Kompas.com - 03/03/2020, 19:44 WIB
Gambar yang dirilis pada 3 Maret 2020 oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, memperlihatkan roket yang ditembakkan dari latihan artileri di lokasi rahasia. AFP/KCNA VIA KNS/STRGambar yang dirilis pada 3 Maret 2020 oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, memperlihatkan roket yang ditembakkan dari latihan artileri di lokasi rahasia.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara melalui media resminya, KCNA, menyatakan bahwa mereka tengah menguji coba senjata "artileri jarak jauh".

Latihan yang diawasi langsung Kim Jong Un itu terjadi setelah negara tetangga, Korea Selatan, menuturkan KOrut menembakkan dua rudal balistik jarak pendek.

Harian pemerintah Korea Utara yang lain, Rodong Sinmun, merilis gambar sejumlah roket berkaliber besar ditembakkan dari peluncurnya.

Baca juga: Korea Utara Luncurkan Uji Coba Rudal Pertama Tahun Ini

Kim Jong Un meninjau langsung uji coba itu, di mana dia mengenakan topi berbulu khas Rusia, mantel hitam tebal dan sarung tangan.

Bedanya, dia tidak mengenakan masker seperti yang dilakukan para petinggi militer di belakangnya, di tengah penyebaran virus corona.

KCNA mengulas, Kim menyiratkan "kepuasan besar" dengan hasil uji coba pertama Pyongyang di 2020 ini, demikian dilaporkan AFP Selasa (3/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Beliau memberi tahu para prajurit untuk tetap menanamkan 'kehendak baja dan jiwa patriotik hebat seperti dinding baja melindungi tanah air sosialis," ujar KCNA.

Pada Senin (2/3/2020), Korea Selatan mengatakan bahwa Utara menembakkan dua rudal balistik, yang dilarang dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Tangkal Virus Corona, Korea Utara Pasang Pengeras Suara, Minta Warganya untuk Bersih-bersih

Dalam keterangan militer Negeri "Ginseng", dua misil tersebut diluncurkan dari Wonsan, dan terbang sejauh 240 km dengan ketinggian 35 km.

Selain itu berdasarkan keterangan Seoul, negara yang menganut ideologi Juche itu menggelar latihan perang pada Jumat (28/2/2020).

Joseph Dempsey dari International Institute for Strategic Studies berujar, Korut berusaha untuk "menormalkan" uji coba senjata terbaru itu.

Caranya adalah dengan menembakkannya menggunakan peluncur yang sudah ada, sehingga seolah tampak mereka hanya melanjutkan latihan artileri.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri latihan perang dari pasukan Korea Utara, berdasarkan foto yang dirilis kantor berita KCNA pada 29 Februari 2020.KCNA via REUTERS Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri latihan perang dari pasukan Korea Utara, berdasarkan foto yang dirilis kantor berita KCNA pada 29 Februari 2020.

Baca juga: Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara, Kim Jong Un Ancam Bakal Ada Konsekuensi Serius

Pada tahun lalu, Korea Utara menggelar serangkaian tes uji coba senjata terbaru, di mana media setempat menyebutnya "sistem peluncur roket ganda".

Latihan tersebut dihelat tepat pada satu tahun kolapsnya pertemuan antara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam.

Pertemuan kedua dari total tiga pertemuan yang sudah terlaksana itu batal karena baik Trump dan Kim tak sepakat soal denuklirisasi.

Sejak saat itu, Korea Utara mengancam Washington agar mengajukan penawaran denuklirisasi baru paling lambat hingga akhir 2019.

Kemudian pada Januari lalu, Kim mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi terikat dengan moratorium penghentian uji coba senjata.

Baca juga: Di Tengah Penyebaran Virus Corona, Kim Jong Un Awasi Latihan Perang Korea Utara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.