[KISAH MISTERI] Menguak Teka-teki Terowongan Kematian Perang Dunia I

Kompas.com - 18/03/2021, 20:18 WIB

Dia sangat cermat dalam menghormati jenazah manusia. Mayat yang dia temukan telah dikembalikan ke tanah. Dia tidak akan membiarkan mereka difoto.

Di samping solidaritas prajurit, baginya hal itu juga ada daya tariknya.

"Mayat-mayat itu akan diawetkan, sehingga menjadi seperti mumi, dengan kulit, rambut, dan seragam.

Menurutnya, patut diingat bahwa terowongan tersebut adalah tempat para tentara itu hidup dari hari ke hari. Jadi barang-barang keseharian mereka semua ada di situ.

Tiap serdadu punya cerita sendiri. Tempat itu akan menjadi penyimpanan jasad terbesar dari peninggalan Perang Dunia Pertama.

Baca juga: Pengadilan Korea Selatan Perintahkan Jepang untuk Beri Kompensasi kepada Budak Seks Perang Dunia II

Ancaman penjarahan

Pertanyaan mendesak yang muncul kemudian, apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah penemuan jenazah ini?

Pemerintah kedua negara masih berdiskusi soal ini. Kemungkinan pertama jenazah segera diangkat dan dikuburkan di pemakaman perang Jerman.

Opsi lainnya adalah melakukan penggalian arkeologi skala besar di lokasi itu. Dengan tujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang perang dan kehidupan orang-orang di masa perang.

Namun waktunya kini semakin sempit. Jika lokasi terowongan secara teori masih dirahasiakan, maka rahasia itu telah dirahasiakan dengan buruk.

Masalahnya saat kedua sejarawan kembali mengunjungi tempat itu beberapa hari yang lalu, tampaknya penjarah baru saja berada di lokasi itu malam sebelumnya.

Sebuah lubang sedalam tiga meter digali di dekat pintu masuk. Koleksi artefak masa perang, kapak, sekop dan bekas-bekas proyektil, ditinggalkan menumpuk.

Ditemukan juga tulang hasta manusia, tulang lengan depan. Para penjarah sepertinya tidak berhasil masuk ke terowongan yang terletak lebih dalam.

Tetapi tidak ada yang meragukan penjahat itu akan kembali. Pasalnya diyakini, siapa pun yang masuk ke terowongan Winterberg terlebih dahulu, mereka akan menemukan harta karun.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.