Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Kompas.com - 01/03/2020, 21:57 WIB
Tentara Afghanistan menjadi titik pemeriksaan di Helmand, Afghanistan, 22 Februari 2020. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan pada 21 Februari, bahwa pengurangan kekerasan tujuh hari yang dijanjikan oleh Taliban akan menentukan langkah pemerintah selanjutnya dalam proses perdamaian Afghanistan.  EPA-EFE/WATAN YAR WATAN YARTentara Afghanistan menjadi titik pemeriksaan di Helmand, Afghanistan, 22 Februari 2020. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan pada 21 Februari, bahwa pengurangan kekerasan tujuh hari yang dijanjikan oleh Taliban akan menentukan langkah pemerintah selanjutnya dalam proses perdamaian Afghanistan. EPA-EFE/WATAN YAR

7. Bala bantuan AS

Agustus 2017 presiden baru AS kala itu, Donald Trump, membatalkan jadwal penarikan pasukan AS dan kembali menambah ribuan tentara lagi.

Di pertengahan November 2017, sekitar 3.000 tentara AS datang untuk memperkuat 11.000 pasukan yang sudah dikerahkan sebelumnya.

Baca juga: Trump: AS Tarik Mundur Pasukan dari Afghanistan Mulai Hari Ini

8. Perundingan

Pertengahan 2018, perwakilan Washington DC dan Taliban secara terbuka membuka pembicaraan di Doha, Qatar, yang dipimpin oleh utusan khusus AS Zalmay Khalilzad.

Pertemuan ini membahas tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dan sebagai timbal baliknya AS menuntut Taliban mencegah Afghanistan tidak digunakan sebagai tempat aman untuk kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda.

Namun perundingan ini terhenti, setelah Trump marah karena seorang tentara AS tewas dalam insiden pengeboman di Kabul.

7 Desember 2018, negosiasi dimulai lagi di Doha, dan lagi-lagi harus terhenti karena serangan Taliban di dekat pangkalan udara Bagram di luar Kabul.

Trump kemudian melakukan kunjungan mendadak ke Bagram pada 28 November 2018, mengatakan dia siap mengurangi pasukan di bawah 8.600 personel.

Baca juga: Walau Sudah Berdamai dengan AS, Taliban Masih Jadi Momok Perempuan Afghanistan

8. Perjanjian bersejarah

13 Februari 2020, AS mengumumkan telah melakukan "tujuh hari pengurangan tindak kekerasan" di Afghanistan.

Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan untuk bersepakat dengan Taliban.

Sabtu (29/2/2020) perjanjian damai antara AS dengan Taliban akhirnya ditandatangani di Doha, ibu kota Qatar.

Di dalam perjanjian ini ditetapkan pasukan AS akan ditarik secara bertahap dari Afghanistan selama 14 bulan.

Perjanjian ini juga diharapkan bisa jadi landasan untuk memfasilitasi perundingan antara Taliban dengan pemerintah Kabul.

Jika semua berjalan lancar, konflik yang berlangsung selama 18 tahun ini berakhir sudah.

Baca juga: Warga Afghanistan: Kami Berhak Menikmati Kedamaian

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X