Kompas.com - 27/03/2021, 17:00 WIB
Peneliti menemukan fosil tanaman di lapisan es Greenland sedalam 1,4 km.
new atlasPeneliti menemukan fosil tanaman di lapisan es Greenland sedalam 1,4 km.

KOMPAS.com - Di bumi ini 10 persen dari luas daratannya ditutupi oleh lapisan es abadi. Keberadaannya memiliki peran penting dalam mengatur iklim di bumi. 

Lapisan es abadi terbesar adalah di benua Antartika yang berkontribusi 90 persen, seperti yang dilansir dari Discovering Antartica. Wilayah ini 99 persen ditutupi oleh lapisan es.

Jika, lapisan es abadi di wilayah ini mencair cukup untuk menaikkan permukaan laut dunia lebih dari 60 meter dan dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil.

Lapisan es abadi lainnya berada di Greenland, yang mengandung sedikit di atas 7 persen dari total es dunia.

Baca juga: Lapisan Es Abadi di Bumi Mencair Makin Cepat, Apa Artinya?

Lalu, 2-3 persen lapisan es abadi ditemukan di daerah lintang tinggi lainnya, seperti bagian utara Kanada dan Alaska, serta di pegunungan tinggi, seperti Himalaya, Andes, dan Pegunungan Alpen.

Lapisan es abadi memainkan peran utama dalam iklim global, karena memantulkan sekitar 90 persen sinar matahari, seperti yang dilansir dari situs lembaga penelitian Konfederasi Swiss (WSL).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan, air laut hanya memantulkan kembali sinar matahari sekitar 30 persen ke luar angkasa.

Baca juga: 9 Tahun Tertutup Es, Gunung Api Terganas di Islandia Siap Meletus Lagi

Artinya, jika pemanasan global semakin parah, maka lapisan es yang dulunya berfungsi memantulkan energi panas matahari dari bumi, tidak lagi berfungsi sepenuhnya.

Peran lapisan es abadi yang berkurang itu, akan memicu lautan menyerap panas matahari yang dapat berdampak pada habitat hewan laut. 

Arus laut yang mengatur iklim juga bergantung pada pertukaran panas antara daerah kutub (Selatan dan Utara) dengan daerah tropis.

Baca juga: Efek Pemanasan Global, Beruang Kutub Terancam Punah pada 2100

Lapisan es abadi di Antartika rata-rata tebalnya sekitar 2 km, tetapi di beberapa tempat batuan dasar hampir 5 km di bawah permukaan lapisan es kutub yang besar.

Namun, melansir DW Indonesia pada Rabu (24/3/2021), para ilmuwan mencatat laju menciutnya lapisan es meningkat hampir 60 persen sejak 1990-an.

Jika ditegaskan dengan angka, itu mencakup 28 triliun ton lapisan es abadi mencair dari 1994 hingga 2017.

Baca juga: Badak Berbulu Zaman Es Ditemukan Nyaris Utuh, Bisa Ungkap Kehidupan pada Masanya?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.