AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

Kompas.com - 04/12/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi visa. shutterstocksIlustrasi visa.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sebagaimana dikutip New York Times mengatakan, telah membuat aturan masuk baru untuk anggota Partai Komunis China (PKC) yang bepergian ke "Negeri Paman Sam".

Kebijakan baru ini membatasi visa anggota PKC dan keluarga dekat mereka menjadi 1 bulan dan 1 kali masuk ke AS, dan berlaku mulai Rabu (2/12/2020).

Juru bicara Kemenlu Amerika Serikat dalam pernyataan yang dikutip New York Times mengatakan, kebijakan ini dibuat karena warga AS tidak mendapat hak istimewa yang sama seperti warga China di Amerika.

"Selama puluhan tahun kami memberi PKC akses bebas dan tidak terbatas ke institusi dan bisnis AS, sedangkan hak istimewa yang sama ini tidak pernah diberikan secara bebas kepada warga AS di China," ungkapnya.

Baca juga: UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Sebelumnya para pemohon visa bisa mendapat masa kunjungan 10 tahun. Kemudian menurut laporan itu, pembatasan baru ini dapat mencekal sekitar 270 juta warga China, atau hampir seperempat populasi "Negeri Panda" yang mencapai 1,4 miliar penduduk.

Ketegangan AS dan China yang merupakan dua negara poros perekonomian dunia, meningkat di berbagai bidang dan mereka sama-sama mengetatkan batasan perjalanan untuk para warga negara rivalnya.

Keduanya telah membatasi visa jurnalis. Washington membatasi jumlah warga negara China dari kantor berita yang dikelola pemerintah di AS awal tahun ini.

China lalu membalasnya pada Maret, dengan mendepak belasan lebih jurnalis Amerika dari New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal.

Baca juga: Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Pemerintahan Trump lalu mencabut visa lebih dari 1.000 pelajar China melalui kebijakan pada Juni, terkait tuduhan spionase dan pencurian kekayaan intelektual.

Diberitakan AFP, Beijing belum mengonfirmasi pembatasan baru ini pada Kamis (3/12/2020), tetapi mengatakan bahwa pembatasan perjalanan menunjukkan kebencian dan pola pikir abnormal terhadap Partai Komunis.

"Beberapa kekuatan ekstrem anti-China di AS, didorong oleh bias ideologis yang kuat, dan mentalitas Perang Dingin yang mengakar, secara politik menindas China," ucap juru bicara Kemenlu Hua Chunying pada konferensi pers hari ini.

"Ini adalah eskalasi penindasan politik mereka terhadap China, dan China sangat menentangnya," lanjutnya.

Beijing sebelumnya menuduh Washington melakukan penganiayaan politik dan diskriminasi rasial atas pembatasan visa yang diberlakukan.

Baca juga: Cerita Evakuasi Kapal Ikan China di Natuna, Bawa Ribuan Ton Ikan Campuran, Dikawal Keluar ZEE



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X