Kompas.com - 01/03/2020, 20:54 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia melaporkan tambahan empat kasus baru virus corona pada Minggu (1/3/2020). Total kasus infeksi Covid-19 di Negeri "Jiran" kini sebanyak 29 kasus.

Dilansir dari Reuters, semua kasus infeksi tersebut menimpa warga negara Malaysia. Salah satunya baru saja bepergian ke China, sedangkan yang lainnya baru kembali dari Milan di bagian utara Italia.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia, pada Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia, Tagar NotMyPM Trending di Twitter

Dana Kesejahteraan Malaysia, Khazanah Nasional, mengatakan salah satu kasus baru adalah karyawannya, tapi mereka tidak memberi rincian lebih lanjut tentang orang tersebut.

Khazanah Nasional juga telah membuat pernyataan bahwa Otoritas Kesehatan telah diberi tahu tentang karyawan yang terinfeksi Covid-19 ini.

Akibatnya, pengarahan media yang dijadwalkan pada Senin (2/3/2020) tentang hasil keuangan harus dibatalkan.

Khazanah Nasional kini sedang bekerja dengan Otoritas Kesehatan dan manajemen gedung kantor untuk melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus yang diperlukan.

Langkah-langkah ini termasuk melakukan identifikasi individu yang telah melakukan kontak dekat dengan karyawan pengidap virus tersebut.

Baca juga: Facebook Larang Iklan yang Mengklaim Sembuh dari Virus Corona

Namun dari 29 kasus tersebut, 22 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Demikian yang diberitakan Reuters.

Sudah masuk ke Armenia

Beralih ke Eropa Timur, Armenia hari ini melaporkan kasus infeksi virus corona pertamanya. Penderitanya adalah warga negara yang baru kembali dari Iran.

Keterangan tersebut disampaikan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, melalui sebuah unggahan di Facebook.

Penderita berusia 29 tahun itu tiba di Armenia pada Jumat (28/2/2020). Dia pergi ke dokter karena merasa tidak enak badan, dan dari situ terdeteksi virus Covid-19 bersemayam di tubuhnya.

"Dia sekarang dalam kondisi yang baik," ucap Pashinyan sembari otoritas setempat berencana mengisolasi orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien tersebut.

Baca juga: Bertambah 34 Negara dalam Sepekan, Ini Daftar 64 Negara Terinfeksi Virus Corona

Sebagai upaya pencegahan, negara pecahan Uni Sovyet ini menutup perbatasan dengan Iran selama dua minggu, dan telah menangguhkan perjalanan udara dari dan ke Iran sejak seminggu lalu.

Iran menjadi pusat penyebaran virus corona di Timur Tengah, dengan sejumlah negara tetangga yang kini ikut melaporkan adanya kasus infeksi.

Pekan ini Georgia dam Azerbaijan melaporkan kasus infeksi virus dari China tersebut, yang masing-masing berjumlah tiga kasus.

Baca juga: Pemerintah Diminta Merespon Dunia Internasional yang Ragukan Indonesia Bebas Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.