/3/2021) pukul 13.30 WIB.

KOMPAS.com – Kemacetan di Terusan Suez, Mesir, diprediksi bakal mengganggu rantai pasokan energi global.

Kemacetan di Terusan Suez dipicu oleh kapal kargo berukuran besar, Ever Given, yang tersangkut di kanal tersebut.

Kapal Ever Given telah tersangkut di kanal yang menghubungkan jalur pelayaran dari Asia ke Eropa, atau sebaliknya, sejak Selasa (23/3/201).

Pasokan minyak mentah dari Timur Tengah yang dibutuhkan kilang minyak di Eropa dan Amerka Serikat (AS) yang biasa melewati kanal tersebut menjadi terganggu.

Bahkan, hingga hari keenam Ever Given tersangkut, yakni pada Minggu (28/3/2021), lebih dari 320 kapal terpantau mengantre masuk.

Baca juga: Inspirasi Energi: Cara Kerja Panel Surya dan Komponen PLTS

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kilang minyak di Eropa dan AS kemungkinan terpaksa mencari pasokan minyak mentah pengganti jika kemacetan terus berlanjut.

Pada saat yang sama, aliran minyak mentah dari ladang minyak di Laut Utara menuju Asia juga akan tertahan.

Melansir World Oil, kemacetan di kanal tersebut semakin membuat pedagang dan produsen minyak pusing tujuh keliling karena bisnisnya sudah remuk redam dihantam pandemi.

Kepala penelitian di Banchero Costa & Co, Ralph Leszczynski, mengatakan jika kanal yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah tersebut terus macet, kilang minyak Eropa dan AS perlu mencari pasokan selain dari Timur Tengah.

Dia mecontohkan, Eropa dan AS bisa mencari pasokan minyak dari Laut Utara, Rusia, Afrika Barat, atau dari Teluk AS sendiri.

Baca juga: Inspirasi Energi: Gas Alam Jadi Sumber Energi Primer pada 2050, Salip Minyak dan Batubara

Terusan Suez dan minyak

Posisi kapal Ever Given di Terusan Suez dalam pantauan satelit melalui situs Marine Traffic yang diakses pada Senin (29/3/2021) pukul 05.46 WIB. DOK MARINE TRAFFIC Posisi kapal Ever Given di Terusan Suez dalam pantauan satelit melalui situs Marine Traffic yang diakses pada Senin (29/3/2021) pukul 05.46 WIB.

Terusan Suez merupakan salah satu rute pelayaran paling penting di dunia, terutama sebagai jalur pelayaran untuk mengangkut minyak mentah Timur Tengah ke Eropa dan AS.

Kanal ini juga merupakan jalur pelayaran untuk mengirim bahan bakar minyak dari barat ke timur.

Terusan Suez dapat dilewati kapal Suezmax bermuatan penuh yang membawa sekitar 1 juta barel minyak mentah.

Setiap hari, sekitar 600.000 barel minyak mentah dari Timur Tengah ke Eropa dan AS melalui Terusan Suez.

Baca juga: Inspirasi Energi: Bagaimana Cara Kerja Turbin Angin? Ini Penjelasannya

Sementara itu, volume minyak yang diangkut dari Eropa dan AS ke Asia berjumlah sekitar 850.000 barel per hari.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Kepala Peneliti Kapal Tangker East of Suez di Braemar ACM Shipbroking, Anoop Singh.

Selain itu, 400.000 barel nafta mengalir dari barat ke timur melalui kanal tersebut setiap hari, sedangkan 300.000 barel nafta dikirim dari timur ke barat.

Nafta merupakan salah satu hasil penyulingan minyak mentah yang bisa diolah lagi menjadi bahan bakar minyak atau produk lain.

Baca juga: Inspirasi Energi: PLTB Lepas Pantai Bakal Serap Tenaga Kerja 3 Kali Lipat pada 2030


Terusan Suez juga merupakan penghubung penting bagi 8 persen perdagangan gas alam cair (LNG) di seluruh dunia.

Penyewa atau pemilik kapal yang tidak mau menunggu hingga kemacetan di Terusan Suez selesai dapat memilih untuk berlayar memutari Afrika.

Meski demikian, rute tersebut merupakan jalur pelayaran yang lebih panjang dan efeknya memakan lebih banyak waktu dan meningkatkan biaya.

Menurut World Shipping Council, pelayaran dari Teluk Persia menuju London dengan memutari Afrika membutuhkan waktu 10 hari lebih lama daripada melewati Terusan Suez.

Baca juga: Inspirasi Energi: Apa Itu Kilang Minyak? Ini Penjelasannya

AS Khawatir

Foto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal Ever Given masih tersangkut di sisi Terusan Suez, Mesir, pada Sabtu (27/3/2021). Petugas bersiap melakukan cara-cara baru agar kapal kargo raksasa ini terbebas, dan kondisi Terusan Suez macet segera berakhir.©MAXAR TECHNOLOGIES via AP Foto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal Ever Given masih tersangkut di sisi Terusan Suez, Mesir, pada Sabtu (27/3/2021). Petugas bersiap melakukan cara-cara baru agar kapal kargo raksasa ini terbebas, dan kondisi Terusan Suez macet segera berakhir.

Kemacetan di Terusan Suez bahkan juga membuat khawatir “Negeri Paman Sam”.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, AS khawatir jika kemacetan di Terusan Suez berdampak terhadap pasar energi global.

"Kami memang melihat beberapa dampak potensial (kemacetan di Terusan Suez) pada pasar energi," kata Psaki, Jumat (19/3/2021) sebagaimana dilansir Bloomberg.

Psaki menggambarkan Terusan Suez sebagai jalur internasional utama untuk minyak dan menuturkan bahwa Washington sedang memantau kondisi pasar.

Baca juga: Inspirasi Energi: Listrik dari PLTU Batubara Terseok Selama Pandemi, Emisi Gas Rumah Kaca Menurun

Sebelumnya, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih brtujst, pemerintah AS telah menawarkan bantuan kepada Mesir untuk mengevakuasi kapal Ever Given.

Psaki berujar, pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang mengamati kemacetan di kanal tersebut dengan sangat dekat.

Kemacetan di Terusan Suez mendatangkan malapetaka pada perdagangan lintas laut di tataran komunitas internasional.

Baca juga: Inspirasi Energi: Perusahaan Migas Eropa Ramai-ramai Investasi Energi Terbarukan, Ini Daftarnya

Kerugian

Kemacetan di Terusan Suez, Mesir, membuat dunia rugi 400 juta dollar AS (Rp 5,6 triliun) per jam untuk barang yang tertunda menurut perkiraan Lloyd's List.

Melansir Business Insider, Jumat (24/3/2021), Lloyd's List memperkirakan, nilai barang di dalam kapal kargo yang melewati Terusan Suez rata-rata 9,7 miliar dollar AS (Rp 139 triliun) setiap harinya.

Dari nilai tersebut, sebesar 5,1 miliar dollar AS (Rp 73 triliun) dibawa oleh kapal-kapal dari timur ke barat.

Sedangkan 4,6 miliar dollar AS (Rp 66 triliun) sisanya dibawa oleh kapal-kapal dari barat ke timur.

Baca juga: Inspirasi Energi: PLTN China dan Ambisi Beijing di Luar Negeri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesawat Supersonik, Inovasi Penerbangan dalam Perlombaan Perang Dingin

Pesawat Supersonik, Inovasi Penerbangan dalam Perlombaan Perang Dingin

Internasional
British de Havilland Comet, Pesawat Jet Komersial Pertama Dunia

British de Havilland Comet, Pesawat Jet Komersial Pertama Dunia

Internasional
6 Olimpiade yang Pernah Diboikot, Indonesia Sempat Terlibat

6 Olimpiade yang Pernah Diboikot, Indonesia Sempat Terlibat

Internasional
Kronologi Pengembangan Industri Penerbangan Amerika Serikat

Kronologi Pengembangan Industri Penerbangan Amerika Serikat

Internasional
6 Tokoh Perintis Penerbangan Dunia

6 Tokoh Perintis Penerbangan Dunia

Internasional
Kenapa Rusia dan Ukraina Perang, Termasuk Berebut Crimea?

Kenapa Rusia dan Ukraina Perang, Termasuk Berebut Crimea?

Internasional
10 Pesawat Terbang yang Mengubah Dunia

10 Pesawat Terbang yang Mengubah Dunia

Internasional
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

Internasional
Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Internasional
5 Fakta Unik Tesla, Salah Satunya Elon Musk Bukanlah Pendiri

5 Fakta Unik Tesla, Salah Satunya Elon Musk Bukanlah Pendiri

Internasional
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Aturan Kepemilikan Senjata Api di AS

Aturan Kepemilikan Senjata Api di AS

Internasional
Daftar Senjata Hipersonik yang Dimiliki Rusia

Daftar Senjata Hipersonik yang Dimiliki Rusia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.